
Harrison bisa bernafas lega karena Darren sepertinya. Bisa mengubah warna rambut nya seperti semula langsung saja setelah itu Harrison menggendong Darren dan memberikan nya ciuman di kedua pipi nya yang tembem.
" Hahahha....Daddy Hahahha..." ucap Darren yang tertawa sambil memanggil Harrison.
Clarissa yang melihat tawa Darren dan Harrison tersenyum senang. Tapi ada sesuatu yang belum ia ketahui mengenai masalah ini.
" Harry, apa kau bisa memberitahu ku tentang perubahan warna rambut Darren, Aku ibunya berhak mengetahui apa yang terjadi pada puteraku?" tanya Clarissa dengan serius.
Harrison yang mendengar nada serius Clarissa terdiam sejenak dan menghapus senyuman nya sambil memperhatikan nya.
" Aku akan memberitahu Dareen sepertiku memiliki perubahan warna rambut menjadi putih disebut scolorimento. Kau mengingat bukan bagaimana pertemuan kita." ucap Harrison yang memilih duduk sambil memangku Darren dan memperhatikan Clarissa yang sedang tampak berpikir.
Clarissa seketika pikirannya tertuju dimana dirinya berada di hutan habis menjalankan misi nya dan di sana pertemuan pertama kali dengan Harrison yang sedang dalam kondisi terluka parah. Apalagi yang membuat Clarissa terkejut saat warna rambutnya awalnya putih menjadi hitam.
__ADS_1
" Aku mengingatnya, Tapi kenapa Estelle tidak mengalami perubahan yang sama seperti Darren?" tanya Clarissa penasaran karena Estelle tidak mengalami perubahan warna rambut seperti Darren.
Harrison tersenyum sambil memperhatikan Darren yang tampaknya sedang menyandarkan kepalanya di bahu nya.
" Mungkin dia mirip dengan mu dan aku bersyukur bahwa dia mirip dengan mu." ucap Harrison bergantian menatap lembut ke arah Clarissa.
Clarissa yang mendengarnya langsung memalingkan wajahnya dengan ekspresi tertipu terpasang di pipi nya. Tidak bisa di hindari bahwa ucapan Harrison membuat nya malu sekaligus bingung mengapa Harrison tampak ketakutan jika Darren tidak bisa mengubah warna rambutnya. Padahal itu berasal dari gen nya.
Setelah Estelle selesai pelajaran pegasus sekarang ia berniat untuk ke perpustakaan mencari buku buat tugas sejarah nya.
Ketika Estelle berniat mau turun dari tangga tiba-tiba tangannya di tahan membuat nya menoleh ke belakang.
" Hallo darah kotor bagaimana kau berada di tengah-tengah kami yang suci ini." ucap Chlorine sambil menyeringai licik.
__ADS_1
Estelle memutar bola matanya malas padahal selama beberapa hari ini dirinya bisa tenang karena Chlorine tidak mengganggu nya. Tapi sayangnya pikirannya melesat karena Chlorine bukan seseorang yang menyerah. Apalagi dia memanggil nya darah kotor sesuatu kata hanya karena dirinya tinggal di dunia manusia. Satu hal yang Estelle tahu bahwa dunia mahou masih ada diskriminasi kasta. Jika kamu berasal di kalangan atas pastinya kau akan di hormati dan sebaliknya jika berasal di kalangan bawah dirimu akan di injak serta dianggap kotoran yang mencemari dunia mahou.
Estelle sama sekali tidak menyukai pemikiran itu dan ingin suatu hari nanti mengubah nya.
" Memang nya mengapa aku darah kotor padahal orang tua ku juga seorang mahou. Lagipula darah kita memiliki warna merah yang sama. Apa kau buta Mackie dan sepertinya kau butuh kacamata baru supaya penglihatan mu normal kembali." ucap Estelle membalas olokan Chlorine dengan tajam.
Membuat Chlorine yang mendengarnya sangat marah dan ingin rasa nya membunuh Estelle. Tidak ada seorangpun yang boleh menghina nya.
" Dasar kau darah kotor lebih baik kau mati." ucap Chlorine yang mendorong tubuh Estelle.
Estelle yang tidak siap tubuhnya langsung.....
Countine...
__ADS_1