
Setelah wanita bernama Esmeralda pergi seketika tubuh Clarissa merasa lemas. Hampir saja dirinya jatuh jika tidak Harrison menahannya. Sedangkan Darrel sudah di turunkan dari gendongan nya sejak tadi dan membiarkan balita kecil itu bermain dengan mainannya.
" Akhirnya ketakutan ku terjadi." gumam Clarissa dengan tatapan sendu.
Harrison yang mendengarnya sama sekali tidak mengerti alasan apa sampai Clarissa melarang Estelle untuk sekolah di akademi Emerald. Bukannya seluruh anak di belka sangat mengharapkan bisa bersekolah di sana.
Tapi Harrison merasa Clarissa seolah menyembunyikan sesuatu sampai mempunyai alasan untuk Estelle memasuki dunia Mahou.
" Sepertinya aku harus mencari tahu alasan apa sampai Clarissa melarang Estelle untuk di akademi. Apalagi sekarang raut wajahnya tampak ketakutan seolah akan ada seseorang yang akan mencelakai Estelle." batin Harrison diam-diam memandang curiga Clarissa.
Makan malam keluarga Desmon hari ini berbeda karena biasanya Estelle yang selalu berbicara saat ini terlihat diam. Begitu juga Clarissa yang hanya diam sambil menyuapi Darren makan.
Harrison yang melihatnya menghela nafasnya sepertinya malam ini adalah makan malam terburuk sejak dia berada di keluarga ini selama 4 tahun terakhir.
Sekarang Harrison sedang berusaha menidurkan Estelle. Karena Estelle terlihat marah dengan Clarissa sebab tidak mengijinkannya untuk sekolah di Akademi Emerald.
__ADS_1
" Dad, bagaimana akademi Emerald bukannya Daddy dulu bersekolah di sana?" tanya Estelle yang sekarang berbaring di ranjangnya.
Harrison yang ingin membacakan cerita terdiam mendengar pertanyaan Estelle.
" Akademi Emerald adalah tempat dimana aku merasakan rumah untuk pertama kalinya. Saya dulu tinggal dimana semuanya mengganggap ku monster." ucap Harrison menceritakan masa kecilnya untuk pertama kalinya di hadapan puterinya sendiri.
Estelle yang mendengarnya terkejut karena dirinya sama sekali tidak mengetahui masa lalu ayahnya.
" Mengapa kau dianggap monster padahal Daddy adalah orang yang baik. Daddy pahlawan bagi Estelle dan Darren." ucap Estelle membantah karena dirinya tidak suka Harrison dianggap monster.
" Bahkan puteriku tidak mengetahui seberapa jahatnya aku ketika dia mengganggap ku pahlawan nya." batin Harrison sambil tersenyum kecut memikirkan ucapan Estelle tentangnya.
" Estelle tidak perlu khawatir, jika tidak berada di akademi karena Daddy akan mengajarkan mu semua tentang Mahou dan sihirnya." ucap Harrison mengalihkan pembicaraan.
" Tapi Estelle ingin sekolah di akademi seperti Daddy, Estelle ingin mempunyai teman yang membicarakan tentang Mahou, meski Estelle cuma teman di sini tapi berbeda mereka tidak memiliki sihir seperti kita. Tapi Estelle tahu tidak bisa membuat mommy terluka, mommy tadi sangat sedih karena Estelle akan sekolah asrama jauh maka alasan itu mommy menolaknya bukan, Dad." ucap Estelle dengan memperlihatkan mata biru dan hijau berbinar melihat Harrison.
__ADS_1
Harrison yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya sambil memberikan kecupan selamat malam di dahi Estelle.
" Lebih baik sekarang tidur dad akan berusaha berbicara dengan mom. Barang kali mommy mu akan berubah pikirannya." ucap Harrison.
Estelle menggangguk kepalanya sebelum kemudian tidak lama setelahnya dia tertidur pulas. Harrison yang melihatnya hanya tersenyum.
" Selamat malam princess." ucap Harrison sebelum mematikan lampu dan keluar dari kamar Estelle.
Ketika Harrison berniat kembali ke kamarnya dirinya melihat Clarissa yang berdiri dengan mata berlinang air mata.
Harrison yang melihat nya langsung memeluk membiarkan isterinya menangis di pelukannya.
Benar saja tidak lama setelahnya Clarissa menangis sampai beberapa menit kemudian setelah dirinya tenang. Akhirnya Clarissa membuka suaranya.
" Aku sudah membuat keputusan Harry....
__ADS_1
Countine...