
" Ini tidak mungkin sekarang kita berada di pelabuhan bukan." ucap Estelle dengan pandangan tidak percaya melihat laut biru yang cerah serta di depannya terdapat sebuah kapal pesiar mewah.
Estelle juga bisa mendengar banyak siswa serta anak-anak seusianya tampak antusias memasuki kapal.
" Selamat datang di pelabuhan Artemis tempat dimana siswa-siswi pergi menuju akademi Emerald." ucap Harrison bangga karena memperkenalkan dunianya kepada puterinya.
" Ini gila maksudmu anak-anak itu akan menaiki kapal ini menuju akademi?" tanya Clarissa tidak percaya melihatnya.
Walaupun Clarissa sudah membaca novel nya tapi tetap saja melihat kapal itu sangat luar biasa. Sesuai definisi dalam novel kapal itu memiliki tingkatan sekitar 6 dengan cat berwarna biru.
Harrison mendengar pertanyaan Clarissa mengulum senyum sebelum kemudian memeluk pinggangnya membiarkannya mendekat.
" Iya mengingat Akademi Emerald yang berada di sebuah kepulauan terjauh dari dimensi Belka. Para pendiri Emerald seribu tahun lalu menciptakan kapal besar supaya para siswa-siswi nya dan keluarga mereka pergi ke sana menggunakan sihir teleport. Karena pendiri sudah menciptakan bailer pelindung supaya tidak akan ada musuh-musuh yang mengacaukan akademi. Sekarang Estelle apa kau sudah siap." ucap Harrison menjelaskannya sekaligus menanyankan kesiapan Estelle.
Estelle yang mendengarnya menggangguk kepalanya dengan semangat. Dirinya sudah tidak sabar memasuki kapal dan menjelajahi dalamnya.
Harrison yang melihatnya memeluk Estelle sambil mengelus rambut cokelat keemasan nya dengan lembut.
" Jagalah diri baik-baik Daddy akan merindukanmu." ucap Harrison dengan pelan.
__ADS_1
Estelle membalas pelukan Harrison mendengar ucapan Daddy nya.
" Pasti." ucap Estelle sebelum kemudian melepaskan pelukannya dan bergantian memeluk Clarissa yang juga menggendong Darren.
" Aku akan merindukanmu mom dan Darren." ucap Estelle dengan pelan.
" Mommy akan merindukanmu dan ingat hindari masalah. Kita tidak ingin kau terluka sayang." ucap Clarissa dengan lembut.
Sedangkan Darren yang merasa bahwa kakaknya akan pergi mulai merengek sambil mengulurkan tangannya meminta Estelle menggendongnya.
" Oh Darren kakak berjanji akan pulang di menjelang akhir tahun dan kita akan bermain bersama." ucap Estelle dengan mata berkaca-kaca karena dirinya akan merindukan adik kecilnya.
" hikss...Ele...hiks....Ele..." ucap Darren menangis sambil memanggil Estelle.
Meninggalkan Harrison dan Estelle yang melihatnya dari kejauhan.
" Daddy tolong jaga Mommy dan Darren ya." pinta Estelle kepada Harrison.
" Tentu saja." ucap Harrison sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Tidak lama kemudian terdengar suara seseorang yang memanggil para calon siswa.
" Mari anak-anak kelas 1 silahkan berkumpul karena dalam 15 menit lagi kita akan berangkat." ucap petugas nya.
Estelle yang mendengarnya tersenyum sebelum kemudian memeluk kembali Harrison.
" Aku mencintaimu dad, sampai di sana aku akan mengirimkan surat padamu." ucap Estelle sebelum melepas pelukannya dan melambaikan tangannya.
Harrison yang melihatnya juga melambaikan tangannya. Sudah memastikan Estelle menjauh dan Clarissa masih menenangkan Darren. Harrison bertatapan dengan seseorang yang berada di atas kapal.
" Awasi anak ku." ucap Harrison mengirimkan perintah melalui pikiran.
Orang yang mendengarnya memberikan respon membungkuk hormat kepada Harrison sebelum kemudian menghilang.
Clarissa yang sudah kembali dengan Darren di gendongan nya.
" Apa Estelle sudah ke sana?" tanya Clarissa sambil memperhatikan Estelle yang sudah berkumpul dengan anak-anak seusianya.
Harrison yang melirik ke arah Clarissa dan Darren dengan tatapan sulit sebelum mengalihkan perhatian nya.
__ADS_1
" Benar, semoga saja tidak akan terjadi sesuatu yang buruk di sana." gumam Harrison pelan.
Countine...