
Ketika Estelle sampai di depan asrama tiba-tiba saja ada seseorang yang menabrak bahunya membuatnya hampir terjatuh jika saja Aisha tidak menahan nya.
" Hei, apa kau lakukan itu perbuatan tidak sopan tahu." ucap Aisha memarahi orang yang menabrak Estelle.
Anak perempuan yang menabrak Estelle membalikan badan nya dan memandang mereka dengan tatapan sinis nya.
" Maaf saja aku melakukannya karena dia pantas seorang anak yang di besarkan di dunia manusia tidak lebih dari makhluk kotor mencemari seluruh mahou di dunia ini." ucap Chlorine dengan senyum mengejek Estelle.
Estelle yang mendengarnya mengepalkan tangan nya membuat sekitarnya tiba-tiba hawa nya menjadi dingin. Dengan perlahan Estelle melepaskan tangan Aisha dan berjalan menghampiri Chlorine yang tampak terpaku di depannya.
" Ingat satu hal tidak boleh satupun orang yang mengejek keluarga. Apa kau tahu orang tua ku juga mahou dan aku bangga tinggal di dunia manusia. Setidaknya aku tidak menjadi bocah sombong seperti mu." ucap Estelle sambil tersenyum miring.
__ADS_1
Dengan jari nya Estelle mengambil sehelai rambut merah Chlorine sambil tersenyum manis yang membuat sang empu ketakutan.
Bahkan para siswa-siswi asrama Diamond hanya memperhatikan nya saja.
" Ingat jika anda ingin di hormati bersikaplah seperti seorang Lady bukannya menjadi anak-anak suka membully. Ayo Aisha kita harus pergi." ucap Estelle sebelum kemudian pergi di susul oleh Aisha yang menyeringai kepada Chlorine.
Sedangkan di tinggalkan seorang diri mengepalkan tangannya merasa tidak terima harga dirinya di injak-injak oleh seorang anak berdarah kotor itu.
Di sisi lain Estelle dan Aisha yang berdiri didepan sebuah dinding bercorak bunga dengan di tengah nya terdapat sebuah diamond besar.
" Di sinilah tempat tinggal asrama kalian selama 7 tahun. Kalian tinggal menempelkan tangan pada diamond sambil mengeluarkan sihir masing-masing." ucap Marcus Belbi menjelaskan cara masuk ke dalam asrama.
__ADS_1
Benar saja tidak lama dinding itu mengeluarkan cahaya dan pindah ke sisi samping memperlihatkan isi dalam asrama.
Estelle dibuat terpanah melihat dalam asrama diamond begitu juga dengan anak kelas 1. Dimana terdapat sebuah ruang tengah ada beberapa sofa berwarna putih di tengah nya terdapat sebuah meja besar, di depan nya ada perapian. Tapi yang membuat Estelle takjub bagaimana ada perpustakaan mini menyimpan buku-buku tentang sihir elemen.
" Selamat datang di asrama Diamond dimana calon mahou berbakat elemen akan lahir di sini. Saya Marcus Belbi sebagai ketua asrama di samping saya ada Akari Miyazano sebagai wakil. Kita tidak seperti Ruby yang pemberani, Zamrud yang licik, serta Saphire yang memiliki jiwa penolong. Kita netral kalian tahu bukan 4 tahun perang berakhir dengan pihak kerajaan yang menang meninggalkan pasukan pangeran kegelapan kalah. Rata-rata itu semua berada dari awal ketiga asrama itu saya harap kalian tidak membuat perseteruan atau mencari musuh kepada anak-anak asrama lainnya." ucap Marcus Belbi menghentikan pembicaraan nya melihat ekspresi anak-anak kelas 1.
" Kalian bisa beristirahat malam ini dan besok pukul 07.30 kita akan pergi sarapan bersama-sama. Asrama laki-laki di sebelah kiri dan perempuan di sebelah kanan. Jadi selamat malam semuanya." ucap Akari Miyazono menutup pembicaraan kali ini.
Sedangkan di sisi lain Estelle tidak menyangka bahwa idola nya berada di satu asrama bersama nya. Ini akan menjadi tahun yang baik.
Countine....
__ADS_1