Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Tidak Mudah


__ADS_3

Tidak boleh siswa asrama lain mengijakan kakinya di tempat bukan mesti nya." ucap Akari yang memegang tangan Estelle.


Estelle yang mendengarnya bingung apalagi semua orang memusatkan pandangannya ke arah nya. Karena tidak mau berbuat lebih banyak masalah akhirnya dirinya hanya menggangguk kepalanya sebelum kemudian duduk bareng bersama Aisha.


Estelle hanya memakan roti selai strawberry dan secangkir teh ketika Akari menyerahkan sebuah gulungan perkamen kepadanya.


" Ini jadwal mu dan ingat jangan membuat kesalahan seperti tadi. Jika kau ingin menemui teman mu yang berada di asrama usahakan di luar jam sekolah." ucap Akari sebelum kemudian pergi.


Estelle yang mendengarnya hanya terdiam sambil memperhatikan tatapan mengejek dari Chlorine.


" Sepertinya sekolah di sini tidak semudah di bayangkan." batin Estelle sambil menghela nafas nya.


...****************...


Harrison hari ini harus keluar kota meninggalkan Clarissa dan Darren selama dua hari.


Clarissa yang saat ini melihat Harrison menggendong Darren sedang menangis tidak rela di tinggal oleh daddy nya hanya menggelengkan.


" Darren, lepaskan Daddy sekarang ya. Ayo Darren. " ucap Clarissa menggendong Darren yang memberontak.


" Daddy....huaa...Daddy...." ucap Darren menangis sambil mengulurkan tangannya meminta Harrison untuk menggendong nya.


Harrison sebenarnya tidak tega hanya tersenyum sebelum mencium kening Darren.

__ADS_1


" Daddy harus pergi sekarang, nanti ketika daddy pulang akan memberikan mu hadiah untuk mu baby boy. Aku pergi dulu sayang." ucap Harrison kepada Clarissa dan Darren.


Clarissa yang mendengarnya menggangguk kepalanya.


" Hati-hatilah." ucap Clarissa pelan sambil tersenyum.


Harrison hanya menggangguk kepalanya sebelum kemudian membalikan badan nya pergi meninggalkan rumah.


Darren yang melihatnya hanya menangis ketika Harrison sudah jauh pandangannya.


" Daddy." gumam Darren pelan.


Clarissa yang mendengar nya tersenyum ketika menyadari Darren memanggil kata daddy dengan sempurna.


Darren yang tadinya menangis seketika langsung tertawa terbahak-bahak.


Tanpa di sadari kebahagiaan ibu dan anak itu Harrison melihatnya dari kejauhan. Dirinya merasa senang anak-anak nya di besarkan oleh seorang ibu yang baik dan memiliki masa kecil yang bahagia.


Kemudian setelah itu Harrison membalikan badannya dan menghilang meninggalkan dedaunan yang berterbangan.


Tidak lama setelahnya Harrison tiba di sebuah ruang kerja. Membuat sang pemilik sedang mengerjakan sesuatu oleh nya.


" Tuan ku, buat apa anda berada di sini?" tanya nya masih dalam keadaan terkejut.

__ADS_1


Harrison yang tidak suka ada orang menanyai nya langsung melotot ke arah pria.


" Apa saya harus membuat izin jika berkunjung ke sini, Lennox?" tanya Harrison dengan suara rendah dan tatapan mata yang dingin membuat Lennox langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


" Tidak suatu kehormatan anda datang di manor kami." ucap Lennox sambil membungkuk hormat.


Harrison hanya diam sebelum kemudian memilih duduk di sofa di ruang kerja Lennox.


" Saya tidak mau membuang waktu, apa kau sudah menemukan salah satu kristal itu?" tanya Harrison yang langsung memberitahu tujuan kedatangannya.


Lennox yang mengerti menggangguk kepalanya sambil menyerahkan sebuah perkamen tua kepada Harrison.


" Saya mendapatkan nya dari toko antik di salah satu toko tergelap, Stone city. Di peta ini memberitahu sebuah lokasi tentang keberadaan kristal biru." ucap Lennox menjelaskan.


Harrison yang mendengarnya menyerngitkan dahinya.


" Dimana itu?" tanya Harrison lagi dengan sorotan mata tertarik.


Lennox menyeringai sebelum kemudian menjawab.


" Benua terdingin, Antartika....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2