Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Satu Kamar Saling Membunuh


__ADS_3

Mrs, Mackie." ucap wakil kepala sekolah Sybill dengan raut wajah marah.


Chlorine yang melihatnya langsung menghentikan sihir api nya. Membuat sebagian orang yang tidak kena bernafas lega begitu juga dengan Estelle dan Aisha.


Wakil Kepala Sybill berjalan mendekati Chlorine yang sedang menundukkan kepalanya hingga berdiri di depannya.


" Sungguh perbuatan anda sama sekali tidak mencerminkan siswa yang baik, Mrs. Mackie. Ayo anda akan diantarkan ke kantor kepala sekolah dan lihatlah hukuman apa yang anda dapatkan." ucap Wakil kepala sekolah Sybill dengan tegas.


Estelle yang melihat raut wajah wakil kepala sekolah Sybill merasa aneh karena bisa dilihat ada sedikit tatapan jijik pada Chlorine. Padahal selama ini yang Estelle tahu wakil kepala sekolah Sybill menjadikan Chlorine Mackie sebagai murid kesayangan nya.


Setelah melihat wakil kepala sekolah dan Chlorine pergi ketua asrama menyuruh beberapa orang untuk membantu siswa yang terluka ke ruang kesehatan.


Setelah sampai di asrama Estelle langsung menuju kamarnya yang baru dan menyenangkan nya lagi dirinya bisa satu kamar bersama Aisha. Tapi kebahagiaan itu tidak semuanya karena.


" ASTAGA INI MIMPI BURUK ESTELLE, MENGAPA KITA BISA SATU KAMAR DENGAN ORANG GILA ITU." teriak Aisha yang terkejut setelah membaca papan di depan pintu kamar menunjukkan nama penghuni nya.

__ADS_1


Memang untuk siswa tahun ke 4 setiap satu kamar di tempati oleh 3 orang bukannya 2 lagi. Karena dalam itu akan memperlihatkan kerja sama, keakraban, serta pertemanan terhadap satu teman asrama.


Kebetulan kali ini Estelle satu kamar dengan Aisha dan Chlorine siswa pembuat onar tadi.


" Kau jangan berisik Aisha." ucap Estelle sambil menutup telinganya.


Aisha yang mendengar teguran Estelle hanya memasang ekspresi cemberut.


" Iya tapikan.." ucap Aisha yang kemudian di potong oleh Estelle.


" Sudahlah kita masuk saja ke dalam dan jika si Mackie mengganggu kita tinggal acuhkan saja dia." ucap Estelle bersikap santai sebelum kemudian masuk ke dalam dan memilih ranjang di bagian sebelah kanan dekat kamar mandi.


Ceklek...


Pintu kamar tiba-tiba saja terbuka Chlorine masuk dengan ekspresi datar di wajahnya ia sama sekali tidak terpengaruh atas kejadian tadi dan tidak ada raut rasa bersalah.

__ADS_1


" Cih...ternyata aku satu kamar dengan anak kotor dan anak terbuang. Hidup ini sangat menyedihkan bukan harus satu kamar dengan penuh kotoran." ucap Chlorine mengejek Estelle dan Aisha.


Aisha yang mendengarnya langsung berdiri dari ranjang nya dengan ekspresi marah.


" HEI, SEHARUSNYA KAU BERSYUKUR KAMI MAU SATU KAMAR DENGAN SEORANG PEMBUNUH SEPERTI MU. BAHKAN RAJA SAJA SUDAH MEMBUANG MU BUKAN." teriak Aisha dengan keras.


Chlorine mendengar ucapan Aisha seketika tubuhnya bergetar cepat tidak lama kemudian ia mengeluarkan tongkat nya dan mengarahkan nya pada nya.


" Akan aku tunjukkan bahwa diriku pantas menjadi Ratu dan kau adalah orang pertama yang akan ku bunuh." ucap Chlorine dengan ekspresi dingin.


Aisha yang melihatnya tidak mau kalah dan juga mengeluarkan tongkat nya dan mengarahkan nya pada Chlorine.


" Siapa takut dan aku pastikan kau tidak akan menjadi Ratu. Jadi buanglah mimpi mu itu." ucap Aisha sambil tersenyum miring.


Chlorine yang sudah tidak bisa mengatasi kemarahan nya langsung membaca mantra.

__ADS_1


"distruggilo."


Countine...


__ADS_2