Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Kebohongan Harrison


__ADS_3

Sedangkan Harrison menampilkan ekspresi datar sebelum kemudian menggangguk kepalanya.


Clarissa yang melihat Harrison setuju menghela nafasnya padahal dirinya mengira bahwa pria itu tidak mau berbicara dengannya. Apalagi setelah pertengkaran mereka yang tidak biasa dan kekuatan Harrison lebih kuat daripada dirinya masih baru belajar teknik dasarnya saja.


" Itu bagus, apa kau mau kopi atau teh?" tanya Clarissa menawarkan minuman kepada Harrison.


Harrison yang mengambil salah satu buku di rak koleksi buku-buku milik Clarissa menjawabnya dengan acuh.


" Kopi hitam tanpa gula." jawab Harrison singkat.


Clarissa memutar bola matanya malas dengan sikap bos Harrison tapi dirinya tidak mau meladeninya. Karena ada lebih penting daripada pertengkaran mereka.


Clarissa berjalan masuk ke dapur untuk membuat kopi Harrison.


Sedangkan Harrison membaca buku yang diambilnya berjudul Romeo& Juliet. Alisnya mengerut jijik ketika Harrison membacanya sebelum kemudian menutup buku itu lagi.


Bertepatan dengan Clarissa yang datang dengan dua cangkir kopi hitam dan capuccino milik nya.

__ADS_1


" Harry mengapa kau mengerutkan keningnya seperti itu. Apa terjadi sesuatu?" tanya Clarissa yang penasaran dengan sikap jijik Harrison sambil matanya melotot ke arah buku di atas meja.


Harrison mengalihkan pandangannya menatap Clarissa.


" Mengapa buku itu sangat aneh?" tanya Harrison kepada Clarissa.


Clarissa yang mendengarnya mengerut keningnya bingung sebelum kemudian mengambil buku tersebut. Ketika membaca judulnya Clarissa langsung tertawa terbahak-bahak membuat Harrison mendengarnya jengkel dan memberikan sihir membuat bibir Clarissa tertutup.


" hmmmp...ha...rry..." ucap Clarissa yang cadel karena saking susahnya membuka mulutnya.


Harrison yang melihatnya tersenyum puas dan tertawa.


Clarissa yang memutar bola matanya sambil mengepalkan tangannya berusaha menahan untuk memukul Harrison.


Melihat Clarissa yang sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya Harrison langsung melepaskan sihir di mulutnya. Merasa sudah bisa membuka mulutnya Clarissa.


" KAU GILA BERANI SEKALI KARENA HMMP..." ucap Clarissa tertahan karena Harrison menutup mulutnya.

__ADS_1


" Apa anda bisa menutup mulutnya karena sekarang puteri kita tertidur atau anda ingin membangunkannya dengan suara keras mu itu." ucap Harrison yang tanpa sadar memanggil Estelle dengan puteri kita.


Clarissa yang menyadari nya merasa tegang dan menatap mata Harrison juga menatapnya. Mereka saling menatap satu sama lain selama beberapa menit sampai Harrison memalingkan wajahnya.


" Apa yang ingin anda bicarakan kepada saya?" tanya Harrison yang langsung mengalihkan perhatian nya dan duduk di salah satu sofa single.


Clarissa duduk di sofa panjang berada di samping kanan Harrison.


" Apa tujuan mu sampai ke sini bukannya Belka memiliki penghalang bagi siapapun yang mau keluar masuk dari sana, tanpa seizin pihak kerajaan kau tidak akan bisa keluar dan lagi kau berada dalam keadaan terluka saat itu?" tanya Clarissa panjang lebar.


Harrison terdiam dirinya tidak tahu harus menjawab apa. Dirinya tidak akan menjawab jujur tentang siapa dirinya sebenarnya. Takutnya perempuan itu akan jijik kepadanya.


" Saya seorang anggota badan intelijen antar dimensi salah satu organisasi yang menangani pintu masuk ke antara dua dunia manusia dan mahou. Ketika itu saya sedang ada misi menangkap salah satu penjahat tapi tanpa di duga dia malah menancapkan belati sihir kepadaku hingga akhirnya saya memutuskan untuk melahirkan diri ke sini dengan kondisi terluka." ucap Harrison menjelaskan kebohongannya dengan lancar.


Clarissa terdiam seolah memikirkan ucapan Harrison sebelum kemudian tangannya mengambil sesuatu dari balik saku celananya.


" Terus apa ini.....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2