
" Mommy sebenarnya apa sih yang Daddy urus di Banca?" tanya Estelle penasaran.
Clarissa yang mendengarnya terdiam sebentar sebelum kemudian menjawabnya.
" Sepertinya Daddy mu ada urusan pribadi mommy juga tidak mengetahuinya." ucap Clarissa seadanya.
" Oh ya." ucap Estelle dengan tanggapan singkat dan ekspresi kecewa tidak bisa di sembunyikan dari wajahnya.
Sebenarnya Estelle sangat ingin Harrison menemaninya membeli perlengkapan buat di akademi. Mengingat Harrison yang pernah sekolah di sana.
Clarissa yang melihat ekspresi kecewa Estelle menggenggam tangan nya.
" Tenanglah Daddy pasti akan menyusul kalau begitu kita beli dulu pakaian seragam mu dulu." ucap Clarissa yang langsung mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk ke salah satu toko pakaian.
Mata Estelle langsung berbinar cerah melihat toko pakaian itu dan langsung menarik tangannya.
" Ayo mommy, Estelle penasaran dengan bentuk seragam akademi." ucap Estelle antusias hingga melupakan kesedihannya tadi.
Ceklek....
Ketika pintu itu terbuka mendengar bunyi bel di sana Estelle kagum melihat bagaimana isi toko tersebut. Dirinya bisa melihat bagaimana anak seusianya sedang di ukur menggunakan pita ukur yang bisa mengukur sendiri.
Clarissa yang melihatnya juga kagum dengan penggunaan sihir cukup praktis digunakan sekarang.
Tiba-tiba saja datanglah seorang perempuan yang perkiraan berusia 30 tahun menghampiri Clarissa dan Estelle.
__ADS_1
" Selamat datang di toko pakaian Evrin, perkenalkan nama saya Chiara Evrin pemilik toko ini salam kenal." ucap Chiara dengan sedikit membungkuk.
Clarissa yang melihatnya memperhatikan postur dan cara bicara perempuan itu sebelum kemudian ia membalas perkenalan itu.
" Senang berkenalan dengan anda saya Clarissa Desmon dan ini Puteri saya Estelle Desmon. Senang berkenalan dengan mu." ucap Clarissa yang sedikit membungkuk tubuhnya.
Chiara yang mendengarnya tersenyum sambil mengalihkan pandangannya ke arah seorang gadis kecil.
" Apa anda menghadiri Akademi Emerald?" tanya Chiara kepada Estelle.
Estelle yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya dengan semangat.
" Tentu saja." ucap Estelle senang sambil terus memperhatikan Chiara.
Membuat Clarissa dan Chiara melihatnya tertawa.
" Hahahaha....kalian sangat menggemaskan mari ikut saya nona kecil." ucap Chiara mengajak Estelle untuk ikut dengan nya.
Clarissa yang melihat keraguan Estelle memegang bahunya menyemangati nya untuk tidak takut.
Melihat sikap Clarissa membuat Estelle tersenyum.
" Baiklah mommy. Estelle akan berani." gumam Estelle pelan yang hanya bisa di dengar oleh Clarissa.
Clarissa yang mendengarnya menggangguk kepalanya sebelum kemudian dirinya memilih duduk bersama Darren dan membiarkan Estelle untuk mengikuti Chiara.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Estelle di suruh menunggu.
" Hai... sepertinya anda akan menghadiri Emerald tahun ini." ucap seorang anak laki-laki seusia Estelle.
Ketika Estelle memalingkan pandangannya bertapa terkejutnya dia melihat seorang anak laki-laki tampan dengan rambut pirang dan matanya abu-abu menatapnya sambil tersenyum miring.
" Hallo apa aku mengenal mu?" tanya Estelle penasaran.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Harrison sedang duduk di ruang kerja milik pemimpin peri kupu-kupu atau juga di sebut ratu.
Ceklek....
Mendengar suara pintu terbuka Harrison memalingkan wajahnya melihat seorang wanita berambut pirang menggunakan mahkota, menggenakan gaun biru, dan sepasang sayap kupu-kupu berwarna biru menghampirinya.
Harrison berdiri sambil tersenyum tipis kepada ratu peri kupu-kupu itu.
" Sudah lama kita tidak bertemu Arabella." ucap Harrison sambil menatap ratu kupu-kupu itu.
Ratu kupu-kupu itu tersenyum tipis sebelum kemudian membungkuk kepada Harrison.
" Sudah lama sekali saya tidak melihat tuan ku....
Countine...
__ADS_1