
Tapi tiba-tiba saja ketika tangan Harrison mau bersentuhan sesuatu hal terjadi sebuah ingatan bermunculan di kepala nya.
" Puteri Madeleine anda memiliki anak laki-laki yang sehat." ucap seseorang.
Kepada seorang wanita berambut putih dan matanya biru langit membalikan badannya sambil menggendong sebuah buntalan selimut berisi bayi laki-laki yang sedang tertidur.
" Dia akan menjadi seseorang yang kuat suatu hari nanti seperti ayahnya. Saya harap dia tidak akan membenci saya karena tega meninggalkan nya." ucap wanita berambut putih sambil tersenyum sendu dan memperat pelukannya kepada anaknya.
Setelah ingatan itu menghilang dari otaknya tubuh Harrison langsung lemas dan jatuh di bawah es. Sambil menarik nafas nya perlahan Harrison merasa aneh dengan nama wanita di sebut pikirannya.
" Puteri Madeleine siapa dia? Mengapa saya mendapatkan ingatan nya di masa lalu? Apa dia adalah salah satu keturunan dari mendiang Ratu Regina?" batin Harrison yang memiliki banyak pertanyaan dan ingin segera mencari tahu nya.
Tapi sebelum itu Harrison langsung memikirkan tujuannya berada di sini.
Harrison harus berdiri dirinya tidak boleh kelihatan lemah ini demi semua ambisi. Membalas semua penyiksaan di masa lalu. Dirinya akan membuktikan bahwa bukan orang yang lemah.
Ketika tangannya memegang batu kristal biru Harrison bisa mendapatkan sebuah tarikan sihir. Harrison dengan cepat langsung mencabut kristal biru itu dari tempat nya.
__ADS_1
Senyum miring tersungging di bibir nya ketika kristal biru muda berada di dalam genggamannya.
" Tinggal lima lagi dan aku mendapatkan kekuatan luar biasa yang mendapat mengalahkan nya hahahaha...." ucap Harrison sambil tertawa terbahak-bahak memecahkan kesunyian di kastil es itu.
...****************...
Sekarang Estelle bersama teman-teman asrama nya menuju ke aula makan. Mengingat sekarang waktunya makan malam. Estelle duduk di samping Aisha.
" Hei, tadi bagaimana aku melihat mu sama tuan muda Zephyr?" tanya Aisha di sela-sela makan nya.
" Biasa saja aku cuma membicarakan sesuatu dengan nya." ucap Estelle sambil melirik dimana Theodore sedang makan malam di samping anak laki-laki berkulit gelap.
Merasa seolah-olah di perhatikan Theodore melirik ke arah Estelle sebelum kemudian menyeringai dan mengedip sebelah mata nya.
Estelle yang melihatnya tentu saja langsung memalingkan wajahnya menyembunyikan rona merah di kedua pipi nya. Seumur hidup Estelle sama sekali tidak pernah terlalu di perhatikan oleh seorang anak laki-laki manapun mengingat sikap overproktetif ayahnya. Apalagi Theodore Zephyr merupakan anak laki-laki yang cukup tampan.
Aisha yang melihat tingkah Estelle langsung tersenyum senang.
__ADS_1
" Pasti ada sesuatu di antara kalian, aku yakin itu." pekik Aisha girang.
Estelle mendengar nya langsung tersadar dari lamunannya dan memandang aneh Aisha.
" Aisha, aku tidak hubungan apapun apalagi kita ini masih anak-anak. Aku hanya menginginkan menjadi mahou yang kuat dan membanggakan kedua orang tua ku." ucap Estelle perlahan.
Aisha yang mendengarnya hanya menghela nafas nya sambil perlahan menggangguk kepalanya. Membenarkan ucapan Estelle yang mengatakan bahwa dirinya masih anak-anak tidak sepantasnya memikirkan masalah percintaan.
Setelah makan malam selesai Estelle dengan di bimbing oleh ketua asrama sedang berjalan balik menuju asrama nya untuk beristirahat.
Tapi entah mengapa Estelle merasakan ada tarikan sesuatu yang menariknya untuk ke sana.
Karena penasaran Estelle menghentikan langkahnya membiarkan dirinya di belakang sendirian menjauh dari teman-teman asrama nya.
Perlahan namun pasti Estelle mendekat menuju....
Countine...
__ADS_1