Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Sumpah


__ADS_3

Pria itu yang mendengarnya langsung membalikkan badannya dan sedetik kemudian dia mencekik leher Clarissa.


Clarissa yang belum sempat membuat perlawanan merasa sakit dengan cekikan pria asing itu.


" Mengapa kau sampai berada di sini, seharusnya kau sudah mati karena telah berani menjebak ku malam itu." ucap pria itu dengan suara rendah dan aura gelap di belakangnya.


Clarissa yang mendengarnya menyerngitkan dahinya bingung tidak mengerti maksud perkataan pria itu.


" A...pa maksudnya aku tidak mengerti?" tanya Clarissa sambil melemparkan tubuh pria itu dengan menggunakan sihir nya.


Pria itu yang belum siap langsung terhempas dan cekikan di leher Clarissa lepas.


Uhuuk... uhuuk...


Clarissa terjatuh terduduk sambil batuk merasakan sakit dari tenggorokan nya.


Pria itu juga meringis kesakitan sepertinya luka pada punggungnya mengeluarkan darah lagi.

__ADS_1


" Arrgggh..."


Melihat pria itu yang kesakitan sebenarnya membuat Clarissa tidak tega. Tapi dirinya masih merasa kesal karena pria itu tanpa alasan jelas mencekik lehernya.


Apalagi yang membuatnya terheran-heran mendengar ucapan pria itu seakan mengenalinya.


Pandangan Clarissa melirik ke pria yang masih meringis kesakitan bersandar dinding seperti nya dia terlalu melempar nya dengan jauh. Setelah mengumpulkan tenaganya Clarissa mulai berdiri berjalan menuju pria itu.


" Aku akan melihat luka mu." ucap Clarissa yang berniat menolong pria itu.


Pria itu yang tadi memejamkan matanya mulai membuka matanya kembali. Walaupun dalam keadaan kesakitan dirinya menatap sinis sekaligus jijik kepada perempuan menolongnya.


Clarissa yang mendengarnya memutar bola matanya malas sepertinya tidak akan mudah menangani pria keras kepala di depannya.


" Aku Clarissa Amora Hope berjanji dengan sihir ku. Bahwa aku tidak akan memberitahu keberadaan mu." ucap Clarissa sambil memejamkan matanya membuat sumpah sihir tanpa menggunakan tongkat.


Pria itu yang melihatnya dibuat tercengang karena ada aura putih kebiruan yang mengalir dari Clarissa setelah mengucapkan janjinya. Menurutnya jarang sekali ada seseorang yang bisa menggunakan sihir tanpa tongkat mengingat para Mahou lebih suka menggunakan tongkat atau senjata sihir untuk mengaplikasikan sihir mereka. Hanya beberapa saja orang-orang yang bisa menggunakan sihir tanpa tongkat. Pastinya orang itu harus kuat.

__ADS_1


Sedangkan Clarissa merasakan perasaan hangat setelah mengucapkan sumpah sihir nya. Seolah-olah sihir nya menari di sekitar tubuhnya.


Clarissa langsung tersadar dari lamunannya ketika melihat pria di depannya terkejut.


" Apa, aku sudah bersumpah jadi tidak ada siapapun yang mengetahui keberadaan mu. Lagipula aku sama sekali tidak berkunjung ke Belka selama 7 tahun terakhir." ucap Clarissa memberikan alasan yang sebenarnya.


Pria itu menatap mata sepasang mata hijau yang membuatnya tersesat di dalamnya sebelum kemudian mengalihkan perhatian nya.


" Saya percaya jadi cepat sembuhkan luka ini, Luka di punggung ini membuatku merasa lemah." ucap pria itu dengan nada memerintah.


Clarissa yang mendengarnya mengepalkan tangannya. Dengan semua sikap pria tidak tahu diri yang sudah di tolongnya seharusnya dirinya tidak usah menolongnya. Jadi dirinya akan senang tidak mendengar suara kasar dan penuh perintah pria itu.


" Baiklah sekarang naik saja ke ranjang, oh iya perkenalkan namaku Clarissa Amora Hope. Jadi siapa nama mu?" tanya Clarissa menanyankan nama pria itu.


Pria itu terdiam sambil kemudian akhirnya menjawabnya.


" Namaku Harrison....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2