Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Pewaris dan Kastil


__ADS_3

Bagaimana kalau kita menjadi teman." usul Estelle kepada Arthur.


Arthur yang mendengarnya mata nya berbinar senang karena selama ini dirinya tidak mempunyai teman bahkan keluarga nya selama ini selalu di kucilkan oleh orang-orang.


" Apa kau serius?" tanya Arthur tidak yakin sambil menatap Estelle.


Estelle yang mendengar pertanyaan Arthur melirik ke arah Jolly. Jolly yang mengerti tersenyum sebelum kemudian menggenggam tangan Estelle dan Arthur.


" Kita adalah trio. teman selamanya." ucap Jolly sambil tersenyum.


Estelle dan Arthur saling melirik satu sama lain sambil tersenyum.


" Teman selamanya." ucap Estelle dan Arthur secara bersamaan.


Sedetik kemudian mereka tertawa bersama-sama membuat janji sebagai teman.


Terutama Estelle yang merasa bahagia memiliki dua teman baru.


" Ini sangat menyenangkan memiliki teman baru, aku harap pertemanan ini akan terus bertahan." batin Estelle berharap di dalam hatinya.


...****************...


Sedangkan di sisi lain Harrison yang sudah menyelesaikan pekerjaannya. Memilih memakai jubah hitam nya dan berjalan menuju ruang rahasia di ruang kerja.

__ADS_1


Harrison menggunakan tongkat nya membuat pintu itu terbuka. Harrison sudah membuat rancangan dimana hanya dirinya seorang saja yang bisa membukanya dengan memakai segel dari tongkat nya.


Melihat pintu itu terbuka Harrison masuk ke dalam tapi sebelum itu dirinya memasukan tongkat nya ke dalam saku jubah nya.


Dengan sekitar lorong yang gelap Harrison menggunakan tangannya mengeluarkan bola api biru menerangkan sekitarnya.


Harrison berjalan dengan langkah anggun dan kepalanya tegak ke depan dengan angkuhnya. Tidak lama kemudian lorong menunjukkan dimana ada cahaya di depannya.


Suara hutan dan burung gagak hitam memecahkan kesunyian di dalam sebuah kastil tua.


" Selamat datang kembali pewaris ku." ucap seseorang di balik lukisan bergerak menatap datar Harrison.


Harrison yang mendengarnya menyeringai menatap lukisan itu.


...****************...


Clarissa sedang duduk di salah satu kursi dengan secangkir jus jeruk di depannya. Sudah dua hari berlalu sejak Estelle pergi meninggalkan rumah. Clarissa sangat merindukan Estelle puterinya alasannya berada di dunia ini.


" Brum...Blum hahahaha..." ucap Darren yang sedang memainkan mobil mainan nya sambil tertawa.


Clarissa yang melihatnya tertawa sambil membersihkan wajah Darren sudah akibat kue tadi dimakan nya.


Darren yang merasa risih berusaha menyingkirkan tangan Clarissa sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" No....no..." ucap Darren terus menggelengkan kepalanya.


Clarissa yang melihatnya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dirinya merasa senang dengan kehadiran Darren menemani ketika Harrison dan Estelle tidak berada di rumah.


Tidak lama setelahnya Clarissa melambaikan tangannya melihat temannya Bella.


" Bella, hai." ucap Clarissa yang melihat Bella menghampiri nya.


" Sudah lama kita tidak bertemu Clarissa dan Darren kecil sudah dewasa." ucap Bella terlihat antusias melihat Darren.


Bella langsung menggendong Darren sambil memainkan jari nya.


" Hallo teman kecil bagaimana kabar mu kau semakin menggemaskan setiap hari nya." ucap Bella yang mencium wajah Darren secata bertubi-tubi sampai membuat nya menangis.


Clarissa yang melihatnya langsung mengambil Darren dari gendongan Bella.


" Jadi bagaimana kabarmu bukannya kau harus menyiapkan acara pernikahan mu?" tanya Clarissa sambil memangku Darren.


" Iya begitu lah tapi ada sesuatu yang harus aku beritahu. Aku memutuskan hubungan ku dengan Ed." ungkap Bella membuat Clarissa yang mendengarnya terkejut.


" APA...


Countine...

__ADS_1


__ADS_2