Benci Menjadi Cinta

Benci Menjadi Cinta
Bab 29


__ADS_3

...🍃 READING BOOK 🍃...


Celsi yang ingin melayangkan sebuah bongkeman kearah Diana membuat ia berhenti karena pintu yang tiba-tiba dibuka.


Ceklek


Suara pintu terbuka, semua orang yang yang ribut-ribut harus berhenti karena gangguan kecil itu.


"Permisi buk ganggu, apa saya dan Kaisar boleh masuk!" Ucap Cinta sopan dan guru BK hanya mengangguk.


"Ada urusan apa kalian berdua?" Tanya guru BK, mereka semua yang ada disana menepi dan saling pandang.


"Kita berdua disini hanya ingin menyelesaikan masalah Celsi buk, apakah bisa kita ikut juga!" Ucap Cinta yang menatap pada gadis disebelah Celsi yaitu Berlin.


Itu gadis yang deketin Kaisar, pantesan


Batin Cinta menatap remeh pada Berlin.


"Aku tak perlu perhatian mu, pergi sekarang!" Bentak Celsi.


"Aku care loh cel, kamu kok nggak nerima kebaikan ku!" Lirih Cinta dan hal itu membuat Celsi semakin membenci sosok kakaknya itu.


"Kubilang pergi ya pergi, jangan terlalu munafik untuk menampakkan baik padaku!" Bentak Celsi.


"Hah...kamu kok gitu sih cel, hiks...hiks..."Air mata Cinta pun terjatuh, terlihat semua yang ada disana merasa kasihan namun berbeda dengan Celsi yang sudah merasa geram.


"Cel!" Panggil Berlin dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Baiklah, buk bukankah hukuman saya scor selama seminggu dan membersihkan WC bukan, makasih saya pergi dulu dan untuk Berlin hukuman nanti saja bilang ya buk!" Celsi langsung menarik Berlin.


Celsi mendorong dengan kasar membela untuk jalan keluar ruangan, terlihat semua orang menatap kepergian Celsi dan Berlin.


"Jessica kamu juga akan sama dan yang lainnya segera ambil buku dua dan letakkan di kepala lalu berdirilah di lapangan selama sejam!" Ucap guru BK yang sudah pusing dengan semua masalah ini.


Kaisar berjalan lebih dulu, ia pergi mencari Celsi dan Berlin lebih dulu karena ia cukup kepo dengan masalah mereka berdua, meskipun ia bisa bertanya pada para geng Jessica yang tak mungkin kan percaya.


"Mau kemana?" Tahan Cinta.


"Minggir!" Kaisar langsung menghempas tangan Cinta dan langsung pergi.


Kamu akan menyesal memperlakukan aku seperti ini kai, ku pastikan kau akan bertekuk lutut padaku.' Batin Cinta menatap dengan geram kearah Kaisar yang sudah menghilang dari balik dinding.

__ADS_1


Sedangkan Kaisar yang tak peduli dengan tatapan Cinta, ia malah lebih fokus mencari keberadaan Celsi dan Berlin.


"Eh bentar!" Teriak Kaisar saat melihat keberadaan Celsi dan Berlin yang dimana Celsi berjalan dengan cepat dan terus menarik Berlin.


Celsi berhenti begitu pula Berlin yang cukup merasa lega. Ia memegang pergelangan tangannya yang sudah panas karena genggaman tangan yang erat dari Celsi.


"Jangan ganggu bisa nggak!" Ucap Celsi yang jengkel.


"Aku cuman nanya, kenapa kalian bisa masuk ke ruangan BK?" Tanya Kaisar yang kini sudah mendekat. Ia menatap wajah Berlin yang ia baru tau bahwa banyak bintik-bintik merah yang sepertinya alergi.


"Nggak ada, masalah kecil dan makasih atas kepeduliannya!" Ucap Celsi yang langsung menarik tangan Berlin dan kembali berjalan.


Kaisar hanya menatap kepergian mereka, ia tidak ingin menambah emosi Celsi yang sudah meluap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bel pulang pun sudah berbunyi, kini perlahan Berlin dan Celsi keluar ruangan kelasnya. Namun yang bikin terkejut adalah disini ada Kaisar yang berada di depan pintu kelasnya.


"Ngapain!" Ketus Celsi.


Kaisar hanya diam, ia malah menarik Berlin tanpa mendengar ucapan Celsi.


"Ah Celsi!" Panggil Berlin saat tangannya yang begitu saja ditarik Kaisar.


"Ada urusan, pulang aja nih orang ntar diantar!" Jawab kaisar dan langsung menarik Berlin tanpa menunggu persetujuan Celsi.


Berlin terus ditarik oleh Kaisar, sehingga membuat gadis itu kesusahan untuk berjalan mengikuti langkah kakinya.


"Kak!" Panggil Berlin yang sedikit gugup.


"Hmmm...!"


"Lepas!" Berlin menatap sekelilingnya yang menatapnya dengan hunusan mata yang tajam.


"Kenapa!" Kaisar pun menatap kearah Berlin menatap.


Kaisar langsung melepas pegangan tangannya, ia melangkah kembali lebih dulu dan diikuti Berlin dibelakangnya.


Semua itu tak luput dari tatapan tajam dari Cinta yang merasa kesal, lelaki yang ia cintai kini sedang bersama seorang gadis culun yang tidak ada sepersenpun sebanding dengan nya.


"Naik!" Ucap Kaisar yang saat ini berputar untuk masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Berlin tetap diam, ia bingung harus bersikap apa karena jika Kaisar bersikap seperti sebentar lagi ia akan mendapat masalah.


"Cepet!"


Dengan terpaksa Berlin pun naik kedalam mobil Kaisar, sempat jadi perhatian semua orang yang ada disana namun tidak untuk kaisar yang begitu cuek.


Mobil pun perlahan keluar dari per-karangan sekolah dan melakukan perjalanan dengan santai.


"Coba lihat dilaci mobil!" Ucap Kaisar dengan senyum manisnya.


Berlin sempat tertegun dengan senyuman Kaisar yang tak pernah ia lihat.


Berlin dengan patuhnya membuka laci mobil, saat ia membuka terdapat beberapa buku dan satu salep yang tak ia ketahui.


Berlin menatap kearah Kaisar yang ikut juga membalikkan wajahnya menatap Berlin dengan senyum manisnya.


"Kenapa, bukankah itu tugas mu!" Ucap Kaisar dengan wajah tak bersalahnya.


"Hah...kok sebanyak ini!" Terkejut Berlin yang memegang buku ditangannya.


"Tugasku, Aku kasih waktu sampai 2 bulan untuk menyelesaikan nya dan aku janji tidak akan mengganggumu!" Ucap Kaisar.


Ya itu adalah tugas dimana Kaisar disuruh mengerjakan tugasnya dari semester pertama sampai semester kedua. Kaisar adalah orang yang cukup malas mengerjakan semua hal yang membosankan itu, ia lebih suka menggaji orang untuk mengerjakan nya dari pada dirinya.


Namun karena saat ini ia memiliki budak untuk menyelesaikan tugasnya, maka ia tidak perlu susah-susah mencari orang untuk digaji.


"Terus aku semuanya kak, tapi ujian mid sebentar lagi akan dimulai loh kak!" Ngeluh Berlin karena ia sangat keberatan dengan permintaan Kaisar.


"Kamu buatlah tugasku, maka aku akan bantu kamu untuk belajar! Aku paling benci dengan menulis!" Ucap Kaisar yang tetap fokus dengan jalanan.


"A-aku bisa sendiri kok kak!" Tolak Berlin.


"Hmm...mungkin aku akan merepotkan mu untuk mengajariku!" Ucap Kaisar lirih sedikit malu.


"Hah...Apa kakak nggak salah ngomong!" Berlin semakin syok kala mendengar permintaan Kaisar kembali.


"Nggak, soalnya sebentar lagi aku akan melakukan ujian lulusan, jadi membutuhkan semua pelajaran dari kelas 10-12!" Ucap Kaisar.


Ia cukup malu saat ini, jika ia meminta pada temannya mungkin ia akan ditertawakan, lebih baik ia meminta pada gadis pendiam disampingnya itu.


"Aku akan bayar!" Ucap Kaisar saat melihat Berlin yang terus berpikir.

__ADS_1


"Bukan masalahnya itu kak, tapi kok kakak bisa berpikiran untuk meminta bantuanku!" Ucap Berlin yang menatap kaisar intens.


"Itu kewajiban mu, aku bukan meminta bantuan!" Datar Kaisar yang tak ingin mengakui bahwa ia sedang meminta bantuan gadis itu.


__ADS_2