
Ketika Harrison ingin membuat jembatan tiba-tiba saja ada seorang raksasa yang sekujur tubuhnya terbuat dari es berdiri di hadapan nya dengan membawa kapak.
" Apa tujuan mu datang kemari?" tanya raksasa es sambil menatap Harrison.
Harrison sama sekali tidak takut dengan raksasa itu malah ia menatapnya dengan tatapan tajam.
" Saya ingin mengambil yang seharusnya milik ku." jawab Harrison memberitahu tujuan kedatangannya.
Raksasa es mendengar jawaban Harrison langsung marah dan kemudian menyerang nya menggunakan kapak. Harrison yang mempunyai refleks baik langsung menghilang menggunakan sihir teleport menjauh dari raksasa es dan memilih bersembunyi di salah satu dinding es yang cukup besar.
" Sial, ini tidak akan mudah." umpat Harrison merasa kesal karena tidak bisa masuk tanpa harus melawan raksasa es itu.
Jika bukan karena tujuannya Harrison tidak akan pernah mau menginjak kaki di suhu minus 10 derajat. Mungkin Harrison akan memilih berada di rumah dan menghabiskan waktu bersama istrinya yang cantik.
Tapi jika Harrison tidak mendapatkan kristal biru muda itu. Ia tidak akan pernah menang melawan kerajaan yang tubuhnya di selimuti sihir rahasia.
Dengan menghela nafas nya Harrison keluar dari persembunyian nya berjalan mendekat ke raksasa yang memperhatikan nya.
__ADS_1
" Kau kembali tampak nya orang yang tidak mudah menyerah ya." ucap raksasa itu dengan nada mengejek.
Harrison menyeringai licik kepada raksasa es itu sebelum kemudian membuka suaranya.
" Sebelum anda menyerang lebih baik saya menunjukkan sesuatu." ucap Harrison yang tidak lama kemudian rambut nya berubah menjadi putih dan matanya berubah menjadi merah.
Raksasa itu yang melihat perubahan Harrison berjalan mundur dengan ekspresi ketakutan.
" Tidak mungkin kau." ucap Raksasa es itu dengan ragu.
Sedangkan Harrison masih mempertahankan seringai nya.
Raksasa itu kemudian menggelengkan kepalanya sebelum kemudian mengangkat kapak nya lagi ke udara.
" Saya tidak percaya, keluarga Crystal semuanya sudah mati 25 tahun lalu. Saya akan habisi kau PENIPU." ucap Raksasa es itu yang kemudian menurunkan kapak nya menuju ke Harrison.
Boom....
__ADS_1
Serangan tersebut menciptakan kawah yang besar membuat raksasa es itu tertawa terbahak-bahak setelah memastikan tidak ada keberadaan Harrison.
" Hahahaa.....akhirnya satu orang lenyap lagi hahahaha..." ucap Raksasa es sambil tertawa merasa senang karena berhasil membunuh satu penyusup lagi.
" Sepertinya itu tidak akan terjadi bukan." sebuah suara menghentikan tawa raksasa es itu membuatnya menolehkan kepalanya.
Raksasa es terkejut melihat keberadaan Harrison yang tiba-tiba saja berada di bahu kanan nya sambil memegang sebuah belati kecil di tangannya.
" Ba...gaimana kau bisa berada di sini..." ucap raksasa es itu gagap.
Harrison yang mendengarnya hanya tersenyum tipis.
" Saya menggunakan teleport bukannya itu hal yang mudah bagi seorang mahou." ucap Harrison seakan-seakan menganggap raksasa itu bodoh.
" Tidak ada mahou yang bisa teleport tanpa mengeluarkan suara apapun." ucap raksasa es itu membantah semua omongan Harrison.
Harrison memegang dagu nya sambil memiringkan kepalanya ke samping.
__ADS_1
" Suatu hal yang mudah bagi seseorang meningkatkan kekuatan. Mampu meredam suara yang di timbulkan melalui teleport. Sayangnya pembicaraan kali ini kita harus akhiri soalnya asa sesuatu yang harus saya urus. Sayonara....
Countine....