
Brak....
" SIALAN BAGAIMANA INI BISA TERJADI SEHARUSNYA DIA SUDAH MATI."ucap Raja Chris sambil memukul meja nya dengan raut wajah marah.
Sedangkan Lord Bolivia hanya bisa menundukkan kepalanya dengan ekspresi ketakutan.
Pagi tadi Raja Chris telah di kejutkan dengan kabar pembantaian di kediaman Mackie yang membuat pemimpin keluarga tersebut mati. Hanya menyisakan istrinya yang lemah dan puteranya yang baru berusia 7 tahun. Semua orang menduga pelakunya adalah pangeran kegelapan karena saat kejadian itu putera Lord Mackie melihat bola mata berwarna merah yang hanya dimiliki oleh pangeran kegelapan.
Tentu saja Raja Chris dibuat khawatir nya dengan kembali nya pangeran kegelapan yang berarti posisi tahta nya dalam bahaya.
Lord Bolivia yang merasa Raja Chris sudah mulai tenang mulai bertanya kepadanya.
" Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan karena seluruh rakyat di belka sudah mulai khawatir karena kembali nya pangeran kegelapan?" tanya Lord Bolivia dengan suara pelan.
Raja Chris langsung menyandarkan kepalanya di kursi sambil memikirkan bagaimana cara nya dirinya bisa membuat percaya rakyat bahwa pangeran kegelapan tidak pernah kembali lagi.
" Buat berita bahwa kematian Lord Mackie hanyalah sebuah kecelakaan dan pastikan anak laki-laki Mackie itu menutup mulutnya. Karena sampai kapanpun kita harus membuat mereka percaya bahwa pangeran kegelapan sudah mati. Saya ingin rilis beritanya sekarang juga." ucap Raja Chris yang memberikan perintah tentang berita palsu kepada rakyatnya.
Sedangkan Lord Bolivia hanya menundukkan kepalanya sebelum kemudian menggangguk.
__ADS_1
" Sesuai perintah anda, Yang Mulia." ucap Lord Bolivia.
...****************...
" Pangeran kegelapan kembali. Siapa pangeran kegelapan Harry?" tanya Clarissa penasaran.
Karena pagi ini Harrison membawa surat kabar tentang berita mahou. Clarissa yang penasaran juga ikut membaca nya.
Harrison yang sedang memakan sarapan nya mengangkat kepalanya menatap Clarissa.
" Pangeran kegelapan hanyalah salah satu musuh Raja yang tidak suka dia memerintah." jawab Harrison dengan acuh sebelum kemudian kembali fokus makan.
Sedangkan di sisi lain Clarissa tidak menyadari tatapan diam-diam yang berasal dari Harrison ketika dia membaca koran nya.
Harrison menghela nafas nya sebelum kemudian bangun dari kursinya sambil tangannya memperbaiki jas hitam nya.
" Clarissa sekarang aku harus pergi ke kementerian mahou mulai hari ini. Aku sudah mulai bekerja." ucap Harrison.
" Tunggu sebentar." ucap Clarissa yang kemudian cepat-cepat pergi ke dalam dapur.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Clarissa mengambil sebuah kotak makan dan memberikan nya kepada Harrison.
" Apa ini sayang kau membawakan ku bekal?" tanya Harrison dengan tatapan geli.
Sedangkan Clarissa memutar bola matanya malas sebelum menunjuk ke arah kotak makan itu.
" Aku tahu bahwa kamu itu malas makan di tempat ramai, dan karena hal itu mulai sekarang aku akan memberikan mu bekal." ucap Clarissa dengan mengangkat dagunya ke atas.
Sedangkan Harrison hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa pelan. Tapi dalam hatinya dirinya merasakan perasaan hangat dalam dadanya karena Clarissa sangat perhatian padanya sesuatu yang sama sekali tidak dirinya dapatkan ketika masih kecil.
" Terima kasih, aku tidak akan lupa makan lagi." ucap Harrison sambil mencium kening Clarissa.
Sebelum kemudian pergi dengan meninggalkan asap hitam.
Clarissa yang melihat cara bagaimana Harrison pergi hanya menghela nafas nya.
" Sepertinya mulai sekarang tidak perlu mobil nya lagi." ucap Clarissa sambil tersenyum jahil.
Countine...
__ADS_1