Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Suara Misterius


__ADS_3

Siapa makhluk yang tadi kau ajak bicara, Estelle?" tanya Theodore dengan suara rendah dan ekspresi wajah yang dingin.


Estelle tampak terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Theodore sebelum kemudian mengembalikan ekspresi nya menjadi semula.


" Sepertinya kau salah mengelihatnya Zephyr, dan lain kali jangan mengikuti ku dari belakang." ucap Estelle memperingatkan Theodore sebelum kemudian berjalan melewati nya dan pergi.


Sedangkan Theodore yang ditinggalkan sendirian tampak terdiam dengan ekspresi wajah pucat.


" Ekspresi macam apa itu." ucap Theodore yang sekilas mengingat ekspresi dingin dan menyeramkan ditunjukkan Estelle pada nya.


Jujur saja ekspresi itu membuat Theodore merasa sedikit ketakutan. Tetapi di sisi lain dirinya semakin penasaran siapa dan apa yang disembunyikan oleh Estelle.


Karena dirinya yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh gadis itu.


Senyum miring terbit di wajahnya Theodore menatap bulan purnama.


" Suatu hari nanti aku akan mendapatkan rahasia mu, Estelle karena tidak ada seorangpun yang bisa menyembunyikan sesuatu dari Zephyr." ucap Theodore.


Estelle berjalan cepat menuju kamarnya dengan ekspresi panik diwajahnya.

__ADS_1


Cekrek...


Sampai dikamarnya Estelle memperhatikan dimana kamarnya masih sepi Aisha maupun Chlorine belum balik dari ruang makan. Karena merasa tubuhnya lelah dan kotor Estelle memutuskan untuk merendamkan diri didalamnya kolam mandi.


Sambil memejamkan matanya Estelle memikirkan pertanyaan Theodore.


" Bagaimana, ini aku takut Theodore akan mengetahuinya." ucap Estelle.


...****************...


Keesokan paginya di ruang santai banyak sekali orang-orang yang sedang berkumpul mengingat ketua asrama akan menyampaikan sesuatu.


Aisha yang sedang mengelus kucing berbulu putih diberi nama Cookie memandang Chlorine dengan mata dingin menatap sekelilingnya.


" Cukup kacau, karena kemarin Pangeran Mahkota mendukung Bolivia dan menghina Mackie dengan buruk. Bahkan sampai membuatnya menangis." ucap Aisha menjelaskan nya dengan suara berbisik.


Estelle mendengarnya menyerngitkan dahinya sudah diduga bahwa Pangeran Mahkota akan mendukung tunangan nya.


Tidak berapa lama ketua bersama anggota asrama berdiri di atas tengah-tengah tangga dengan ekspresi datar.

__ADS_1


" Kalian semua maju ke sini." ucap Aristia Hera menyuruh semua siswa Diamond untuk berkumpul.


Estelle dan Aisha langsung berdiri dari kursi berjalan mendekati dengan siswa kelas 4 lain nya.


" Seperti yang dikatakan kepala sekolah, kami akan mengadakan kompetisi melawan asrama lainnya dan sayangnya ini hanya bisa dilakukan oleh siswa kelas 7. Jadi untuk siswa dibawah nya kepala sekolah melarang keras atau akan mendapatkan hukuman nya." ucap Aristia sebelum kemudian mengeluarkan tongkat nya dan mengayungkan nya.


Di tengah ruangan terdapat sebuah piala berwarna emas dengan api biru disekitar nya.


" Siswa kelas 7 yang ingin mendaftar masukan nama kalian di sana dan hanya 3 orang saja yang bisa mengikuti kompetisi ini. Kecuali untuk perlombaan kuda terbang dan ice skating kalian bisa melakukan seleksi bersama ketua nya masing-masing. Juga siapa saja yang menjadi pemenang nya dia akan mendapatkan hadiah langsung dari Raja." ucap Aristia.


Mendengar hadiah dari Raja seluruh siswa merasa senang mereka ingin sekali mendapatkan nya. Terutama Chlorine yang tampaknya mata nya bersinar dengan penuh obsesi ingin mengikuti kompetisi tersebut.


" Hei, Estelle apa kau ingin mengikuti ice skating?" tanya Aisha sambil menyengol bahu Estelle.


Sebelum Estelle menjawab tiba-tiba saja dirinya mendengar suara misterius.


" Akhirnya dia kembali, aku bebas....


Countine....

__ADS_1


__ADS_2