
...đ READING BOOK đ...
Kini Cinta, gadis itu terus meninju di udara dengan wajah kesal, ia begitu kesal karena pagi-pagi sudah melihat adegan yang begitu membuat hatinya begitu panas.
"Iiii...tu cewek nggak sadar diri banget apa, itu cowoknya orang tapi masih di deketin, aaaa....kaisar apa kurangnya aku coba!" Kesalnya dengan berteriak dan untungnya saat ini keadaan begitu sunyi.
Ya ia saat ini berada di taman dekat sekolahnya, ia memutuskan untuk tidak masuk hari ini karena masih merasa panas saat Kaisar dengan sengaja nya berjalan mendekati Berlin dan tersenyum begitu manis, bahkan Kaisar tidak pernah tersenyum begitu tulus padanya.
"Apa Kaisar bodoh, aku bahkan lebih dari segalanya, pinggang! Bahkan lebih ramping, dada! bahkan tampak berisi, muka! Bahkan aku lebih putih dan cantik dari gadis buluk itu, gaya! aisshh...bahkan jauh berbeda loh...!" Gerutunya yang terus membicarakan tentang perbandingan antara dirinya dan Berlin.
Ia begitu kesal dan marah saat ini, dari kecil hingga sekarang Kaisar tidak pernah sekalipun menunjukkan sisi baiknya untuknya selain di depan orang tua, dan bahkan kemaren dengan entengnya ia menolak begitu saja permintaan percepatan pernikahan mereka.
"Apa gadis lugu itu gunain pelet atau apakah, tapi mana mungkin ini zaman apaan dah!" Ujarnya yang terus berbicara sendiri.
"Aaaaa.....aku kesal rasanya, pengen aku banting nih bumi, Kaisar bodoh, Kaisar tak tau diri, kurang aku apa coba hati bahkan udah ku kasih seutuhnya!" Teriaknya yang semakin kuat.
Ia meluapkan semua emosinya saat ini, kalian tau bagaimana cewek yang lagi PMS, ya begitu lah keadaan Cinta saat ini. Ia mengalami PMS bulanan dan semua emosinya memang lagi memuncak apalagi dia tadi pagi terus marah-marah karena tumbuh nya satu jerawat di ujung hidungnya mana sakit banget lagi.
"Berisik!" Teriak seseorang dengan suara khas bangun tidur.
"Apa mau berantem, sini deh sekalian luapin ini kekesalan!" Tantang Cinta meski ia tidak tau keberadaan lelaki yang berbicara padanya saat itu.
Bugg
Tiba-tiba seseorang langsung terjatuh di tanah dengan gaya cool nya, Cinta yang memang membelakangi menjadi sedikit terkejut dan akhirnya terjatuh.
__ADS_1
Ia berbalik menatap orang yang kini berjalan kearahnya, uluran tangan terjulur oleh pemuda itu yang berwajah dingin. Cinta terdiam, ia menatap tangan dan wajah pemuda itu secara bergantian, meski ia tau maksud dari sikap pemuda itu namun dirinya masih merasa syok dan tertegun dengan wajah tampan itu.
"Bangun!" Ucapnya dengan masih tangan yang menjulur.
Cinta pun menerima juluran tangan itu, ia pun segera bangkit dan membersihkan pinggulnya sedikit kotor karena terjatuh. Matanya tak lepas dari pemuda yang membantunya itu.
"Lain kali kalo mau berisik pergi ke hutan!" Ucap pemuda itu dan langsung pergi meninggalkan Cinta begitu saja.
Cinta yang awalnya tertegun melihat ketampanan pemuda itu, kini ia merasa sangat kesal dan bahkan ingin melemparkan sepatunya tepat di kepala nya.
"Akhhh...awas kau!" Teriaknya dan langsung pergi dengan hentakan kaki yang merasa kesal.
Sedangkan pemuda itu tersenyum tipis melihat tingkah Cinta yang begitu lucu, marah-marah nggak jelas dan bahkan berteriak nama seorang cowok yang sepertinya ia kenal.
...****************...
Kalian tau alasan anak nakal tak bisa dibilangin, yang pertama kali ia paling tidak suka jika ditegur secara langsung dan demi mengatasi malu nya ia malah berbuat menjadi-jadi agar semua orang menganggap ia tidak mudah ditegur, yang kedua anak nakal sangat suka melihat wajah kesal para guru terlebih guru-guru yang memiliki tampang mafia, biasanya mereka akan mengatakan uji mental sebelum bertarung sebenarnya waktu dewasa.
Jika ada seorang remaja yang bren*sek sebenarnya ia hanya ingin mencoba hal yang baru dan ekstrim namun jika telah terjadi ia tidak akan bertanggungjawab karena pada dasarnya dari kecil orang tuanya tak mengajarkan bagaimana menjadi orang yang bertanggungjawab.
Tapi kembali lagi ke diri kita sendiri, kita jangan mempersalah orang tua lebih banyak, karena sikap keras kepala seseorang terbentuk dari lingkungan yang ia gauli. Jangan bilang otak manusia itu tidak mudah untuk dipengaruhi! bahkan untuk membuat seseorang menjadi jahat saja bisa dengan mudah karena rasukan dari seseorang.
Kembali lagi, setelah semua pelajaran selesai, kini jam istirahat pun telah berbunyi dan semua murid akan bersorak kegirangan terutama bagi anak nakal yang memang tak betah dikelasnya.
"Makan yok!" Ajak Celsi dengan menarik tangan Berlin.
__ADS_1
"Males banget, aku lagi nggak ada duit apalagi aku males kekantin karena kejadian tadi pagi!" Gumamnya sambil bergeliat malas.
Ucapan Berlin dapat didengar oleh Celsi dengan baik meski suaranya sedikit kurang jelas dan berkempulun. Celsi tetap menarik tangan Berlin agar tidak terus bermalas-malasan, ayolah ini bukanlah Berlin yang ia kenal yang selalu begitu bersemangat dan tak peduli dengan ucapan orang lain.
"Cepet ah ber, males banget dah!" Gerutu Celsi dengan terus menarik tangan Berlin pelan.
Berlin terus bergeliat malas dan akhirnya mendengus kesal mengangkat kepalanya dengan tegap. Ia pun bangkit dari duduknya yang malas dengan wajah yang ditekuk.
"Kan ini cakep, dah ah ntar aku yang traktir!" Ucap Celsi yang menarik dengan langsung berlari keluar kelas karena memang kelasnya sudah sepi karena harus membujuk Berlin yang malas saat ini.
"Pelan-pelan ah cel, mager bener dah hari ini!" Protes Berlin, namun Celsi tak menggubrisnya ia lebih memilih mempercepat langkahnya agar bisa sampai di kantin yang dipastikan saat ini begitu ramai.
Berlin terus mendengus kesal karena Celsi yang tak mendengar kan ucapannya, dengan berat hati ia mengikuti sahabatnya itu yang berlari pelan.
"Kan nggak ada bangku kosong lagi deh!" Gerutu Celsi.
Ya memang benar tak ada bangku kosong lagi saat ini dan bahkan masih ada beberapa siswa/i yang masih sedang memesan makanannya.
"Mangkanya, kan sudah aku bilang!" Ucap Berlin yang memang begitu malas saat ini.
"Kapan kamu bilang, enggak ada ya ber jangan sok bijaksana deh!" Kesal Celsi.
"Dalam hati, apa kamu enggak denger!" Ujar Berlin dan bahkan memasang wajah polosnya yang seperti anak kecil.
"Akhhh...mana denger ah, kau sejak kapan dah jadi semenyebalkan gini!" Kesal Celsi yang ingin mencakar wajah Berlin.
__ADS_1
"Oh tak dengar kah, yaudah itu bukan salah aku!" Ucap Berlin dan Celsi ingin sekali mematahkan tu wajah yang tampa dosa itu.Kenapa Berlin begitu menyebalkan saat ini, apa gadis ini ingin mencoba membuat Celsi menambah darah tinggi nya.