Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Chlorine Yang Tidak Pernah Berubah


__ADS_3

Tapi semua pemikiran itu hilang ketika tiba-tiba saja peri kecil berterbangan sambil membawa bola cahaya di tangan mungilnya. Peri kecil itu pun berkumpul membentuk sebuah kata.


" Welcome Festival Ball."


" Welcome Festival Ball." ucap Estelle membaca kata itu.


Aisha yang di seberang nya langsung menjerit kegirangan sambil menggoyangkan tubuh Estelle.


" Apa kau tahu itu, Estelle di saja Festival Ball." ucap Aisha sambil tersenyum lebar.


Estelle yang mendengarnya mengerutkan keningnya terlihat bingung dengan reaksi Aisha.


" Mengapa kau terlihat senang, memangnya apa itu Festival Ball?" tanya Estelle.

__ADS_1


Aisha yang mendengar pertanyaan Estelle memandang nya secara dramatis. Tapi sebelum menjawab tiba-tiba saja kepala sekolah Esmeralda membuka suaranya.


" Kita akan mengadakan Festival Ball setelah 10 tahun terakhir tidak diadakan akibat kejadian itu. Kali ini kita akan mengadakan nya kembali Festival kali ini meliputi cabang kegiatan Akademi dimana ada beberapa lomba yang diadakan. Seperti perlombaan pegasus, ice skating sky, serta a fight between life and death. Jadi saya hanya mengizinkan siswa berusia 17 tahun saja yang memperbolehkan nya dan saya tidak ada kelalaian untuk kepala asrama membantu proses pendaftaran tahun ini. Kita akhiri pertemuan ini." ucap Kepala sekolah Esmeralda sebelum kemudian membubarkan para siswa untuk pergi ke asrama masing-masing.


" Baiklah para siswa ikut saya." ucap seorang perempuan berambut hitam bernama Aristia Hera.


Salah satu ketua baru di asrama Diamond dimana setiap tahun akan diadakan pemilihan ketua oleh dewan akademi. Ketua itu hanya bisa dipilih di tahun 5-6 akademi.


Estelle dan Aisha menggangguk kepalanya sebelum kemudian berjalan menuju asrama nya. Selama perjalanan Estelle tidak bisa mengalihkan perhatiannya ke arah Mackie dimana sekarang banyak sekali perubahan pada nya.


Estelle yang melihatnya sejujurnya tidak tega dan ingin sekali menjadi teman nya. Tapi sayangnya Mackie masih bersikap sombong pada nya dan mengatakan bahwa dia akan menjadi Ratu suatu hari nanti. Mendengarnya saja saat itu Estelle memutar bola matanya dengan malas.


Sedangkan Chlorine semakin mempercepat langkahnya karena banyak orang-orang yang membicarakan nya. Apalagi setelah kejadian dimana Raja Chris memutuskan hubungan pertunangan nya dengan Pangeran Mahkota.

__ADS_1


" Lihatlah dia masih sombong saja."


" Tidak tahu malu, memang pantas saja Raja mencari pengganti nya karena dia sama sekali tidak pantas menjadi seorang Ratu."


" Aku bersyukur sejak kematian Lord Mackie semuanya baik-baik. Karena kita tidak bisa melihat sikap sombong Mackie hahahaha...."


Semua orang menertawakan nya Chlorine menghentikan langkahnya sambil memandang sekeliling lebih tepatnya kerumunan yang sedang memperhatikan nya. Pandangan Chlorine ke arah Estelle yang hanya memandang nya dengan datar sama sekali tidak terlalu mempedulikan orang-orang menertawakan nya.


Chlorine mengepalkan tangannya sebelum kemudian menggunakan sihir api untuk menyerang mereka semuanya.


Tentu saja semua orang yang sedang menertawakan Chlorine langsung kena dan tubuhnya mental jauh. Estelle dan Aisha yang melihatnya hanya bisa membuka mulutnya terbuka karena keberanian Chlorine menyerang siswa lain.


Chlorine yang melihatnya tersenyum miring merasa puas bisa menyerang mereka semuanya. Tapi senyuman itu tidak lama ketika ia mendengar suara seseorang.

__ADS_1


" Mrs, Mackie...


Countine...


__ADS_2