
Setelah itu Estelle turun ke lantai bawah sambil membawa kopernya. Ia melihat bahwa Daddy nya sudah duduk di meja makan sambil membaca koran.
" Good morning, dad." ucap Estelle menyapa Harrison sambil tersenyum lebar.
Harrison menurunkan koran yang menutup wajahnya.
" Morning." ucap Harrison datar sebelum kembali membaca koran nya.
Melihat reaksi dari Harrison membuat Estelle kembali kecewa. Kenapa setelah 3 tahun terakhir daddy nya sedikit menghindari nya dan tidak cuma itu daddy nya bersikap dingin kepadanya. Hal itu membuat Estelle merasa sedih dan memilih duduk di kursi makan.
Clarissa yang datang sambil membawa secangkir kopi melihat keberadaan Estelle langsung tersenyum.
" Selamat pagi, Estelle ayo sarapan dulu setelah itu kita akan bersiap-siap untuk pergi." ucap Clarissa yang kemudian kembali ke dapur untuk mengambil sesuatu.
Estelle melirik ke arah Harrison dengan tatapan penuh harap.
" Dad, apa kau bisa mengantarkan ku ke pelabuhan?" tanya Estelle pelan karena merasa segan dengan aura yang dikeluarkan oleh Harrison.
__ADS_1
" Saya tidak bisa hari ini ada tugas penting yang harus diselesaikan. Jadi pergilah dengan mom dan Darren." ucap Harrison yang kemudian mengambil tas kerjanya sebelum kemudian pergi meninggalkan rumah.
Meninggalkan Estelle dengan mata berkaca-kaca mendengar penolakan Daddy nya. Clarissa yang baru saja datang sambil membawa crepes melihat mata Estelle berkaca-kaca langsung menghampiri nya dan memeluknya membiarkan puterinya menangis.
Benar saja tidak lama setelahnya Estelle menangis sambil memeluk Clarissa dengan perasaan sedih dan campur aduk.
" Kena...pa hiks...Daddy berubah hiks...." ucap Estelle di sela-sela tangisannya.
Clarissa yang mendengarnya hanya memperat pelukannya. Dirinya menyadari dalam 3 tahun terakhir sikap Harrison tampak berubah terutama kepada Estelle. Biasanya Harrison selalu memanjakan puterinya tapi entah kenapa sekarang sifatnya sangat dingin dan selalu menghindari anaknya.
Hal itu membuat Clarissa sedih tapi dirinya tidak mau menunjukkan kepada Estelle.
Estelle mengangkat kepalanya menunjukkan wajah yang memerah dan di penuhi oleh air mata di pipinya. Clarissa dengan lembut menghapus air mata dari pipinya menggunakan jarinya.
" Benarkan itu mommy?" tanya Estelle dengan tatapan penuh harap lagi.
Estelle sangat berharap hubungan nya dengan daddy akan seperti dulu lagi.
__ADS_1
" Tentu saja sayang, jadi jangan nangis lagi kita berangkat saja sekarang." ucap Clarissa melepaskan pelukannya.
Estelle mendengarnya harus menghapus air matanya sambil tersenyum sebelum kemudian menggangguk kepalanya. Dirinya akan berusaha untuk memperbaiki hubungan nya dengan daddy nya.
Setelah berada di pelabuhan Estelle langsung berpamitan pada Mommy dan Darren sebelum memasuki kapal.
Estelle mencari tempat untuk tidur malam ini seperti biasa ia bertemu dengan Arthur dan Aisha.
" Hallo, Arthur dan Aisha bagaimana kabar kalian selama liburan." ucap Estelle sambil duduk di sofa yang berada di ruang bersama di kapal.
Begitu juga dengan Arthur dan Aisha yang duduk di seberang Estelle.
" Tentu saja aku menghabiskan waktu yang membosankan mempelajari tata krama. Mengingat usiaku sebentar lagi 14 pastinya sudah saatnya untuk melakukan debut. Meskipun hubungan ku dengan ayahanda belum membaik. Tapi ada sesuatu yang aku ingin memberitahu sesuatu sangat penting." ucap Aisha sambil tersenyum misterius.
Membuat Estelle dan Arthur menyerngitkan dahinya penasaran.
" Apa itu....
__ADS_1
Countine...