
Anda sangat pemberani gadis kecil. Apa saya boleh menanyankan nama mu?" tanya Cosabella sambil tersenyum lebar.
Sedangkan Theodore yang mendengar ucapan ibunya menatapnya dengan terkejut.
" Namaku Estelle Desmon senang berkenalan dengan anda, Mrs. Zephyr." ucap Estelle menjawabnya dengan ramah.
Cosabella menggangguk kepalanya sebelum kemudian menatap Theodore dengan tatapan sulit.
" Ini akan menjadi pertemuan yang menyenangkan. Tapi sayangnya hari ini saya ada urusan penting jadi kita tidak bisa berbicara lebih lama." ucap Cosabella dengan perasaan tidak nyaman.
" Tidak apa-apa Mrs. Zephyr mungkin lain kali bisa berbicara bersama." ucap Clarissa sambil tersenyum.
Setelah itu Cosabella dan Theodore pergi meninggalkan toko pakaian Evrin.
" Mother, mengapa anda menatap wanita itu dengan ketakutan?" tanya Theo penasaran karena menurutnya orang tua gadis kecil itu merupakan manusia biasa.
Dengan kata lain mereka adalah orang buangan tidak sepantasnya ibunya pada mereka.
Tapi Cosabella yang mendengarnya malah menatap tajam Theodore.
__ADS_1
" Mereka bukan orang biasa, mother meminta mu untuk lain kali jangan berkata sembarangan. Kita tidak tahu siapa mereka tanpa mencari tahu lebih dulu." ucap Cosabella dengan tegas.
Theodore yang tidak bisa membantah perintah Cosabella langsung menyetujui nya. Tapi dalam hati dirinya masih penasaran dengan gadis yang memiliki mata Heterochromia. Seseorang mempunyai dua warna berbeda pada mata nya.
Gadis kecil bernama Estelle memiliki dua warna mata berbeda biru dan hijau sesuatu yang sangat jarang terjadi bagi kalangan Mahou. Theodore juga bisa merasakan sihir kuat pada gadis itu.
" Sepertinya aku akan mencari tahu tentang Estelle Desmon." batin Theodore sambil tersenyum misterius.
...****************...
" Terima kasih atas bantuan nya, Mrs. Evrin." ucap Clarissa berterimakasih kepada pemilik toko pakaian itu karena telah membantu Estelle.
" Tidak masalah semoga si kecil betah di Emerald. Di sana akan ada petualangan yang akan menanti." ucap Chiara.
" Saya akan menantikan nya, Mrs. kalau begitu saya permisi bye..." ucap Estelle melambaikan tangan nya sebelum kemudian keluar dari toko pakaian Evrin bersama Clarissa dan Darren.
Clarissa menggenggam tangan Estelle mengingat stone city ramai dengan orang tua dan anak-anak. Mengetahui tahun ajaran baru di September mendatang membuat semua anak-anak tidak sabar masuk ke Emerald.
" Mari kita saksikan penampilan es skating sihir yang terkenal Miyazano Akari."
__ADS_1
Estelle yang melihat layar besar terpasang di menara tertinggi mata nya berbinar. Melihat seorang perempuan berambut cokelat dan mata pink sedang memutar di atas es yang melayang di udara.
" Wah...ini keren." gumam Estelle dengan pandangan kagum.
Clarissa yang juga melihatnya takjub bagaimana seorang perempuan perkiraan berusia 15 tahun sedang membuat jalur es menggunakan sihirnya sambil menggenakan sepatu luncur dan membuat gerakan yang indah.
" Apa terjadi sesuatu?"
Suara seseorang berasal dari belakang mengejutkan Clarissa. Ketika ia membalikkan badannya terlihat Harrison berdiri sambil menyeringai tipis.
" Tidak kami cuma melihat es skating sihir itu luar biasa." ucap Clarissa menjelaskan.
Harrison menggangguk kepalanya sebelum pandangannya ke arah Estelle yang masih terus melihat permainan es skating di layar.
" Princess kita harus segera pergi ke toko selanjutnya sebelum senja." ucap Harrison memanggil Estelle.
Estelle mendengar suara Harrison langsung membalikkan badannya dan berjalan menghampiri kedua orang tuanya beserta saudaranya.
Tapi pikiran Estelle masih tertuju es skating sihir yang membuatnya takjub.
__ADS_1
" apa aku bisa seperti dia." batin Estelle ragu.
Countine...