
Benua terdingin, Antartika." ucap Lennox sambil menyeringai.
Harrison yang mendengarnya sedikit terkejut sebelum kemudian tertawa terbahak-bahak.
" Hahahaa....saya tidak percaya mendiang Ratu Regina akan berbuat sejauh ini. Sampai rela memindahkan kristal ke sana hahahaha..." ucap Harrison di sela-sela tawa nya.
Tidak berapa lama setelah puas tertawa Harrison kembali tenang.
" Jadi dimana lokasi pasti nya, saya mengingat Ratu Regina memiliki anak yang tinggal di sana dulu?" tanya Harrison mengingat kisah Ratu Regina dan ketiga puteranya.
Lennox yang sudah menunggu sejak tadi bernafas lega dan kemudian segera menjawab nya.
" Di sebuah pegunungan tinggi kita tidak bisa melihat nya tanpa sihir. Karena di sana ada istana es yang kuat berbagai macam rune di tempat kan dan ada monster." ucap Lennox menjawab nya.
Harrison yang mendengarnya langsung berpikir bagaimana cara nya bisa ke sana.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Estelle bersama Aisha sedang berjalan menuju ke kelas sejarah bersama anak asrama Ruby.
Sampai di kelas Estelle menatap sekelilingnya sebelum kemudian menarik pelan tangan Aisha. Menuju ke tempat Arthur.
__ADS_1
" Hallo, Arthur." ucap Estelle menyapa Arthur yang sedang duduk sendirian.
Arthur yang sedang membaca buku mendongak kepalanya melihat kehadiran Estelle dia pun tersenyum.
" Hai Estelle senang bertemu dengan mu kembali." ucap Arthur.
Aisha yang mendengarnya hanya mengangkat sebelah alisnya sebelum mengangkat bahunya dengan acuh.
" Dimana Jolly, bukannya kalian seharusnya bersama karena berada di satu asrama?" tanya Estelle penasaran dengan keberadaan teman pertama nya.
Arthur hanya menjawab dengan menunjuk ke belakang. Ketika Estelle melihat arah tunjukkan Arthur di sana dirinya memperhatikan Jolly sedang berbicara dengan dua orang kemungkinan teman baru nya.
" Apa kami boleh duduk di sini?" tanya Estelle meminta izin Arthur untuk duduk di samping nya.
Arthur hanya tersenyum sebelum menggangguk kepalanya memperbolehkan Estelle untuk duduk di samping nya.
Estelle mendapatkan persetujuan langsung duduk di samping Artgur. Aisha yang melihatnya pun ikut duduk di samping Estelle.
Arthur menyerngitkan dahinya menatap Aisha dengan tatapan bingung. Tapi sebelum bertanya tiba-tiba saja datanglah seorang pria bertubuh mungil yang terbang menggunakan sebuah papan panjang seperti skateboard.
" Selamat datang murid-murid baru, Perkenalkan saya professor Davon. Hari ini kita akan mempelajari sejarah awal sihir berada." ucap Professor Davon sebelum kemudian menerangkan.
__ADS_1
Estelle dengan serius memperhatikan penjelasan dari Professor Davon.
" Baiklah, ada yang bertanya?" tanya Professor Davon kepada murid-murid nya.
Estelle bisa memperhatikan tangan Chlorine terangkat.
" Baiklah, Lady Mackie silahkan ajukan pertanyaan anda." ucap Professor Davon mempersilahkan Chlorine untuk bertanya.
Dengan gaya angkuh Chlorine berdiri dari tempat duduk nya.
" Professor apa benar ramalan tentang anak buah raja yang berhasil membunuh pangeran kegelapan dengan menggunakan sebuah pisau. Setelah mencuri salah satu kristal seventy?" tanya Chlorine membuat semua yang mendengarnya menahan nafas nya kecuali Estelle terlihat bingung.
Professor Davon yang tersadar langsung menatap Chlorine dengan tatapan melotot.
" Anda tidak pantas untuk menanyakan pertanyaan ini, Mrs. Mackie mengingat ini di luar konteks pembelajaran. Jadi 10 poin pengurangan atas tingkah kurang ajar mu kelas di bubarkan." ucap Professor Davon meninggalkan ruang kelas.
Estelle bisa melihat ekspresi marah Chlorine karena pengurangan nilai sikap nya.
" Sialan, suatu hari nanti ketika aku menjadi Ratu akan ku habisi Professor itu." umpat Chlorine yang membuat Estslle terkejut.
Countine...
__ADS_1