
Sampai di kediaman nya Lord Bolivia langsung masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia sangat marah dan kecewa dengan keputusan Raja Chris mau saja menerima pria asing itu dengan mudah.
Meskipun kekuatannya tidak sebanding Harry Hope. Dirinya lah yang selama ini selalu mendampingi Raja Chris bahkan sampai membunuh pangeran kegelapan. Tapi sayangnya pengorbanan ini tidak berguna.
Prang....
Prang...
Lord Bolivia tidak bisa mengendalikan emosi nya hingga menghancurkan barang-barang yang berada di ruang kerja nya.
Ceklek...
" Father, kau sudah kembali." ucap seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang adalah Jolly Bolivia.
Ekspresi wajah Jolly yang tadinya senang seketika langsung ketakutan melihat ayahnya menatapnya dengan tajam.
" Buat apa kau berada di sini?" tanya Lord Bolivia dengan datar menatap Jolly.
Jolly yang ketakutan tanpa sadar memundurkan langkahnya sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Tidak Father, Jolly hanya merindukanmu." ucap Jolly menjawabnya.
Lord Bolivia yang mendengarnya berjalan mendekat ketika sampai di depan Jolly.
Jolly menatap Lord Bolivia dengan tatapan senang berharap bahwa ayahnya akan memeluk nya. Tapi ternyata Lord Bolivia mencengkram dagu Jolly dengan kuat sampai membuatnya meringis kesakitan.
" Father." ucap Jolly sedih sambil memanggil Lord Bolivia.
Tapi sayangnya Lord Bolivia yang hatinya sudah dipenuhi kebencian dan iri pada Harry Hope membuat tidak mampu mengendalikan emosi nya lagi.
" Ingat Jolicia Bolivia, kau adalah seorang Lady dari keturunan bangsawan jadi jangan bersikap lemah dan sekarang setelah kehancuran keluarga Mackie inilah saatnya kau mendekati pangeran mahkota membuatnya jatuh cinta. Setelah itu kau akan menikahi nya dan menjadi Ratu. Supaya kau bisa berguna bagiku." ucap Lord Bolivia sebelum menghempaskan tubuh Jolly hingga terjatuh keras di lantai.
" Baiklah father saya akan melakukan sesuai perintah mu." ucap Jolly yang perlahan bangun sambil membungkuk.
Lord Bolivia tersenyum puas karena bisa memanfaatkan anaknya untuk mencapai tujuannya.
...****************...
" Daddy, kau sudah kembali." ucap Estelle yang sudah bangun dan melihat Harrison sedang duduk di sofa sambil membaca bukunya.
__ADS_1
Harrison yang melihat kedatangan Estelle langsung menutup bukunya sebelum kemudian memeluknya.
" Hei bagaimana, apa kau senang di sini princess?" tanya Harrison lembut.
" Tentu saja, di sini Estelle merasa senang bisa berkumpul bersama daddy, mommy, dan Darren. Apalagi hari ini kita akan jalan-jalan bukan." ucap Estelle yang duduk di pangkuan Harrison sambil memeluknya.
Clarissa yang baru saja datang dari dapur melihat tingkah Estelle hanya menggelengkan kepalanya. Tingkah manja Estelle kepada Harrison tidak hilang hal ini membuat Clarissa senang karena hubungan ayah dan anak baik-baik saja.
" Estelle, kita tidak bisa pergi sekarang karena daddy mu baru saja pulang dari istana biarkan istirahat dulu." ucap Clarissa kepada Estelle sambil menaruh secangkir kopi di atas meja.
Harrison mengucapkan terima kasih sebelum kemudian meminum kopinya.
Sedangkan di sisi lain mata Estelle langsung berbinar mendengar ucapan istana.
" Daddy, apa kau benar pergi ke istana beritahu Estelle, beritahu Estelle." ucap Estelle yang bersemangat sambil menggoyangkan tubuh Harrison.
Membuat Harrison yang meminum kopi langsung menyemburkan nya dari mulutnya. Karena tidak mau mencelakakan puterinya Harrison langsung memindahkan cangkir kopi melayang sebelum turun ke meja.
" Mengapa Estelle....
__ADS_1
Coutine...