Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Chapter 65


__ADS_3

Sayang. aku mengatakan sesuatu padamu,saya memutuskan untuk kita pindah ke dunia sihir." ucap Harrison nengutarakan niatnya untuk pindah.


Clarissa yang mendengar nya cukup terkejut dengan keputusan Harrison terkesan mendadak.


" Apa kau yakin, ingat kita mempunyai pekerjaan masing-masing. Aku tidak bisa meninggalkan Cafe begitu saja tanpa pengawasan dan juga bukannya secara tidak langsung kau harus mempunyai pekerjaan baru?" tanya Clarissa mengutarakan semua kekhawatiran nya ketika mereka jadi pindah ke dunia sihir.


Harrison tersenyum mendengar pertanyaan Clarissa selama 3 tahun pernikahan nya. Tidak sedikit pun Harrison menghilangkan perasaan kagum nya terhadap Clarissa wanita pemberani,licik, pandai berbisnis, dan juga seorang ibu serta isteri yang baik.


Apalagi Harrison tahu bahwa Clarissa merupakan seorang penyihir kuat seperti dirinya.


" Saya sudah mendapatkan pekerjaan di kementerian sebagian pemecah kutukan. Jadi kau tidak perlu khawatir masalah keuangan. Tapi jika mau kita menunggu sampai mendapatkan orang kepercayaan untuk Cafe itu tidak masalah atau kita tetap bisa tinggal di sini saja." ucap Harrison memberikan solusi karena dirinya tahu tidak mudah bagi Clarissa untuk melepaskan apa yang di perjuangankan selama ini.


Begitu juga dirinya yang tidak akan pernah bisa melepaskan apa menjadi hak nya selama ini. Apalagi sekarang Raja Chris sudah satu langkah di depannya dengan mengancam orang-orang nya untuk berpihak kepada istana.


Clarissa yang mendengar solusi Harrison sedikit bernafas lega bersyukur suaminya tidak memaksa nya.

__ADS_1


" Aku membutuhkan waktu berpikir apa itu terjadi masalah?" ucap Clarissa ragu.


Harrison yang mendengarnya menggangguk kepalanya sambil mencium kening Clarissa dengan lembut.


Setelah itu Harrison dan Clarissa saling menatap satu sama lain.


" Tentu saja sayang kau bisa mengambil yang di butuhkan." ucap Harrison sambil tersenyum lembut.


" Terima kasih Harry. kau adalah pria yang terbaik dan aku mencintai mu." ucap Clarissa menatap mata Harrison yang biru.


Begitu juga Harrison menatap mata hijau Clarissa yang membuat nya terpesona.


Harrison menikmati keromantisan nya bersama Clarissa. Sampai dimana Darren yang tiba-tiba saja berada di tengah-tengah mereka marah dan berusaha menjauhkan Harrison dari Clarissa.


"Dad....no...no..mom..." ucap Darren yang belum lancar terlihat kesal berusaha menjauhkan Harrison dari Clarissa menggunakan tangan kecil nya.

__ADS_1


Harrison dan Clarissa saling melirik satu sama lain sebelum kemudian tertawa bersama.


" Hahaha...my Boy sepertinya kita harus mengajak mu jalan-jalan ke taman, bukan begitu daddy." ucap Clarissa meminta pendapat ke Harrison.


Harrison melihat cuaca cerah menggangguk kepalanya sepertinya tidak salah mereka pergi ke taman. Lagipula dirinya butuh waktu rileks setelah dari kementerian kemarin.


" Ayo tidak ada salah nya kita jalan-jalan ke taman di tengah musim gugur." ucap Harrison akhirnya menyetujui usulan Clarissa.


...****************...


Estelle berjalan bersama Aisha menuju aula makan. Dengan menggenakan jubah kemeja putih, di tutup sweater hitam, rok hitam di bawah lutut serta jubah putih dengan lambang diamond di bagian dada kanannya.


Ketika Estelle dan Aisha memasuki aula makan dirinya melihat Arthur yang sedang makan sarapan nya sendirian semua teman-teman satu asrama nya tampak nya mengucilkan nya.


Tidak tega melihatnya Estelle berjalan menuju ke tempat duduk asrama ruby, sebelum tiba-tiba saja tangan nya di genggam nya oleh seseorang.

__ADS_1


" Tidak boleh siswa asrama lain mengijakan kakinya di tempat bukan mesti nya...


Countine...


__ADS_2