
Suasana pagi yang dingin membuat Estelle terbangun dari tidur nya dirinya melihat sekelilingnya terasa berbeda dari kamar di rumah nya.
Berbeda dengan kamar di rumah nya yang memilih cat berwarna biru dan ungu. Kamar di asrama terkesan putih dengan ranjang berukuran besar dengan ada tirai di sisi nya. Mirip sekali dengan kamar puteri dalam film.
Estelle berguling ke sisi kanan dan melihat Aisha yang masih tertidur. Estelle memutuskan untuk bangun dan melihat jam digital di atas nakas memperlihatkan pukul 05.30 terlalu pagi untuk bangun. Mengingat jam sarapan pukul 07.30.
Akhirnya Estelle memutuskan untuk membereskan baju ke dalam lemari sampai dimana dirinya melihat foto keluarganya ketika kelulusan nya. Estelle yang tertawa riang sambil merangkul leher Harrison dan tangan Harrison memeluk pinggang Clarissa yang sedang memangku Darren dengan mesra.
" Aku merindukan kalian." ucap Estelle sambil tersenyum sedih.
" Estelle kau sudah bangun." ucap Aisha yang mengangkat kepalanya dari bantal menatap Estelle.
Estelle mengalihkan pandangan nya melihat Aisha yang sedang memperhatikan nya.
" Hmm...aku cuma merindukan keluarga ku." ucap Estelle sambil memandang sekilas foto keluarganya lagi.
Aisha yang mendengarnya bangun dari ranjang menghampiri Estelle kemudian merangkul nya. Pandangan Aisha tertuju ke arah foto keluarga Estelle.
__ADS_1
" Kau beruntung." ucap Aisha tanpa mengalihkan pandangannya ke foto.
Estelle yang mendengar menyerngitkan dahinya bingung.
" Apa maksud mu?" tanya Estelle menatap Aisha.
" Kau memiliki orang tua dan adik yang baik, sedangkan ibuku sudah meninggal ketika melahirkan ku dan ayah ku yang merupakan seorang Earl tidak menyukai ku. Bahkan dia menyuruh aku untuk tidak memanggil nya ayah. Alasan ku memutuskan untuk ke akademi adalah ingin mendapat kebebasan tinggal di manor yang sepi dan gelap itu tidak menyenangkan." ucap Aisha tanpa sadar menittikan air mata.
Estelle yang mendengarnya juga merasa sedih entah kenapa ia seperti merasakan hidup seperti Aisha. Pernah dia memimpikan dimana dirinya tinggal di panti asuhan tanpa daddy dan mommy. Semua orang memanggil nya aneh untung nya saja ketika dirinya bangun daddy dan mommy datang sebelum memeluk nya dengan erat.
Aisha yang mendengarnya langsung menggangguk kepalanya semangat.
" Tentu aku ingin." ucap Aisha.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Clarissa penasaran mengapa dirinya di panggil Harrison menyuruhnya ke ruang kerja nya.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang membuat mu memanggil ku ke sini, Harry?" tanya Clarissa sambil memperhatikan Harrison yang tampaknya sedang mencari sesuatu.
Clarissa yang memilih duduk di sofa sambil memperhatikan Darren duduk dengan di depannya sebuah buku-buku suaminya. Clarissa dibuat tertawa ketika melihat Darren menampilkan ekspresi serius dengan air liur membasahi kertas buku.
" Oh, Dareen tidak." ucap Harrison yang langsung berlari mengambil buku dari hadapan Darren.
Darren yang tidak terima langsung melotot ke arah Harrison.
" Bubu...dad...bubu..." ucap Darren seakan memarahi Harrison karena mengganggu aktivitas nya.
Clarissa yang melihatnya tidak sanggup untuk menahan tawa nya. Akhirnya tertawa terbahak-bahak tidak setiap hari melihat ke frustasian Harrison terhadap buku-buku nya.
Harrison hanya menghela nafas nya sambil memijit pelipisnya. Sebelum memusatkan perhatiannya kepada Clarissa.
" Sayang. aku mengatakan sesuatu padamu,saya memutuskan....
Countine....
__ADS_1