
Sedangkan di sisi lain Estelle sedang berdiri berbaris mengikuti anak seusianya. Dirinya memperhatikan anak-anak perempuan yang memakai gaun panjang dan jubah panjang menutupi kaki mereka.
Melihat penampilan mereka membuat Estelle memperhatikan pakaiannya hari ini. Hari ini Estelle menggenakan gaun biru bermotif bunga-bunga dengan kardingan berwarna biru tua. Setidaknya Estelle menggenggakan gaun meskipun pendek tapi kakinya di tutup oleh stocking berwarna biru tua seperti kardingan nya.
" Estelle Hope."
Mendengar nama nya di panggil Estelle mulai maju ke depan dan melihat seorang pria berambut hijau menggenakan setelan jubah merah dengan topi kerucut hitam di kepalanya memperhatikan penampilannya.
Sejujurnya itu membuat Estelle sedikit risih di perhatikan seperti itu. Jadi segera dirinya berbicara.
" Permisi sir." ucap Estelle sambil tersenyum tipis.
Pria itu yang mendengar suara Estelle memperhatikan penampilannya.
" Estelle Adeline Hope." ucap pria ingin memastikan bahwa anak perempuan bernama Estelle.
Karena hampir 20 puluh tahun sama sekali tidak ada siswa berpakaian seperti ini. Mengingat setiap siswa yang datang selalu memakai jubah.
Estelle yang bingung dengan pertanyaan pria itu memiringkan kepalanya.
__ADS_1
" Iya, saya Estelle Hope ada masalah?" tanya Estelle mengiyakan pertanyaan pria.
Sekaligus Estelle masih bingung mengapa semua orang memanggil nama belakang nya Hope bukannya Desmon. Tapi Estelle tidak mau bertanya lebih mengingat perkataan mommy nya untuk menjauhi masalah.
" Silahkan masuk kelas satu berada di lantai kedua, jangan sampai salah masuk atau anda akan mengalami masalah yang tidak di inginkan." ucap pria itu acuh sama sekali tidak mempedulikan pertanyaan dari Estelle.
Estelle yang melihat tindakan dari pria itu mengacuhkannya hanya mengangkat bahunya dengan sama sekali tidak mempedulikannya dan berjalan pergi masuk ke dalam kapal.
" Woah...indah sekali." ucap Estelle kagum dengan dalam kapal pesiar.
Kapal pesiar itu berwarna serba emas bahkan ada karpet merah di lantai pijakan Estelle. Arsitektur kapal pesiar seperti istana mungkin mengingat usianya sudah lama.
Bruk...
" Aduuh..."
Estelle yang merasakan sakit akibat jatuh menyadari bahwa dirinya menabrak seseorang langsung berdiri dan mengulurkan tangan nya berniat membantu orang yang di tabrak nya.
Tapi orang yang di tabrak oleh Estelle malah menepis uluran tangannya dan memilih berdiri sendiri.
__ADS_1
Setelah berdiri orang itu adalah seorang perempuan seusia Estelle menatap geram pada nya.
" Dasar kau berani sekali menjatuhkan seorang bangsawan seperti saya." ucap anak perempuan itu memarahi Estelle.
" Maafkan aku tadi tidak di sengaja." ucap Estelle mengakui kesalahan nya.
Sayangnya perempuan yang memiliki sikap sombong tidak terima dan berniat melemparkan mantra. Tiba-tiba saja ada seseorang memegang tangan anak perempuan itu.
" Mrs.Mackie anda dilarang menyerang siswa lain. Itu sangat berbahaya." ucap seorang wanita berambut cokelat dan bermata cokelat madu melarang anak perempuan di panggil Mackie.
Estelle yang melihat nya bisa bernafas lega setidaknya diri nya tidak akan di serang di hari pertamanya.
Berbeda dengan Estelle anak perempuan Mackie malah menatap tajam sekaligus jijik sebelum kemudian pergi tanpa mempedulikan dua orang menatapnya.
Estelle yang melihat kepergian Mackie hanya diam sebelum kemudian mengalihkan perhatian nya kepada wanita penolong nya.
" Terima kasih." ucap Estelle mengucapkan terima kasih kepada orang yang menolongnya.
Sedangkan wanita itu hanya diam sebelum kemudian mengatakan sesuatu...
__ADS_1
Countine...