
Sebenarnya Harrison sama sekali tidak menyukai berada di dunia manusia non sihir. Karena baginya orang yang tidak mempunyai sihir adalah lemah.
Pandangan Harrison tertuju ke arah Clarissa yang sedang tertidur atau lebih tepatnya sedang pingsan mungkin dirinya sedikit memaksa nya.
Harrison tidak menyangka karena dirinya terluka akibat serangan dari tangan kanan raja. Bisa membuatnya bertemu dengan perempuan yang menghabiskan waktu selama tiga bulan bersama Clarissa. Walaupun Clarissa dalam kendali seseorang tapi itu sama sekali tidak membuat Harrison cepat menyingkirkannya.
Malah sepertinya dia sedikit membuat nya penasaran dengan perasaan asing sama sekali tidak dirinya ketahui.
Ceklek...
Harrison tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara pintu terbuka memperlihatkan seorang anak perempuan sedang menatapnya.
" Apa mommy sudah bangun?" tanya Estelle orang yang masuk ke dalam kamar Clarissa.
Harrison berjalan mendekat menatap Estelle. Dirinya bisa memperkirakan rambut cokelat perpaduan pirang merupakan gabungan dia dan Clarissa. Apalagi mata nya yang unik Harrison juga bisa merasakan sihir Estelle sudah mulai muncul.
" Belum, sepertinya Clarissa terlihat kelelahan. Jadi apa yang ingin Estelle lakukan ke sini?" tanya Harrison bersikap lembut kepada Puterinya yang hadir tanpa dirinya duga.
Estelle memainkan kedua jarinya tampak ragu untuk memberitahukan nya kepada Harrison. Meski Estelle yakin dia adalah orang baik tapi mengingat pesan dari mommy nya untuk menyembunyikan kekuatan nya atau akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
__ADS_1
" Tidak ada tuan, Estelle cuma mau melihat mommy saja." ucap Estelle berbohong.
Harrison yang mendengarnya tidak sepenuhnya percaya kemudian dengan sembunyi dia membaca pikiran Estelle.
Senyum Harrison langsung terbit mengingat sihir pertama Estelle yang kuat. Melihat bahwa sepertinya Estelle takut untuk memperlihatkan nya Harrison kemudian menunjukan gerakan sederhana sihirnya membuat kertas kosong yang di temukan diatas meja dan merubahnya menjadi boneka beruang yang lucu.
Estelle yang melihatnya terperangah sekaligus kagum.
" Itu hebat apa kau seperti kami?" tanya Estelle dengan mata berbinar masih merasa takjub.
" Tentu saja itu nyata, tapi kita harus merahasiakannya." ucap Harrison merasa bangga karena puterinya menyukai sihir.
Harrison puas karena Estelle mau mendengarkannya.
" Bagaimana kalau sekarang saya akan mengajarkan Estelle kecil tentang mantra sederhana." ucap Harrison menawarkan untuk mengajarinya.
Tentu saja Estelle yang mendengarnya langsung melompat senang.
" Aku mau...aku mau, Estelle ingin belajar menjadi Mahou dan suatu hari nanti Estelle akan mengajak mommy untuk pergi ke belka." ucap Estelle menerima tawaran Harrison.
__ADS_1
Mendengar itu tubuh Harrison sedikit tersentak dirinya tidak menyangka impian dari Estelle. Sepertinya Estelle sangat menyayangi ibunya.
" Itu impian yang bagus kalau begitu mari kita latihannya." ucap Harrison.
...****************...
Clarissa terbangun dan melihat sekitar kamarnya sudah gelap sambil memijit pelipisnya dirinya perlahan turun dari ranjangnya menuju kamar mandi dengan langkah pelan.
Clarissa melihat pantulan dirinya dari cermin penampilannya yang berantakan membuatnya menyadari sesuatu terjadi sebelum dirinya pingsan.
" Aku tidak menyangka bahwa perempuan ini sangat banyak menyimpan rahasia. Apa sebenarnya yang terjadi kepadanya itu sungguh keterlaluan suatu hari nanti jika aku menemukan pria itu. Aku akan menghancurkan hingga berkeping-keping." ucap Clarissa yang merasa kesal dan dendam kepada pria asing di pikiran nya.
Kemudian setelah itu Clarissa keluar untuk mengecek Estelle. Tiba-tiba saja Clarissa baru mengingat tentang Estelle dan Harrison langsung bergegas berlari keluar kamarnya.
Clarissa takut Harrison akan mencelakakan Estelle. Mengingat sepertinya Harrison tidak mengharapkan kehadiran Estelle.
Ketika Clarissa berada di ruang keluarga bertapa terkejutnya ia......
Countine...
__ADS_1