Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Percakapan Estelle dan Daisy


__ADS_3

Aku sudah membuat keputusan Harry. Aku akan membiarkan Estelle sekolah di akademi Emerald ini terbaik untuk nya." ucap Clarissa yang telah mengambil keputusan.


Harrison yang mendengarnya menyerngitkan dahinya penasaran dengan perubahan keputusan isterinya.


" Mengapa kau berubah pikiran sayang, bukannya kau tidak mau Estelle sekolah di akademi itu lagipula aku masih bisa mengajari nya tentang semua sihir?" tanya Harrison sekaligus memberikan saran kepada Clarissa.


Tapi Clarissa menggelengkan kepalanya menolak saran Harrison.


" Tidak karena aku menyadari bahwa Estelle harus mengetahui dimana dirinya berasal. Juga Estelle butuh seorang teman yang memiliki kemampuan sepertinya." ucap Clarissa yang memberikan jawaban atas pertanyaan Harrison.


Harrison yang mendengarnya langsung tersenyum sebelum kemudian memberikan ciuman bibir kepada Clarissa.


" Itu keputusan yang terbaik sayang besok kita akan memberitahukan kepada Estelle." ucap Harrison sambil memandang Clarissa dan mengelus rambut pirangnya.


Clarissa memejamkan matanya menikmati sentuhan hangat dari suaminya.


" Aku mencintaimu." ucap Clarissa mengungkapkan perasaannya.


" Aku juga mencintaimu isteriku." ucap Harrison sambil tersenyum membalas perasaan Clarissa.


...****************...

__ADS_1


Keesokan harinya Estelle yang tidak berniat sarapan pergi ke taman untuk menjernihkan pikirannya. Dirinya tidak menyangka bahwa mommy sendiri yang melarangnya untuk berada di akademi Emerald.


Padahal Estelle sudah tidak sabar untuk belajar menggunakan sihir Mahou nya. Agar suatu hari nanti dirinya bisa melindungi keluarga nya.


Estelle yang sibuk melamun sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang menepuk bahunya.


" Boo...."


" Arrgggh.."


Estelle terkejut dan secara refleks berteriak ketika melihat wajah sahabat nya yang tiba-tiba muncul di depannya.


Tapi Daisy malah tertawa senang karena bisa menjahili sahabatnya.


" Maafkan aku soalnya sejak tadi memanggil tapi kau tak menanggapinya. Jadi aku kagetkan saja." jawab Daisy jujur.


Estelle yang mendengarnya tidak mau memperpanjang masalah jadi dia hanya menggangguk kepalanya memaafkan Daisy.


Daisy yang merasa ada keanehan pada Estelle langsung duduk di sampingnya dan bertanya.


" Estelle kau baik-baik saja wajahmu terlihat murung. Terakhir kali kaya begini ketika Benny mengatai mu?" tanya Daisy dengan ekspresi khawatir.

__ADS_1


Estelle yang mendengarnya merasa tidak suka jika Daisy mengungkit nama Benny. Mengingat anak laki-laki itu Estelle bisa berpuas diri. Ketika dimana Estelle membawa Daddy dan Mommy mengantar nya ke sekolah.


Kejadian itu sekitar 4 tahun lalu dimana Estelle mengangkat dagu nya dengan tinggi ketika melihat ekspresi Benny terkejut melihat kehadiran Daddy nya.


Bahkan banyak guru dan wali murid yang tampaknya menyukai Daddy nya. Bagaimana tidak Daddy nya salah satu pria paling tampan.


Sejak saat itu juga Estelle bisa membungkam mulut Benny dan mereka tidak mau saling berbicara. Apalagi saat itu Estelle memilih percepatan kelas.


" Mommy tidak mengijinkan ku untuk sekolah asrama, karena dia mengatakan tidak mau berpisah dariku." ucap Estelle menjawabnya walau itu sepenuhnya benar.


Karena Estelle bahwa dirinya harus menyembunyikan semua tentang Mahou sebab itu akan menjadi berbahaya bagi siapapun. Mengingat peringatan Daddy nya bahwa seorang mahou harus bersembunyi karena jika manusia tahu ia akan berusaha untuk mencari tahu asal usul tentang nya. Kemungkinan terburuknya dia akan menjadi bahan laboratorium.


Memikirkannya saja membuat sekujur tubuh Estelle merinding.


Sedangkan Daisy yang mendengarnya menggangguk kepalanya.


" Kau harus menyakinkan Mrs. Desmon untuk mengijinkan mu untuk bersekolah asrama. Jika kau menyakinkan mungkin beliau akan berubah pikirannya." ucap Daisy memberikan nasihat nya.


" Aku harap begitu." ucap Estelle sambil tersenyum tipis.


Countine...

__ADS_1


__ADS_2