
Ketika Estelle membuka pintu dirinya dibuat terkejut dengan kamar yang luas dengan interior bangsawan di dalam nya. Meskipun kamar nya terlihat gelap mengingat dirinya berada di bawah laut tapi Estelle masih bisa melihat ikan.
" Hallo, sepertinya kamu yang akan menjadi teman kamar ku malam ini." ucap seorang anak perempuan yang duduk di atas ranjang bangun menghampiri Estelle.
Estelle dengan canggung melambaikan tangannya.
" Hallo namaku Estelle Hope, siapa nama mu?" tanya Estelle sambil memperkenalkan diri.
Anak perempuan itu menerima baik sambutan Estelle.
" Namaku Jolicia Bolivia, senang bertemu denganmu Hope." ucap nya memperkenalkan diri.
" Tolong, Estelle saja karena aku sedikit canggung mendengar seseorang memanggil nama belakang ku." ucap Estelle meminta Jolicia untuk memanggilnya dengan namanya saja.
Jolicia yang mendengarnya menyerngitkan dahinya terlihat bingung. Hal itu sedikit membuat Estelle merasa tidak nyaman.
Tapi tidak lama setelahnya Jolicia tersenyum senang.
" Terima kasih jarang sekali aku bertemu dengan seseorang yang bicara tidak formal kepadaku. Kau tahu menjadi anak bangsawan itu tidak menyenangkan sepertinya kita akan menjadi teman yang baik. Jadi panggil aku Jolly." ucap Jolicia atau bisa di panggil Jolly.
__ADS_1
Estelle mendengarnya tersenyum merasa lega karena di sambut baik oleh teman baru nya.
" Tidak masalah Jolly." Ucap Estelle.
...****************...
Sedangkan di sisi lain Clarissa sedang melihat bulan. Terasa aneh karena malam ini Estelle tidak ada.
Clarissa merasa aneh dan tidak nyaman mengizinkan Estelle untuk ke akademi. Apalagi setelah inti tongkat Estelle yang kuat pasti banyak orang mengincar nyawa nya.
Harrison yang baru saja masuk ke dalam kamar setelah menyelesaikan pekerjaannya melihat Clarissa sedang berdiri di balkon langsung menghampiri nya.
" Kau terlihat murung sayang." ucap Harrison berdiri di belakang Clarissa sambil memeluk pinggang nya dan menyadarkan kepalanya di bahu istrinya.
" Apa kita bisa pindah ke belka?" tanya Clarissa entah bagaimana dirinya bertanya hal itu kepada Harrison.
Harrison mendengarnya menyerngitkan dahinya merasa heran dengan pertanyaan Clarissa yang tidak biasa.
" Mengapa kau ingin pindah, bukannya kau sudah nyaman berada di sini selama hampir dua belas tahun?" tanya Harrison penasaran.
__ADS_1
" Kau benar tapi entah mengapa aku merasa ingin sekali tinggal dimana bebas menggunakan sihir tanpa harus bersembunyi dari masyarakat. Apalagi mengingat alasan para Mahou menyembunyikan diri dari dunia manusia. Apa itu sulit?" ucap Clarissa membalikan badan nya melihat Harrison.
Harrison menghela nafas nya sambil menatap mata hijau Clarissa yang menatapnya teduh.
" Aku tidak tahu kita bisa pindah atau tidak. Mungkin suatu hari nanti kita akan bisa pindah." jawab Harrison tidak yakin.
Clarissa yang mendengar jawaban Harrison tersenyum sebelum kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang Harrison.
" Terima kasih karena telah mendengar keluhan ku. Mungkin ini hanya sebatas keresahan ku karena hari ini kita tidak bertemu Estelle." Ucap Clarissa.
Harrison mengelus rambut pirang Clarissa sesekali memberikannya ciumannya.
" Sama-sama sayang ku, dan maafkan aku yang telah menyembunyikan segalanya dari mu." ucap batin Harrison merasa bersalah.
...****************...
Untuk makan malam ini Estelle menggenakan dress hijau berbunga-bunga dengan stoking putih serta jubah hitam. Mengingat dirinya harus menyesuaikan diri beradaptasi dengan pakaian seorang mahou.
Pandangan Estelle ke arah jendela kapal secata langsung melihat lautan dimana banyak sekali ikan-ikan berenang.
__ADS_1
" Ini indah...
Countine...