
Saat ini Harrison sedang berada di istana dimana hari ini adalah pertemuan nya dengan Raja Chris. Di depan pintu gerbang saja dirinya sudah di sambut oleh Lord Bolivia yang rapi dengan jas berwarna merah dengan dasi berwarna biru membuat penampilannya khas keluarga bangsawan. Apalagi di jari kirinya terpasang cincin lambang keluarga Bolivia.
Cincin yang terpasang dengan lambang keluarga membuktikan bahwa orang itu. Bukan orang biasa hanya bangsawan tingkat atas dan Raja saja lah yang bisa memberikannya.
Harrison yang menatap cincin Lord Bolivia hanya terdiam sebelum kemudian tersenyum dan membungkuk.
" Salam Lord Bolivia." ucap Harrison sambil tersenyum ramah dan memasang ekspresi wajah yang antusias palsu.
Lord Bolivia yang melihat keberadaan Harrison langsung menegakkan punggung nya dan memasang posisi khas keluarga bangsawan.
" Mari, Mr.Hope. Raja sudah menunggu anda di ruang singgasana dan ingat jangan buat masalah." ucap Lord Bolivia dengan nada mengancam.
Harrison segera menegakkan tubuhnya kembali sambil memasang senyum sopan dan ekspresi tenang di wajahnya.
" Saya tidak akan mengecewakan anda, Lord." jawab Harrison.
__ADS_1
Membuat Lord Bolivia yang mendengarnya tersenyum puas. Setelah itu Harrison mengikuti Lord Bolivia dari belakang sambil matanya melihat arsitektur istana yang terlihat glamor. Harrison yang pekerjaannya sebagai seorang arsitektur mengerutkan keningnya merasa geli melihat kesukaan keluarga kerajaan kali ini.
Tapi Harrison tidak akan memperlihatkan secara terang-terangan. Harrison hanya berjalan dengan langkah pelan menuju ke sepasang pintu besar berwarna putih dengan bercorak emas di pinggiran nya. Tanpa sadar Harrison melihatnya langsung memasang ekspresi wajah datar.
" Kali ini saya akan menghancurkan anda, Raja." batin Harrison sambil menyeringai dalam hati.
Lord Bolivia dengan menggunakan sihirnya membuat sepasang pintu terbuka secara otomatis. Harrison mengangkat sedikit kepalanya dan memperlihatkan seseorang yang sedang duduk di singgasana dengan tatapan angkuh.
Sedangkan di sisi lain Raja Chris menyeringai melihat tamu nya sudah datang.
Raja Chris dan Harrison saling menatap satu sama lain dengan pemikiran yang berbeda.
Hari ini Estelle sedang membantu Clarissa untuk membuat kue. Dengan penuh semangat Estelle mencampurkan tepung dan telur menggunakan mixer.
Clarissa yang melihatnya tersenyum sambil membuat krim gula dan Darren melihatnya di kursi bayi sambil memperhatikan mereka dengan penuh minat.
__ADS_1
" Akak...akak...caik..caik..." ucap Darren sambil melompat-lompat dari kursinya.
" Sabar, son sebentar kue nya sedang di buat dulu." ucap Clarissa dengan lembut.
Estelle yang melihatnya hanya tersenyum di saat-saat inilah di rindukan oleh nya ketika berkumpul bersama keluarganya. Tapi tiba-tiba pemikiran Estelle tertuju dimana dirinya melihat sosok lain nya yang terlihat lebih dewasa.
Tatapan nya yang penuh kebencian membuat Estelle merasa takut. Seolah-olah dirinya tidak mengenal sisi lain nya. Tapi di sisi lain Estelle merasa penasaran apa yang dimaksud dengan panti asuhan memang dirinya tahu bahwa saat itu mommy nya melahirkan nya di sana.
Tapi apa maksud dari Estelle dewasa bahwa seharusnya mommy sudah mati. Sampai sekarang Estelle tidak bisa menyingkirkan pemikiran tersebut. Walaupun kepala sekolah sudah menjelaskan bahwa itu cuma sebatas ilusi. Tetapi Estelle yakin bahwa itu adalah dirinya yang asli bukan ilusi maupun imajinasi nya.
Estelle terus memikirkan nya hingga melupakan adonan kue yang masih berputar di mixer.
" Estelle...Estelle...." ucap nya yang membuat Estelle tersadar dari lamunannya.
Membuat Estelle menolehkan kepalanya dan menatap Clarissa.
__ADS_1
" Ada apa mommy....
Countine...