
“Kakak, anggota kita ada yang pingsan di samping kelas 10, mungkin kecapean kak…tolong kak, saya takut terjadi apa apa ,“ kata Gina.
Lalu Suga pun berlari mengikuti Gina menuju samping ruang kelas 10
Di lantai samping ruangan kelas 10 aku berbaring seperti layaknya orang yang sedang pingsan.
tak lama Suga menghampiriku. Aku diam tak bergerak, lalu Suga menyentuh keningku. Kubuka mataku tiba tiba, Suga pun kaget lalu berdiri dan mundur selangkah. Akupun berdiri dan langsung kutarik kerah bajunya sehingga kami menjadi sangat dekat.
Lalu aku berakting seolah olah kita sedang berciuman.
“Sugaaaa, kita putuss!” terdengar pekikan Ratna cetar membahana. Laila yang berdiri di belakang Ratna mengedipkan mata padaku.
“Ratna…dengar dulu penjelasanku,” kata Suga.
Tapi rupanya Ratna tidak ingin mendengar alasan apapun. Dia berlari meninggalkan Suga
Rencanaku berhasil. Sambil mengedipkan mata kutinggalkan Suga yang masih terlihat sangat kesal dan marah kepadaku.
__ADS_1
Santai aja ya mas Suga, dendamku sudah terbalas. Aku tertawa dalam hati. Pembalasan lebih kejam mas Suga. Huh...mas apaan dasar Suga jelek!
Keesokan paginya di kantin sekolah…. Aku duduk sendiri di suatu pojok kantin. Sambil menikmati sekerat roti bakar minimalis isi coklat dan segelas teh panas dengan asap yang masih mengepul.
Tiba tiba sorang berdiri di depanku. Suga. Aku diam dan mengacuhkannya. Lalu sekonyong-konyong dia duduk pada kursi di depanku, menatapku lama tapi tidak kubalas tatapan matanya.
lalu Suga menghela nafas dan dari sudut mataku kulihat dia mengeleng-gelengkan kepala.
“Hei kamu…kenapa diam saja? bisa jelasin ngak kenapa kemarin berbuat heboh di samping kelas 10?” kata Suga datar tapi suaranya penuh tekanan.
“Emang ada apa kemarin? kayaknya ngak ada apa-apa tuh,” sahutku dengan ekpresi santai.
“Gossip apaan?kalo kita ciuman gitu?” kataku acuh.
“Iyaaaa..maksud kamu apa sih?" kata Suga mulai kesal dan suaranya mulai meninggi.
“Eh mas…kita kan kemaren ngak ngapa-ngapain, ya kan? dan kalo emang kita gak ciuman kenapa kamu kayak kebakaran jenggot gini sih, santai aja kali,” kataku acuh tak acuh sambil beranjak meninggalkan Suga.
__ADS_1
Ngak nyangka Suga menarik tanganku dan dengan cepat kutepiskan tangannya. Akupun meninggalkan kantin dan Suga tidak bisa berbuat banyak.
Rupanya gossip memang sudah menyebar. Setiap orang yang kutemui pasti langsung memandangku sambil berbisik bisik. Who knows and who care? Tanpa sengaja akupun melihat Ratna sedang duduk di salah satu bangku depan kelas. Dia melihatku sekilas lalu membuang muka.
Hmm…pasti dia pikir aku benar benar ciuman sama Suga. Bingung deh aku. Akupun memutuskan menjelaskan masalah kemarin pada Ratna, tapi begitu kuhampiri Ratna langsung pergi menghindar dariku.
“Alya sini deh…,” Gina memanggilku lalu berjalan menghampiriku bersama Laila dan Jin
“Al, lo ikut jadi panitia penerimaan murid baru kan?" kata Laila
“Iya ikut...,” kataku sekedarnya.
“Seksi apa Al..?" kata Jin kemudian.
"dokumentasi, tuh bareng sama Gina,” kataku lagi.
"Okay, sepertinya nanti ada rapat panitia," kata Gina
__ADS_1
kemudian kamipun memasuki kelas, aku, Gina, Laila dan Jin, untuk berajar mata pelajaran kimia pagi ini.
Setelah itu acara selanjutnya adalah mengikuti rapat pembentukan panitia menerina murid baru.