Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Jalan Pertama Darren


__ADS_3

" Sepertinya ada yang iri." ucap Clarissa memecahkan suasana sebelum kemudian dia melepaskan pelukannya dan berlari menuju lantai dua.


Harrison dan Estelle melihat satu sama lain sebelum kemudian tertawa bersama.


Sedangkan Clarissa yang berada di kamar Darren melihat puteranya sudah berdiri di box bayi nya dengan mata berlinang air mata.


" Hei, jagoan kecil." ucap Clarissa yang menggendong Darren menenangkan nya.


Darren membenamkan wajahnya di bahu Clarissa sambil terisak pelan. Clarissa yang mendengarnya hanya menepuk punggungnya dengan pelan.


" Mari kita temui dad dan kakak mu." ucap Clarissa yang membawa Darren turun dari lantai bawah.


Saat Clarissa turun dari tangga senyum terbit melihat Estelle sedang menonton televisi dengan Harrison memangku nya.


Meski keluarga mereka kemarin diliputi perdebatan kecil antara dirinya dan Estelle. Tapi semuanya sudah kembali normal Clarissa sebenarnya masih khawatir dengan keputusannya untuk mengijinkan anaknya bersekolah di akademi. Apalagi dengan akhir Estelle yang membuatnya sedih dan hancur.


Membuatnya Clarissa awalnya menolak Estelle untuk pergi ke akademi. Tapi setelah mendengar percakapan Estelle dan Harrison di situ dirinya sadar ia tidak boleh egois merenggut kehidupan yang seharusnya di dapatkan puterinya sebagai Mahou.


Sekarang Clarissa hanya berharap bahwa Estelle tidak menghadapi kesulitan dan tidak jatuh cinta kepada anak raja.


Ketika Clarissa sudah turun ke lantai bawah Darren mengoceh berusaha meminta turun dari gendongannya.

__ADS_1


Clarissa yang tahu bahwa putera kecil nya ingin berjalan menurunkan nya dan menuntutnya berjalan menghampiri Harrison serta Estelle.


Estelle yang melihatnya langsung turun dari pangkuan Harrison sebelum kemudian duduk di lantai menyemangati Darren.


" Ayo...Darren kau pasti bisa." ucap Estelle antusias sambil menepuk kedua tangannya.


Darren mendengar suara antusias Estelle langsung tertawa sambil berjalan menghampirinya dan tangannya yang maju ke depan seolah mau meraihnya.


Clarissa yang sudah melepaskan tangan Darren langsung terharu melihat puteranya sudah bisa berjalan sendiri.


Harrison yang melihatnya hanya diam dengan ekspresi datar seolah tak antusias. Tapi jika dilihat dari dekat ada matanya menatap Darren dengan bangga.


Darren akhirnya sampai ke Estelle setelah berjalan dengan tertatih-tatih dan memeluk nya.


Darren mendengar kata hadiah langsung melompat senang.


" Diah...Diah....dad.." ucap Darren yang melepaskan pelukan Estelle dan menghampiri Harrison.


Harrison menyambut Darren dengan baik dan menggendongnya.


" Kau sudah bisa berjalan sendiri itu bagus." ucap Harrison sambil mengacak rambut pirang Darren.

__ADS_1


Darren hanya tersenyum lebar memperlihatkan beberapa gigi nya yang mulai tumbuh.


Harrison memperhatikan Estelle sambil mengatakan sesuatu.


" Sepertinya kita harus pergi belanja." ucap Harrison kepada Estelle.


" Belanja apa Harry, bukan nya kita sudah belanja dua hari lalu. Memang nya ada yang ingin kau beli Harry?" tanya Clarissa yang bingung dengan ucapan Harrison.


Harrison hanya tertawa lemah meskipun isterinya seseorang yang cerdas tapi terkadang ia bisa menjadi orang polos seperti anak kecil.


" Tidak kali ini kita akan belanja untuk perlengkapan sekolah Estelle." jawab Harrison.


Estelle mendengarnya matanya langsung berbinar.


" Sungguh apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Estelle antuasias.


Harrison hanya menggangguk kepalanya sebagai jawaban iya.


Clarissa yang memperhatikannya sejak tadi hanya mengetuk dagu nya sambil memiringkan kepalanya ke samping.


" Memang nya di London ada yang jual perlengkapan sekolah sihir?" tanya Clarissa yang dalam mode polosnya.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2