
Estelle mendengar suara seseorang yang berbisik di belakangnya membalikan badan nya dan melihat senyum menjengkelkan dari anak laki-laki yang sombong di temui nya stone city.
" Kau lagi." ucap Estelle sambil memandang Theodore yang menyeringai kepadanya.
Sedangkan Theodore mengangkat sebelah alisnya. Tapi sebelum mengatakan apapun Theodore mendengar suara memanggil namanya.
" Theodore Zephyr."
" Tonton dan lihatlah." ucap Theodore sebelum kemudian berjalan maju ke depan.
Tidak lama setelah Theodore maju ke lingkaran terdengar suara.
" Zamrud."
Dengan senyum sombong Theodore berjalan menuju tempat dimana asrama Zamrud bertepuk tangan untuknya.
Membuat Estelle yang melihatnya memutar bola matanya malas.
" Estelle Hope."
Sekarang giliran nama Estelle yang dipanggil dengan perlahan ia berjalan menuju ke depan. Melihat tatapan sinis wakil kepala sekolah Sybill membuat Estelle merasa tidak nyaman.
__ADS_1
" Silahkan masuk ke dalam lingkaran rune dan keluarkan sedikit sihir anda." ucap wakil kepala sekolah Sybill dengan datar.
Estelle yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya sebelum kemudian memejamkan matanya mengeluarkan sedikit sihir nya berusaha tetap rileks.
Semua siswa-siswi yang melihatnya terus memperhatikan karena sudah tiga menit berlalu Estelle belum di tentukan asrama nya.
4 menit berlalu semakin terdengar keributan siswa-siswi. Terutama kepala sekolah Esmeralda yang terkejut dengan sihir anak perempuan di depannya.
" Sihir anak ini sangat kuat seperti aku mengingat masa lalu. Dimana seorang murid mengalami hal yang sama." batin Kepala sekolah Esmeralda menatap Estelle dengan tatapan yang sulit.
Tidak lama setelahnya ada suara menentukan asrama nya.
" Diamond."
Estelle yang merasa di sambut baik oleh asrama itu langsung berjalan menuju ke arah nya seorang anak laki-laki perkiraan senior nya menyambut nya.
" Selamat datang di asrama diamond saya Marcus Belbi ketua di sini. Saya sudah lama tidak mendengar seorang dari dunia manusia berada di akademi Emerald." ucap Marcus dengan ramah.
Estelle yang mendengarnya hanya menggangguk kepalanya sambil tersenyum manis sebelum kemudian duduk di samping anak perempuan berambut putih.
Anak perempuan yang melihat kedatangannya langsung mengulurkan tangannya.
__ADS_1
" Hallo nama ku Aisha Zealand senang berkenalan dengan mu." ucap Aisha sambil tersenyum ramah.
Estelle langsung menerima uluran tangan Aisha sambil memperkenalkan diri.
" Namaku Estelle Hope." ucap Estelle sebelum kemudian mengalihkan perhatiannya ke depan.
Di sana Estelle melihat anak perempuan yang di tabrak nya di kapal maju ke depan. Dengan senyum angkuh di wajahnya.
" Diamond."
Estelle mendengar nama asrama anak perempuan itu yang sama dengan nya langsung cemberut.
" Ada sesuatu yang mengganggu mu Hope?" tanya Aisha yang penasaran dengan tingkah aneh Estelle.
" Siapa dia?" tanya Estelle yang penasaran dengan anak perempuan berambut merah yang sedang di sambut oleh ketua asrama.
Aisha mendengarnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjukkan oleh Estelle.
" Chlorine Mackie seorang anak perempuan dari kelas bangsawan Baron. Sebenarnya tidak ada spesial darinya tapi sejak dua tahun lalu Lady Chlorine mengeluarkan sihir cahaya yang sudah lama hilang. Di situlah keluarga nya terkenal dan mereka mendapat sambutan baik dari keluarga kerajaan. Aku dengar Raja juga mendekatkan pangeran mahkota dan Lady Mackie untuk berjodoh." ucap Aisha menjelaskan kepada Estelle.
Estelle yang mendengarnya mengerutkan keningnya sambil terus memperhatikan gadis berambut merah. Entah kenapa ada sesuatu yang buruk di dalam dirinya.
__ADS_1
Countine...