Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Mantra Bahaya dan Es


__ADS_3

distruggilo" ucap Chlorine mengucapkan mantra yang memberikan efek dimana seseorang kena akan membuat tubuhmu merasa sakit hingga bisa menghancurkan beberapa anggota tubuh.


Estelle yang terkejut bahwa Chlorine menggunakan mantra terlarang segera saja membuat dinding es tanpa tongkat untuk melindungi Aisha.


Aisha yang tidak bisa menghindar merasa tenang karena Estelle menyelamatkannya karena sejujurnya dirinya tidak tahu mantra apa dilontarkan Chlorine padanya.


Estelle bernafas lega karena bisa menyelamatkan nyawa teman nya sebelum kemudian ia melontarkan mantra kepada Chlorine.


" Frozen." ucap Estelle yang memberikan mantra pembekuan pada Chlorine.


Seketika tubuh Chlorine membeku tidak bisa bergerak kecuali mulut dan matanya yang bisa melirik ke arah Estelle dengan tajam.


" SIALAN MENGAPA KAU MELAKUKAN NYA BODOH." teriak Chlorine keras.


Estelle hanya diam sebelum kemudian berjalan mendekati Chlorine dengan tatapan tajam. Tentu saja tatapan matanya membuat Chlorine merasa tidak nyaman dirinya seperti melihat pangeran kegelapan dibalik ekspresi Estelle.


" Apa kau sudah gila, melontarkan mantra bahaya kepada siswa sepertinya kau ingin sekali mati ya." ucap Estelle sambil mengeluarkan tongkat nya dari saku nya dan memainkan nya.


" Apa kau tidak ingat hukum kerajaan, bagaimana tindakan Raja Chris ketika melihat mantan tunangan Pangeran Mahkota berperilaku." ucap Estelle dengan datar.

__ADS_1


" Jadi selesaikan masalah kalian. Aku akan sebentar." ucap Estelle yang kemudian memilih keluar dari kamarnya berjalan menuju pinggiran danau.


Estelle duduk di bawah pohon sambil menghela nafas nya memikirkan kejadian tadi dengan Aisha dan Mackie. Ia tahu bahwa Mackie adalah mahou kuat tapi dirinya tidak menyangka bisa melakukan mantra itu hanya karena dia membenci nya.


" Sepertinya anda banyak pikiran nona sempurna." ucap seseorang yang terdengar menjengkelkan di telinga Estelle.


Estelle segera memalingkan wajahnya sebelum kemudian tersenyum tipis melihat Theodore Zephyr berdiri tidak jauh darinya dengan seringai yang khas di wajahnya.


" Bagaimana kau bisa sampai di sini Theo?" tanya Estelle penasaran alasan mengapa Theodore berada di danau ketika semua asrama sedang melakukan perayaan murid baru.


Theodore duduk di samping Estelle sambil menyerahkan cokelat ke arahnya.


Estelle yang mendengarnya langsung memukul bahu Theodore sambil memasang ekspresi cemberut.


" Itu sakit wanita." ucap Theodore mengumpat sebelum menatap Estelle dan tertawa.


" Hahahaha...lihatlah wajahmu yang memerah seperti tomat, apa sekarang aku harus memanggil tomato dari mrs all." ucap Theodore sambil menyeringai lagi.


Estelle yang mendengar tawa Theodore langsung berdiri dan meninggalkan nya dengan ekspresi marah.

__ADS_1


Theodore yang melihat Estelle sudah pergi langsung berdiri sambil tersenyum tipis sesuatu jarang sekali ia tunjukkan kecuali pada ibunya.


" Setidaknya dia bisa ceria lagi dan tidak lagi sedih itu mengganggu ku." ucap Theodore sambil memperhatikan Estelle dari kejauhan.


Estelle berjalan sepanjang lorong sambil menghentakan kakinya dengan perasaan kesal dengan ejekan Theodore.


" Berani-berani nya dia ingin memanggil ku tomat, ingin sekali aku memukul wajahnya seperti tahun 2 dulu dan wajahnya mirip sekali dengan musang ataupun rakun." ucap Estelle dengan kesal.


Estelle terus saja mengejek Theodore berusaha menghilangkan mood buruknya.


Estelle memilih pergi ke menara tertinggi di Emerald sambil memandang matahari dengan tatapan sedih.


Sambil menyentuh kalung nya Estelle mengucapkan seseorang.


" Sparkle apa kau bisa mendengarku....


Tidak lama kemudian....


Countine...

__ADS_1


__ADS_2