
Estelle bersama murid siswa kelas 1 lain nya dibawa ke sebuah aula besar dengan ornamen kristal di sekelilingnya. Di depannya juga terdapat sebuah lingkaran kecil seperti rune mirip yang dibuat oleh daddy nya.
" Apa itu Jolly?" tanya Estelle menunjuk rune itu.
Jolly yang mendengarnya melihat rune itu sebelum mengangkat bahunya mengatakan dia tidak mengetahuinya.
Estelle menghela nafas nya sebelum mengalihkan pandangan nya kepada kepala sekolah yang membawa nya surat berdiri didepan nya dengan menggunakan jubah merah mencolok serta topi penyihir ungu.
" Sepertinya kepala sekolah tidak memiliki selera baik dalam fashion. Jika mommy melihatnya pastinya dia akan mengerutkan kening nya." batin Estelle.
Selama ini Clarissa selalu menyukai fashion meskipun dirinya tidak berencana untuk membangun butik sendiri. Terkadang Clarissa selalu membuat atau membeli pakaian yang sesuai untuk keluarga nya. Terutama Clarissa pernah memaksa Harrison mengganti pakaiannya yang serba gelap menjadi sedikit terang. Meskipun Harrison tetap tidak menyukai nya tapi dia akan melakukan nya demi membuat Clarissa senang.
Estelle mengingat nya tersenyum dengan cinta yang besar daddy nya kepada mommy dan berharap dirinya akan memiliki pria yang mencintai nya sebesar daddy nya.
Kepala sekolah Esmeralda berdiri dari kursi besar menyambut siswa-siswi dengan pandangan hangat.
" Selamat pagi semuanya saya senang di tahun ajaran baru ini kami memiliki siswa-siswi yang berbakat menghadiri akademi Emerald. Di kanan kiri kami terdapat para siswa senior mendapatkan platinum lencana yang dimana mereka memimpin organisasi kegiatan siswa. Ingat siswa-siswi dilarang mengikuti kegiatan organisasi yang berbahaya seperti terbang sapu, kuda terbang, serta ice skating karena akan membuat cedera yang cukup bahaya. Hanya tahun kedua saja yang boleh mendapatkan seleksi untuk masuk organisasi ini." ucap kepala sekolah Esmeralda.
__ADS_1
Membuat Estelle yang mendengarnya cemberut karena dirinya ingin sekali mengikuti ice skating seperti dia lihat di stone city.
" Di lingkaran rune ini sihir kalian akan di uji dimana jiwa dan sifat untuk menemukan asrama yang cocok. Mari kita mulai pemilihan nya." ucap kepala sekolah Esmeralda sambil melirik ke wakil Sybill.
Kemudian Wakil kepala sekolah Sybill mengeluarkan sebuah gulungan perkamen dimana ada nama siswa-siswi kelas 1.
" Erina Atell."
Seorang anak perempuan memiliki rambut pirang dengan gugup maju ke depan kemudian dia berdiri di tengah nya. Tidak lama setelahnya lingkaran itu berubah menjadi biru.
" Saphire."
" Arthur Andersen."
Ketika Arthur berjalan maju banyak siswa-siswi yang membicarakan nya Estelle melihatnya merasa kasihan kepada nya.
" Ruby."
__ADS_1
Asrama Ruby hanya bertepuk tangan pelan seakan-seakan mereka sama sekali tidak mengharapkan keluarga pengkhianat berada di rumah mereka. Arthur yang keluar dari lingkaran menundukkan kepalanya sedih tapi tidak lama dirinya kembali tersenyum melihat Estelle memandang nya hangat.
Kemudian tidak lama wakil kepala sekolah memanggil Jolly.
" Jolicia Bolicia."
Jolly yang di panggil berjalan ragu menuju ke depan sedetik kemudian lingkaran itu berwarna merah.
" Ruby."
Semua asrama Ruby bertepuk tangan heboh menyambut murid asrama baru mereka.
Estelle menggelengkan kepalanya melihat bagaimana perbedaan Arthur dan Jolly saat siswa-siswi asrama Ruby menyambut nya.
" Sepertinya anda merasa kasihan kepada keluarga pengkhianat itu. Hope."
Estelle mendengar suara seseorang yang berbisik di belakangnya membalikan badan nya dan melihat....
__ADS_1
Countine....