Become The Protagonis Mother

Become The Protagonis Mother
Duel part I


__ADS_3

Akhirnya dia kembali, aku bebas hahhaa...." ucap sesuatu yang misterius sangat tipis untuk di dengar oleh siapapun.


Kecuali Estelle dirinya merasa akan terjadi sesuatu yang buruk mengenai kompetisi kali ini. Entah kenapa dirinya yakin bahwa kompetisi ini akan membuat sesuatu terjadi pada keluarga nya.


Aisha yang merasa keanehan Estelle langsung menyentuh bahunya.


Membuat Estelle terkejut seketika dan menatap garang ke arah Aisha.


" Mengapa kau mengagetkan ku?" tanya Estelle pada Aisha.


" Seharusnya aku merasa keheranan karena sejak tadi kau tampak termenung, apa ada sesuatu yang kau pikirkan?" tanya balik Aisha karena dirinya yakin Estelle mendapatkan sebuah firasat.


Entah mengapa setiap Estelle mendapatkan nya itu akan menjadi suatu kenyataan termasuk kejadian dimana Chlorine terjatuh saat bermain ice skating di tahun kedua mereka.


Oh tentu saja Aisha tidak akan melupakan kesempatan dimana dirinya bisa mengejek serta tertawa puas melihat Chlorine menderita.


Estelle yang bisa membaca pikiran Aisha hanya menghela nafas nya sambil menggelengkan kepalanya.


" Tidak, kalau begitu kita harus cepat karena pelajaran terhadap pertahanan akan segera dimulai. Dimana pelajaran kita hari ini adalah duel." ucap Estelle dengan penuh semangat karena jujur saja dirinya sangat suka pelajaran berduel.

__ADS_1


" Aku heran mengapa kau sangat suka berduel, padahal biasanya perempuan suka pelajaran meramal, atau membuat pakaian menggunakan sihir." ucap Aisha sambil memiringkan kepalanya ke samping.


Estelle terdiam memang tidak semua perempuan yang suka pelajaran berduel mengingat pelajaran meramal, etika, musik, membuat pakaian, serta memasak dan pengurus rumah tangga. Pelajaran para setiap perempuan yang akan dipersiapkan untuk mencari calon suami.


Tentu saja Estelle bukan salah satu dari perempuan itu dirinya lebih suka belajar bela diri, berduel, membuat ramuan, serta pelajaran musik mengingat hobinya bermain piano.


" Mungkin aku suka main piano tapi satu hal aku sangat menyukai berduel." ucap Estelle sambil menyeringai.


...****************...


" Selamat pagi kelas, hari ini kita akan berduel bersama siswa dari kelas Zamrud. Saya yakin kalian tidak sabar untuk menguji kemampuan kalian bukan." ucap Professor Calderon seorang pria paruh baya berjubah hijau berjalan mengintari panggung duel.


Semua anak laki-laki asrama Diamond maupun Zamrud bertepuk tangan dengan penuh semangat.


" Baiklah, Zephyr dan Septimus silahkan maju ke depan." ucap Professor Calderon menyuruh Theodore Zephyr dan Alejandro Septimus maju.


Theodore dan Alejandro yang berasal dari asrama Diamond menatap satu sama lain dengan penuh kebencian.


" Astaga Zephyr sangat tampan dan rambutnya membuat semuanya bersinar."

__ADS_1


" Tapi Septimus tidak kalah tampan dengan rambut cokelat nya yang seterang dimusim panas."


" Kyaa...."


Estelle dan Aisha memutar bola matanya malas merasa berisik dengan teriakan para gadis kepada dua pria tampan itu.


" Astaga apa istimewa mereka sampai membuat para gadis berteriak seperti banshee." batin Estelle jengkel.


Tanpa sadari Estelle sejak tadi Theodore memperhatikan nya sambil tersenyum tipis.


" Sepertinya kau menyukai gadis kotor itu ya?" tanya Alejandro dengan senyuman miring.


Theodore langsung mengalihkan perhatiannya menatap tajam Alejandro.


" Itu bukan urusan mu dan jangan sekalipun kau menghina nya." ucap Theodore dengan marah.


" Tentu saja aku tidak akan menghina penghinaan ini. Meskipun kau mengalahkan ku walaupun itu tidak mungkin bukan." ucap Alejandro bersikap sombong.


Theodore hanya tersenyum miring sama sekali tidak terpengaruh sikap sombong Alejandro.

__ADS_1


" Kita lihat saja nanti tidak ada seorangpun boleh menghina Estelle, selain aku." batin Theodore dengan penuh amarah dan berambisi untuk mengalahkan nya.


Countine...


__ADS_2