
Suatu hal yang mudah bagi seseorang meningkatkan kekuatan. Mampu meredam suara yang di timbulkan melalui teleport. Sayangnya pembicaraan kali ini kita harus akhiri soalnya ada sesuatu yang harus saya urus. Sayonara." ucap Harrison yang langsung menembas kepala raksasa es itu hingga hancur.
Setelah raksasa es itu hancur menjadi sebongkah es. Harrison hanya diam sebelum kemudian mengatakan sesuatu di tepi jurang.
" Tangga." ucap Harrison yang setelah itu menampilkan tangga dengan berbentuk es.
Harrison menyentuh pegangan tangga itu dengan hati-hati seolah-olah dia bisa merasakan sihir nya menyatu ke tangga itu. Tanpa membuang waktu lagi Harrison langsung berjalan menaiki tangga hingga sampai di sebuah pintu besar terbuat dari es dengan di tengah-tengah nya terdapat sebuah lambang kepingin salju.
Harrison langsung mengeluarkan sebuah kalung pemberian mendiang ibunya yang sudah meninggal sejak bayi. Harrison memandang kalung itu dengan tatapan sendu sebelum kemudian menempelkan nya tepat di tepat kepingin salju berada.
Ceklek...
Senyum Harrison mengembang ketika melihat pintu es terbuka dan memperlihatkan isi dalam istana es tersebut.
" Mari kita cari kristal itu." gumam Harrison dengan pelan.
__ADS_1
...****************...
Estelle saat ini sedang berada di berada di taman lebih tepatnya di tepi danau buatan bersandar di salah satu pohon yang berada di kawasan Emerald.
Setelah mendengar cerita tentang pangeran kegelapan entah kenapa Estelle masih terus kepikiran dan penasaran dengan identitas aslinya. Estelle merasa yakin bahwa dirinya merasa mengenal Pangeran kegelapan mahou di takuti selama lebih beberapa tahun terakhir. Meski orang-orang beranggapan bahwa pangeran kegelapan mati. Tapi Estelle yakin bahwa dia masih hidup.
Ketika Estelle sibuk melamun tiba-tiba saja Arthur datang menghampirinya.
" Hei, Estelle." ucap Arthur menyapa Estell sambil tersenyum.
Estelle yang tersadar dari lamunannya menatap Arthur sambil tersenyum juga.
Arthur yang melihatnya langsung duduk di samping Estelle sambil memandang danau buatan berwarna biru.
" Tempat ini indah untuk menghabiskan waktu sendirian." ucap Arthur membuka suaranya.
__ADS_1
Estelle yang sedang membaca buku di pangkuannya menoleh ke arah Arthur sebelum menggangguk kepalanya membenarkan ucapannya.
" Jadi apa kau masih berteman dengan Jolly?" tanya Estelle berharap Arthur akan menjawabnya kali ini.
" Sayangnya tidak mungkin karena dia akhir nya menyadari bahwa diriku sama sekali tak berguna selain di cap sebagai keluarga pengkhianat kerajaan. Mungkin juga seluruh teman asrama ku menjauh dariku." ucap Arthur menjawabnya dengan nada suara sendu.
Estelle yang mendengarnya hanya menundukkan kepalanya sepertinya dirinya juga tidak bisa berteman lebih lama dengan Jolly karena di sini ia hanya di kenal sebagai anak biasa tanpa status sosial apapun.
Kemudian Estelle menggenggam tangan Arthur membuat sang empu yang melihatnya terkejut.
" Aku akan tetap menjadi teman ku, walaupun semuanya menjauhi kita selamanya persahabatan akan terus terjalin." ucap Estelle dengan nada yakin.
Membuat Arthur yang mendengarnya wajahnya seketika merona merah sebelum kemudian akhirnya menggangguk kepalanya menyetujui permintaan untuk menjadi teman nya. Akhirnya setelah sekian lama ada seseorang yang mau menjadi sahabat nya tanpa memandang keluarganya.
Apalagi sahabat itu adalah seorang anak perempuan yang memiliki ciri fisik yang tidak biasa. Memiliki kedua bola mata yang berbeda dan rambut pirang kecokelatnya. Apalagi dengan sifatnya yang polos dan bersemangat membuat Arthur ingin terus melindungi nya dari orang yang berniat melukai nya.
__ADS_1
" Terima kasih, aku akan berjanji akan terus melindungi mu." batin Arthur.
Countine....