
" Kenapa aku merasakan firasat tidak enak dengan aura yang dikeluarkan oleh Harry." batin Clarissa menatap khawatir Harrison.
Tidak lama setelahnya Clarissa tersadar dari lamunannya ketika Harrison memanggil namanya.
" Clarissa, ayo kita pergi Carlos sudah menunggu." ucap Harrison sambil menggenggam tangan Estelle dan menggendong Darren.
Clarissa yang berjalan menghampiri Harrison. Harrison yang merasa ekspresi pucat Clarissa langsung khawatir.
" Apa kau baik-baik saja?" tanya Harrison menatap Clarissa.
" Tidak aku baik-baik saja." ucap Clarissa sambil berusaha tersenyum.
Kemudian Clarissa mengikuti Carlos yang terbang di depannya.
Sampai Clarissa yang berdiri di sebuah pintu emas sambil memperhatikan Carlos yang meletakkan tangannya.
" Mr. Desmon tolong letakkan tongkat mu di sini." ucap Carlos sambil menunjuk ke sebuah tempat dimana ada letak tongkat.
Harrison langsung meletakkan tongkat nya ke sana dan tidak lama kemudian pintu itu terbuka lebar.
Clarissa dan Estelle dibuat terperangah dimana banyak sekali emas serta perhiasan mahal dimana-mana.
" as...as..." ucap Darren yang sangat antusias melihat benda berkilau dan coba menyentuhnya jika tidak di halangi oleh Harrison.
__ADS_1
" Tidak mungkin, apa ini semua milik mu?" tanya Clarissa tidak percaya.
" Tentu saja apa isteriku mengira saya orang miskin." ucap Harrison dengan nada angkuhnya.
Membuat Clarissa yang mendengarnya berdecak kesal. Inilah alasan ketidaksukaan Clarissa pada sikap Harrison sombong dan menyebalkan.
" Wah Daddy berarti apapun yang ada di sini?" tanya Estelle menatap polos Harrison.
" Tidak perlu Carlos sudah menyiapkan kartu pembayaran yang di dalamnya sudah ada saldo untuk biaya belanja perlengkapan mu hari ini." ucap Harrison menjelaskan.
Kemudian Carlos memberikan kartu hitam kepada Clarissa.
" Tunggu jika kita tinggal menggunakan kartu untuk membeli perlengkapan. Mengapa kau membuka brangkas mu Harry?" tanya Clarissa sambil berkaca pinggang.
" Iya aku hanya ingin menunjukkan nya saja. Lihatlah bahkan Darren sangat menyukainya." ucap Harrison sambil menunjuk ke Darren yang dimana sudah memegang salah satu koin emas di tangannya.
Merasa di perhatikan Darren mengalihkan pandangannya sambil tersenyum.
" As...mom...as...." ucap Darren sambil menunjuk koin emas di genggamnya kepada Clarissa.
Clarissa yang mendengarnya hanya di buat menganga melihat puteranya tampaknya menyukai emas.
Sedangkan Estelle yang melihatnya hanya tertawa pelan terkadang pertengkaran kecil orang tuanya terkesan lucu. Itu sedikit melegakan bagi Estelle setidaknya mereka tidak berkelahi sampai salah satu meninggalkan rumah seperti orang tua temannya.
__ADS_1
" Lebih kalian bertiga pergi terlebih dahulu ada sesuatu yang aku urus di sini." ucap Harrison untuk menyuruh Clarissa beserta kedua anaknya pergi terlebih dahulu.
" Apa kau yakin, tapi aku tidak tahu...." ucap Clarissa yang di sela oleh Harrison.
" Tenang saja kau tidak akan tersesat nanti aku akan menyusul." jawab Harrison menenangkan Clarissa.
" Dad, akan menyusul kami bukan?" tanya Estelle menatap Harrison.
Harrison berjongkok di depan Estelle dan menggenggam tangan nya.
" Daddy berjanji nanti akan menyusul. Bukannya Princess ingin mendapatkan tongkat dan binatang segera." ucap Harrison sambil tersenyum tipis yang hanya di tunjukkan kepada keluarganya.
Carlos yang melihat Harrison tersenyum langsung terkejut. Tapi itu terkejut nya tidak lama karena Clarissa memperhatikannya.
" Baiklah Daddy kalau begitu ayo mommy Estelle tidak sabar untuk membeli perlengkapannya." ucap Estelle sambil menarik tangan Clarissa dengan antusias.
" Haha... baiklah Estelle." ucap Clarissa sambil mengangkat Darren ke dalam gendongannya.
Setelah itu Clarissa bersama Estelle dan Darren pergi. Harrison menatap dingin Carlos.
" Panggilkan dia bahwa saya sudah kembali.....
Countine...
__ADS_1