Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Theodore Zephyr


__ADS_3

APA ISTERI." ucap Lennox dan Ratu Arabella secara bersamaan.


Mereka berdua tidak menyangka bahwa tuan nya yang anti perempuan apalagi sampai memiliki isteri. Apalagi dengan masa di akademi nya yang lebih fokus dengan tujuannya daripada masalah asrama.


Sedangkan Harrison menatap Lennox dan Ratu Arabella yang berbicara keras. Satu hal Harrison tidak menyukai seseorang yang berteriak kecuali isteri dan kedua anaknya.


Memikirkan keluarganya Harrison melihat jam tangan dirinya harus segera menyusul mereka atau nanti Estelle akan kecewa kepadanya.


Sesuatu yang tidak di sukai nya karena baginya Estelle adalah darah dagingnya sendiri, anaknya, ahli warisnya Harrison akan selalu menjaganya. Princess kecilnya.


" Apa anda sungguh-sungguh memiliki isteri tuan?" tanya Lennox memastikan bahwa pendengaran nya tidak salah.


" Iya, memangnya saya tidak bisa memikat hati perempuan." ucap Harrison sambil menyerngitkan dahinya kesal dengan keraguan Lennox padanya terhadap perempuan seakan dia meremehkan nya.


Meski Harrison sama sekali tidak berniat untuk memiliki keluarga karena itu akan mengganggu tujuannya. Tapi setelah melihat Clarissa dan Estelle dirinya tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Apalagi Harrison mencintai Clarissa setelah melihat sikap nya yang pemberani, kuat, cerdas, dan paling terpenting memiliki banyak sekali rahasianya yang ingin dia ketahui satu-persatu.


Lennox yang mendengar jawaban dari Harrison langsung dibuat bungkam merasa takut dengan tatapan tajamnya.


Tapi itu lama karena Ratu Arabella mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Selamat tuan ku, apa yang saya dengar anda tadi bersama perempuan dan kedua anak kecil. Apa dia milik anda tuan ku?" tanya Ratu Arabella penasaran.


Diam-diam Lennox bernafas lega karena Ratu Arabella telah mengalihkan pembicaraan. Karena jika tidak tuan nya menghukumnya dan itu tidak bagus.


Harrison menatap cincin pernikahannya yang bertengger manis di jari manis nya dan menyentuhnya pelan.


" Benar dia adalah milik saya anak-anak pewaris ku. Jadi saya harapkan kalian bisa menjaga mereka terutama anak perempuan ku yang akan masuk ke akademi Emerald tahun ini." ucap Harrison dengan tegas dan mata merah kristal nya yang bersinar terang.


...****************...


" Hallo apa aku mengenal mu?" tanya Estelle penasaran anak laki-laki berambut pirang itu.


Anak laki-laki itu tersenyum angkuh sambil mengulurkan tangannya.


Kemudian Theodore mencium telapak tangan Estelle. Membuat Estelle yang melihatnya merasa malu.


" Salam kenal namaku Estelle." ucap Estelle sambil tersenyum tipis.


Theodore menegakan kembali tubuhnya dan memilih berdiri di sampingnya.

__ADS_1


" Seperti biasanya stone city selalu ramai setiap tahunnya." ucap Theodore membuka pembicaraan.


Estelle yang mendengarnya menyerngitkan dahinya merasa penasaran dengan ucapan Theodore.


" Benarkah." ucap Estelle yang menanggapinya dengan singkat.


Membuat Theodore menatapnya dengan bingung.


" Memang anda tidak tahu stone city adalah tempat dimana membeli perlengkapan buat akademi. Apa orang tua mu adalah Mahou?" tanya Theodore sambil melirik ke arah Estelle dengan tatapan sedikit jijik.


Estelle yang mendengarnya mengalihkan pandangannya menatap sekilas Theodore menatapnya dengan jijik. Hal itu membuat Estelle tidak suka dengan anak laki-laki itu.


Tapi sebelum Estelle menjawab tiba-tiba saja suara Chiara memanggil anak laki-laki itu.


" Theodore Zephyr. seragam anda sudah siap." ucap Chiara menghampiri mereka berdua.


Theodore hanya menggangguk kepalanya sebelum kemudian pergi tanpa mengatakan apapun.


Membuat Estelle menyerngitkan dahinya dengan sikap tidak sopan.

__ADS_1


" Dasar anak laki-laki sombong." batin Estelle jengkel.


Countine...


__ADS_2