Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Estelle Terluka


__ADS_3

Estelle yang tidak siap tubuhnya langsung terjatuh berguling-guling di tangga. Chlorine yang melihatnya terkejut dia sama sekali tidak berniat untuk mencelakakan Estelle.


Di sela-sela kesadaran nya Estelle bisa melihat sebuah ingatan yang melintas di pikirannya.


" Kau harus mati anak iblis."


" Orang seperti mu tidak pantas hidup."


" Anak yatim piatu yang tidak tahu diri, harus mati...mati."


Estelle hanya memejamkan matanya sampai ketika sampai di bawah tiba-tiba saja ada seseorang yang menangkap tubuhnya hingga kepalanya tidak terbentur oleh lantai keras.


Sebelum pingsan Estelle bisa melihat bayangan rambut biru.


" Sia...pa ka...mu..." ucap Estelle sebelum benar-benar pingsan.


Estelle bisa merasakan sakit kepada kepalanya ketika ia membuka matanya. Penglihatan hanya melihat sebuah atap putih.


" Anda sudah sadar mrs Hope?" tanya seorang wanita berusia 35 tahun berpakaian jubah putih panjang menghampirinya.


Estelle hanya menggangguk kepalanya karena jujur saja tenggorokan nya merasa sakit dan kering.

__ADS_1


Wanita itu merupakan seorang perawat mengerti gerak-gerik Estelle langsung membantu bangun untuk menyandarkan tubuhnya dengan bantal dan segelas air.


" Minumlah." ucap perawat itu menyuruh Estelle untuk minum.


Estelle pun langsung menerima segelas air putih dari perawat itu sebelum kemudian meminumnya hingga habis.


" Terima kasih.Mrs." ucap Estelle bingung mau memanggil perawat itu apa.


" Panggil saja saya madam Rosetra. Saya adalah perawat di Emerald Academy. Jadi jelaskan bagaimana kejadian anda bisa terluka di kepala, Mrs Hope?" tanya Madam Rosetra bertanya kronologis kejadian sebelumnya.


Estelle yang tangannya masih memegang gelas tatapan nya ragu untuk menceritakan semuanya. Mengingat kedua orang tua Mackie bukan orang biasa. Pastinya dia akan merepotkan kedua orang tuanya.


" Ceritalah semuanya akan baik-baik saja, saya jamin kepala sekolah akan memberikan detensi bagi pelaku melakukannya." ucap Madam Rosetra berusaha menyakinkan Estelle untuk bercerita.


Estelle menghela nafas nya berusaha tetap tenang sebelum kemudian menceritakan kronologis kejadian tadi.


Dimulai dimana dirinya bertengkar dengan Chlorine hingga dimana tubuhnya di dorong dan seseorang yang membantunya.


Selesai bercerita Estelle bisa melihat ekspresi marah yang dikeluarkan oleh Madam Rosetra.


" Sialan hanya karena mereka mendapatkan dukungan Raja membuat sikap nya angkuh. Saya sepertinya harus menceritakan nya kepada kepala sekolah Esmeralda." ucap Madam Rosetra dengan penuh emosi.

__ADS_1


Mendengarnya membuat ekspresi Estelle memucat memikirkan Madam Rosetra memberitahu kepala sekolah.


" Apa berarti jika madam memberitahu...." ucap Estelle terpotong ketika mendengar suara seseorang yang berbicara dengan nada dingin.


" Apa maksud ucapan mu Princess?" tanya seorang pria yang baru saja masuk ke dalam.


Mulut Estelle terbuka melihat siapa yang datang ke ruangan nya.


" Daddy." ucap Estelle memanggil Harrison yang baru saja datang.


Harrison berjalan dengan anggun namun pasti menghampiri Estelle. Bahkan madam Rosetra yang melihat keberadaan Harrison terkejut mungkin karena aura ketampanan nya.


Harrison memeriksa kepala Estelle yang di perban membuat marah karena berani melukai anaknya. Tapi dirinya harus bersikap tenang supaya orang tidak curiga akibat aura sihirnyaa yang berbeda.


" Bagaimana keadaan mu Princess?" tanya Harrison sambil mengelus rambut Estelle dengan pelan.


" Aku baik-baik saja daddy, jadi bagaimana daddy bisa datang kemari?" tanya Estelle mengalihkan pembicaraan karena dirinya takut apa yang akan dilakukan Harrison.


Memang benar tanpa sepengetahuan Estelle, Harrison sedang menyiapkan sesuatu untuk membalas nya...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2