
Mengapa kau memberikan ku tongkat?" tanya Clarissa penasaran.
Harrison melirik Clarissa sedikit sambil tersenyum.
" Bukannya kau juga seorang mahou sayang, seharusnya sudah mempunyai tongkat. Apa kau takut masuk ke dalam." ucap Harrison dengan tatapan jahil mengejek Clarissa.
Clarissa yang mendengarnya melotot ke arah Harrison.
" Tentu saja tidak ayo Estelle kita masuk ke dalam." ucap Clarissa yang memegang pelan tangan Estelle memasuki toko.
Harrison yang melihat tingkahnya hanya menggelengkan kepalanya sambil melirik ke arah Darren.
" Mommy mu lucu." ucap Harrison sambil tertawa pelan.
Darren mendengar ucapan Harrison tertawa sambil memeluk bonekanya.
Ceklek...
Clarissa yang melihat Renox berdiri dekat meja kasir di sebelah nya terdapat satu lagi meja dimana banyak sekali rating kayu pohon di sana.
__ADS_1
" Ini rating kayu buat apa sir?" tanya Estelle dengan sopan.
Renox yang mengalihkan pandangannya ke Estelle menjawabnya.
" Ini rating kayu pohon untuk tongkat sihir setiap Mahou memegang nya dia akan berubah sesuai inti sihir pemilik baru." jawab Renox dengan jelas.
Harrison yang baru saja masuk bersama Darren memperhatikan toko tongkat kondisi nya berantakan. Dimana banyak sekali rating-rating pohon tertata tidak rapi dan ada beberapa botol yang kemungkinan sebuah ramuan darah untuk vampir.
" Tempat sama sekali tidak berubah." ucap Harrison dengan datar.
Renox yang mendengarnya hanya tersenyum canggung karena dibalik kata-kata tuan nya itu merupakan sebuah ejekan kepadanya.
Harrison yang mendengarnya merenggut kesal.
" Mari nona muda kita akan mencari tahu seperti apa bentuk tongkat sihir anda." ucap Renox mengajak Estelle untuk mendekat.
Estelle berjalan mendekati Renox sambil pandangannya tertuju ke arah rating kayu pohon itu.
" Bagaimana caranya sir?" tanya Estelle sambil terus memandang rating kayu pohon itu dengan penasaran seolah sihirnya memanggilnya.
__ADS_1
" Nona muda tinggal mengulurkan tangannya saja di atas ranting kayu pohon ini dan setelah mendapatkan sesuai inti sihir nona muda harus mengatakan Legno d'albero Scelgo il mio nucleo magico ti evoca e si trasforma in un bastone magico ." ucap Renox dengan tegas.
Estelle yang mendengarnya menggangguk mengerti kemudian dia memejamkan matanya sambil mengulurkan tangan kanannya berusaha merasakan sihir. Tapi setelah mencoba selama beberapa menit Estelle tidak merasakan apapun jadi dia membuka matanya.
Kemudian Estelle memandang Harrison dengan cemas. Dirinya takut tidak menemukan tongkat sihir berarti bukan seorang mahou.
Sedangkan Renox yang melihatnya tertawa pelan.
" Sudah lama saya tidak mendapatkan seorang mahou yang sulit. Sepertinya inti sihir nona muda cukup kuat berarti kita coba yang rating kayu lebih kuat." ucap Renox yang mengeluarkan tongkat sihirnya berwarna hitam memanggil sebuah nampan berisi rating kayu pohon baru.
" Ini coba lagi nona muda." ucap Renox kepada Estelle.
Estelle melirik ke arah Clarissa dan Harrison dengan ragu. Tapi setelah mendapatkan anggukan dari Clarissa akhirnya Estelle memantapkan diri untuk mencoba lagi.
Kemudian untuk kedua kalinya Estelle memejamkan matanya dan mengulurkan tangannya dirinya berusaha untuk mencari ranting kayu yang cocok dengan inti sihirnya. Semenit kemudian Estelle merasakan tarikan dan langsung saja tanpa berpikir panjang dirinya mengucapkan kata-kata seperti di contohkan oleh Renox tadi.
" Legno d'albero Scelgo il mio nucleo magico ti evoca e si trasforma in un bastone magico. " ucap Estelle dengan tegas.
Tidak lama setelah munculah....
__ADS_1
Countine...