
...đ READING BOOK đ...
"Maafkan aku mam!" Kaisar langsung menunduk bersalah karena menggunakan gaya bahasa yang tak baik pada sang mama.
"It's okay handsome, aku begitu menyayangi mu!" Ucap Desi yang merapikan gerah baju.
"Baiklah, bagaimana dengan putriku apakah dia sudah selesai!" Ucap Desi dengan menanyakan nya pada para pelayan.
"Nona dia...!" Jawab pelayan itu, namun harus terpotong oleh suara Angel dari arah tangga.
"Aku sudah siap mam!" Angel berjalan dengan elegan menuruni tangga menghampiri sang mama.
Desi tersenyum, ia juga menyayangi anaknya itu meski gadis nya ini begitu iri dengan kakaknya.
"Sangat cantik, bagaimana menurutmu sayang!" Ucap Desi menanyakan pendapat terhadap Aldebaran.
"Putriku selalu cantik menggunakan apa saja, terlebih dengan gaun yang elegan ini!" Ucap Aldebaran yang langsung mengecup kening Angel.
Angel tersenyum manis, ia sangat suka dengan suasana seperti ini, dimana saat ini ia begitu diperhatikan.
"Yaudah baiklah, ayo kita pergi lagi!" Ajak Desi yang tak ingin berlama-lama.
"Baiklah sayang!" Aldebaran memberikan tangannya agar sang istri menggandengnya.
Begitulah kehidupan keluarga kaya Aldebaran, mereka akan harmonis di waktu yang jarang sekali dan akan berkumpul jika memang ada acara penting.
Kasih sayang yang mereka berikan hanyalah sebuah kemewahan dan juga kebebasan, namun untuk mencari sebuah pasangan haruslah mereka cari dengan seorang wanita atau pria yang benar-benar bermartabat dan setara.
Kaisar dan Angel satu mobil sedangkan Desi dan Aldebaran menggunakan sopir membawa mereka ke restoran yang dijanjikan.
Satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di restoran yang dijanjikan. Restoran Extension see food, dimana sebuah restoran terbaik yang hanya menyediakan makanan dari laut saja.
Mereka masuk, disana sudah menunggu seseorang untuk membawa mereka menuju ruangan VIP yang telah dipesan.
Sesampainya didepan pintu ruangan, mereka semua masuk bersamaan dengan bergandengan.
__ADS_1
"Oh Desi...!" Ucap seorang wanita paruh baya yang melepaskan rindunya pada Desi dengan berpelukkan.
"Apa kabar Galdis...aku merindukanmu!" Ucap Desi dengan memeluk sahabatnya itu dengan melepas rindunya.
"Aku baik...bagaimana dengan mu, kau bertambah kurus saja, apa Aldebaran tak memberimu makan!" Ejek Galdis saat melihat tubuh sahabat nya itu lebih kurus dari sebelumnya.
"Jangan asal bicara Galdis, sahabat mu ini aja yang keras kepala!" Bantah Aldebaran yang tak terima dibilang tak memberi makan istrinya.
"Apa keras kepala mu itu tak hilang, kau ini sudah menikah!" Ujar Galdis yang mencubit hidung Desi sedikit.
Galdis membawa Desi duduk bersama nya begitu pula dengan Aldebaran dan anak-anak nya yang dipersilakan duduk oleh suami Galdis.
Terlihat Angel langsung melepaskan tangan kakaknya dan langsung mendekat pada gadis yang akan di jodohkan dengan kakaknya.
Dia bernama Ayunda cinta Weldan, kakak kandung dari Celsi Cantika Weldan, Angel begitu dekat Cinta dari pada Celsi yang merupakan gadis yang berteman dengan seorang gadis miskin.
"Apa adek kecil ku ini udah besar!" Ujar Cinta dengan mengelus kepala Angel dengan lembut.
"Kita beda dua tahun ya, jangan menganggap aku adek kecil!" Dengus Angel yang cemberut.
Kaisar dan Celsi hanya diam, mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Mereka tak begitu peduli dengan yang lain sampai akhirnya Kaisar menyenggol kaki Celsi yang membuat Celsi menatap tajam pada pemuda dihadapannya itu.
Kaisar mengasih kode dengan matanya, namun Celsi malah kembali cuek padanya dan bahkan memalingkan tubuhnya agak jauh tidak tergapai oleh Kaisar.
Mereka berdua memang dari kecil sering bertengkar, selain memiliki sikap yang keras kepala, keduanya semakin jauh karena sikap kaisar yang tak disukai Celsi.
"Aku izin sebentar keluar sama Celsi ma,pa, om, Tan ,dan semuanya!" Ujar Kaisar yang langsung menarik Celsi yang memberontak saat ia menarik Celsi.
Setelah mereka diluar, Celsi langsung menghempas tangan Kaisar dengan kasar dan menjaga jarak sangat jauh dari Kaisar.
"Melangkah satu langkah, maka kamu tau akibatnya!" Ancam Celsi dengan wajah datarnya.
"Oh oke, aku hanya bilang untuk rahasiakan ini semua dari semua orang termasuk temanmu yang cupu itu!" Ujar Kaisar yang langsung pergi meninggalkan Celsi.
"Bukan urusan ku, jadi jangan asal narik orang!" Kesal Celsi yang langsung kembali masuk kedalam ruangan VIP itu kembali.
__ADS_1
Kaisar berbalik menatap Celsi yang sudah masuk kedalam ruangan pengap itu, dirinya begitu tidak nyaman terlebih saat Cinta menatap dirinya malu.
Padahal ia sudah lama kenal dengan Cinta meski pada saat SMA Cinta sekolah di Kalimantan tempat neneknya berada.
Mereka berdua lahir di tahun dan tanggal yang sama dengan bulan yang berbeda, Kaisar yang lahir pada bulan Februari dan Cinta yang lahir pada bulan November.
Awalnya Kaisar akan dijodohkan dengan Celsi, namun karena Celsi yang begitu keras menolak bahkan sampai mengurung diri dikamar hingga pingsan, membuat kedua orang tua Celsi menjodohkan nya pada Cinta meski umur mereka hampir sama.
"Restoran ini cukup besar ya, pengen makan di tempat umumnya deh!" Ujar Kaisar yang langsung mempercepat jalannya menuju lantai bawah tempat umum yang disediakan.
Berjalan perlahan menuruni tangga, menatap keselilingnya yang memiliki interior yang begitu indah, terlebih banyak pelanggan yang menikmati makanan see food nya.
Sudah dipastikan bahwa restoran makanan di restoran ini enak, bahkan untuk mencari tempat duduk untuk makan saja sulit dicari.
Kaisar pun perlahan turun untuk mencari meja kosong yang bisa untuk ia tepati.
Saat Kaisar berjalan lebih dalam, ternyata ada meja yang kosong dan didalam ruangan ini tidak terlalu begitu banyak orang.
Kaisar perlahan berjalan kesalah satu meja, matanya menatap kanan kiri mencari pelayan untuk ia bisa memesan makanan. Beberapa saat pun pelayan lewat dan ia memberi kode untuk pelayan itu segera menghampiri nya.
"Anda pesan apa tuan!" Ucap seorang pelayan yang membawa buku menu ditangannya.
"Bawa beberapa see food terenak disini, ingat pisahkan lada dari makanan ku!" Ujar Kaisar dan pelayan itu mengangguk mulai mencatat.
"Untuk minumnya tuan?" Tanya pelayan itu lagi dengan buku dan pena yang siap untuk mencatat pesanan.
"Blue acear soda dan es krim vanilla coklat!" Pelayan itu pun mengangguk dan segera mencatat.
"Tunggu sebentar tuan, makanan sebentar lagi akan datang!" Ujar pelayan itu dengan membungkuk.
Setelah kepergian pelayan itu, Kaisar mengecek ponselnya ia memeriksa ponsel yang dari tadi tak ia nyalakan.
__ADS_1
Ditempat lain, tepatnya diruang VIP. Celsi yang baru masuk langsung di beri tatapan bingung dari seluruh orang, pasalnya Celsi keluar bersama Kaisar, lalu pria itu kini pergi kemana dan kenapa tidak kembali.