Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Keluarga Pengkhianat


__ADS_3

Keesokan paginya ketika Estelle sedang tertidur nyenyak di kasusnya. Tiba-tiba saja ada Estelle merasa tubuhnya di goyang kan membuat tidur nya terganggu.


" Darren, jangan ganggu kakak tidur." ucap Estelle yang mengira bahwa mengganggu nya tidur adalah adiknya.


" Hei aku bukan Darren, melainkan Jolly cepat bangun karena sebentar lagi kita akan sampai di akademi dan wakil kepala sekolah menyuruh kita turun untuk sarapan." ucap Jolly yang berusaha membangunkan Estelle.


Estelle yang mendengarnya langsung terbangun dengan pandangan terkejut dan setengah sadar. Ia melihat sekitarnya menyadari bahwa sekarang dirinya tidak berada di kamarnya.


" Maafkan aku Jolly karena mengira kau adalah adikku. Aku sedikit merindukan nya." ucap Estelle dengan pandangan tidak enak.


" Tidak masalah malah aku sama sekali tidak memiliki hubungan dekat dengan adikku. Karena kau tahu bukan masalah keluarga bangsawan yang anak perempuannya." ucap Jolly dengan pandangan sendu.


Estelle yang mendengarnya bingung sebab penasaran dia pun bertanya.


" Memang nya kau tidak dekat saudara mu?" tanya Estelle.


Jolly yang mendengarnya terdiam sebentar sebelum kemudian dia mengalihkan pembicaraan.


" Ayo cepat kita harus berkumpul 15 menit lagi nanti wakil kepala sekolah akan marah jika kita terlambat." ucap Jolly.

__ADS_1


Estelle langsung panik turun dari ranjang dan pergi cepat-cepat membersihkan diri.


Setelah rapi Estelle dan Jolly langsung berkumpul di aula makan dimana ada banyak siswa-siswi yang sudah duduk di meja makan.


" Sepertinya kita terlambat?" tanya Jolly melihat bahwa meja dan kursi sudah penuh.


" Maafkan aku ya karena telah membuat mu terlambat." ucap Estelle merasa bersalah karena telah membuat Jolly terlambat.


Tapi Jolly malah menggenggam tangan Estelle. Membuat Estelle bingung melihatnya.


" Tenang saja itu tidak masalah lebih baik kita cari kelompok lain dan menumpang di meja mereka." ucap Jolly memberikan solusi.


Akhirnya Estelle dan Jolly terus mencari meja dan kursi untuk sarapan. Sampai akhirnya Estelle melihat meja dan kursi yang hanya diduduki satu orang saja.


Karena ini kesempatan yang bagus akhirnya Estelle bergantian mengajak Jolly untuk menghampiri anak laki-laki itu.


" Hallo, apa kami boleh duduk di sini karena meja yang lain sudah penuh?" tanya Estelle kepada anak laki-laki itu.


Anak laki-laki itu yang sedang menikmati sarapan nya mengangkat kepalanya dengan ekspresi terkejut dia pun menggangguk kepalanya mengizinkan Estelle dan Jolly untuk duduk.

__ADS_1


Mendapatkan izin dari anak laki-laki itu Estelle langsung duduk di seberang nya dengan Jolly di samping nya. Untung nya saja setiap meja sudah di sediakan sarapan jadi setiap siswa tinggal mengambil makanan tanpa harus repot membawanya kemana-mana.


" Terima kasih telah mengizinkan kami duduk di sini. Perkenalkan namaku Estelle Hope dan ini Jolicia Bolivia." ucap Estelle memperkenalkan diri dan Jolly.


" Perkenalkan namaku Arthur Andersen." ucap Anak laki-laki itu memperkenalkan diri.


" Tunggu kau berasal dari keluarga Baron Andersen dimana keluarga nya dianggap pengkhianat?" tanya Jolly sambil menunjuk Arthur.


Arthur yang mendengarnya tersenyum sedih membuat Estelle melihatnya merasa tidak enak dan cepat memukul lengan Jolly untuk menghentikan ucapannya.


Jolly yang menyadari langsung melihat ekspresi Arthur ikut merasa bersalah.


" Maafkan aku yang telah menghina mu." ucap Jolly kepada Arthur.


" Tidak masalah kok. lagipula ini sudah biasa terjadi bahkan tidak ada mau yang berteman dengan ku." ucap Arthur sambil berusaha menunjukan senyumnya.


Estelle yang mendengarnya merasa sedih sebelum kemudian mengulurkan tangannya.


" Bagaimana kalau kita menjadi teman....

__ADS_1


Countine....


__ADS_2