
Estelle merasa risih karena sejak tadi Pangeran Mahkota Brian terus menatapnya membuatnya langsung berdiri dari kursinya.
" Hei, kau mau kemana Estelle?" tanya Aisha dengan suara pelan.
" Aku hanya butuh udara segar." jawab Estelle sebelum kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang makan.
Sedangkan di sisi lain Pangeran Mahkota Brian menatap tajam Chlorine mantan tunangan nya.
" Sekali lagi sudah saya peringatkan jangan membuat masalah. Hubungan kita sudah berakhir dan lupakan saja hubungan ini di masa lalu. Ingatlah bahwa seharusnya kau bersyukur bahwa barang-barang yang diberikan oleh kerajaan tidak dikembalikan. Jadi lenyaplah." ucap Pangeran Mahkota Brian dengan tegas.
Deg....
Jantung Chlorine terasa berhenti sebenarnya tadi dirinya mengatakan hal tadi pada Jolicia hanya mau pamer. Bahwa dirinya masih merupakan kesayangan Raja dan Pangeran Mahkota. Tetapi sayangnya mendengar ucapan Pangeran Mahkota barusan membuat harapan nya semakin jatuh untuk bisa menjalin hubungan kembali dengannya.
Apalagi Chlorine bisa mengingat kebersamaan mereka ketika menjalin hubungan. Membuat perasaan cinta yang tulus tumbuh di dalam hati nya pada Pangeran Mahkota Brian.
Dengan mata berkaca-kaca Chlorine tersenyum tipis sambil membungkuk hormat.
__ADS_1
" Sesuai perintah anda, Yang Mulia." ucap Chlorine sebelum kemudian berlari dengan air mata berlinang.
Untuk sekarang Chlorine akan mengalah dengan pergi dari Pangeran Mahkota Brian. Tapi satu hal yang pasti ia tidak akan pernah melupakan semua penghinaan ini terutama Jolicia Bolivia, dia akan membalas dendam.
Bulan bersinar menerangi langit yang gelap. Estelle berdiri di salah satu balkon di kastil menatap bulan.
Sparkle tidak lama kemudian muncul dengan raut wajah gembira.
" Holaa...Estelle, aku kembali." ucap Sparkle dengan riang.
Estelle hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya menyapa Sparkle.
Karena tidak biasa nya master nya berada di balkon pada malam hari.
Estelle hanya menghela nafas nya sambil meletakkan dagu diatas tangannya.
" Iya, hari pertama sekolah menjadi buruk dimana tunangan Pangeran Mahkota dan mantan nya bertengkar. Apalagi yang membuat ku risih dimana Pangeran Mahkota menatapku. Dengan tatapan aneh membuatku tidak nyaman." ucap Estelle memberitahu Sparkle kejadian di ruang makan tadi.
__ADS_1
Tetapi sebelum Sparkle menanggapi nya tiba-tiba saja ia merasakan aura sihir seseorang membuatnya menghilang kembali.
Estelle yang juga merasakan nya langsung membalikan badannya dan melihat seseorang berdiri tidak jauh darinya. Estelle menyipitkan matanya dan melihat warna rambut pirang platina nya membuat nya langsung mengenali siapa orang itu.
" Selamat malam, Zephyr buat apa anda berada di sini?" tanya Estelle sambil tersenyum manis yang terkesan palsu.
Mengingat tadi Theodore yang mengejeknya jujur saja masih membuat Estelle merasa kesal.
Sedangkan Theodore yang sudah ketahuan langsung memunculkan dirinya dari kegelapan berjalan menghampiri Estelle.
" Hallo Tomato, bukannya ini tempat umum dimana saja orang bisa saja berada di sini." ucap Theodore sambil tersenyum miring yang terkesan mengejek.
Estelle yang mendengarnya cemberut sebelum kemudian mendekati Theodore. Tinggi badannya yang hanya sampai bagian dada pria itu membuatnya merasa kesal. Karena di usianya yang baru saja 14 tahun pria itu sudah memiliki tinggi sekitar 170 cm berbeda dengannya yang hanya 157 cm.
" Cukup lebih baik aku pergi kau menyebalkan." ucap Estelle yang berniat pergi.
Tapi tiba-tiba saja Theodore menahan lengan nya sambil mengucapkan sesuatu yang membuat Estelle berkeringat dingin.
__ADS_1
" Siapa makhluk yang tadi kau ajak bicara, Estelle...
Countine...