Benci Menjadi Cinta

Benci Menjadi Cinta
Bab 52


__ADS_3

...🍃 READING BOOK 🍃...


Kini dua keluarga makan bersama, tidak ada suara yang memulai percakapan dan hanya dentingan sendok yang beradu dengan garpu saja yang terdengar cukup nyaring.


Cinta, gadis itu tau saat ini dirinya akan membicarakan kelanjutan hubungan dirinya dan Kaisar, disepanjang waktu makan ia terus tersenyum dan beberapa kali melirik Kaisar yang tampak begitu tampan dengan balutan texedo biru.


Kaisar sadar akan lirikan Cinta padanya, namun ia memilih diam seperti Celsi yang hanya memasang wajah datar dan dinginnya.


Makan malam pun selesai dengan waktu yang cukup lumayan lama, cukup lama mereka semua berdiam diri di kursi nya dan akhirnya Aldebaran pun berdiri.


"Kita keruang tengah, ada sesuatu yang harus dibicarakan bukan!" Ucap Aldebaran sambil melirik anaknya yang begitu tidak minat.


"Ayolah, aku sungguh tak sabar membicarakan hal ini!" Ujar Weldan yang ikut berdiri.


Aldebaran dan Weldan pun berjalan lebih dulu dan diikuti oleh mereka semua dari belakang, untuk meja makan pasti akan ada yang membersihkan.


Mereka duduk di sofa ruang tengah, Celsi dan Kaisar tetap diam, mereka berdua menyibukkan diri mereka dengan ponsel tanpa berniat untuk kepo dengan perbincangan kedua orang tua mereka.


"Bagaimana hubungan Kaisar dan Cinta apakah sudah ada kelanjutannya?" Tanya Weldan yang begitu kepo dengan hubungan mereka.


"Udah kok pa."Jawab Cinta sambil melirik Kaisar yang hanya sibuk dengan ponselnya.


"Bagaimana menurutmu Al, apakah kita akan melakukan pernikahan ini dalam waktu dekat!" Tanya Weldan yang antusias.


Saat Aldebaran akan membalas ucapan Weldan, kaisar begitu saja memotong "Aku tak mau!" Tolaknya yang membuat seorang gadis yang tersenyum manis menjadi cemberut.


"Kaisar jaga ucapanmu!" Tegur Desi.


Ia tidak tega melihat raut wajah Cinta yang sedih, dengan lemah lembut ia mengelus punggung Cinta. Sedangkan Angel begitu iri karena selama ini sang ibu tak pernah melakukan hal itu padanya.


"Aku masih sekolah, kalian tau aku belum siap untuk menanggung tanggung jawab, jika kalian memaksa ku terus aku tidak akan menjalankan nya dan aku berikan kalian mengurusnya!" Ucap datar Kaisar yang langsung pergi begitu saja meninggalkan ruang tengah.


Cinta semakin sedih, ia begitu nanar melihat kepergian lelaki yang ia cintai sejak kecil.


Tampak terlihat Desi begitu geram melihat sikap sang anak yang begitu semena-mena, seakan tak melihat keberadaan kedua orang tuanya yang berada disini.

__ADS_1


"Maafkan Kaisar ya Cinta, anak itu masih bersikap seperti anak kecil tapi Tante harap kamu tetap berusaha!" Ucap Desi menenangkan Cinta.


"Jika anak mu begitu menolak, kita seharusnya tidak melakukan perjodohan ini, aku kasihan dengan mereka yang terpaksa menjalani!" Ujar Galdis yang memang dari tadi hanya menyimak setiap perbincangan mereka.


"Oh tidak Galdis, kita kan melakukan perjodohan itu demi kita berdua menjadi keluarga besar, tapi jika dibatalkan maka kita akan bergabung dan bahkan karena pembatalan perjodohan ini dapat membuat hubungan kita retak!" Ujar Desi yang menjelaskan.


Ya memang dulu pernah terjadi, Galdis dan Desi sempat tak saling tegur akibat masih merasakan rasa canggung. Apalagi Celsi dan Kaisar semakin saling membenci satu sama lain.


Namun setelah setahun lamanya, akhirnya mereka kembali menjalin hubungan yang erat dengan perjodohan anak mereka yang mungkin sedikit sulit.


Celsi melihat semua drama itu, ia langsung saja berjalan meninggalkan ruangan tanpa mengucapkan sepatah katapun. gadis itu berjalan ke depan, ia keluar duduk diteras sambil melihat langit yang begitu gelap tanpa perhiasan bintang.


"Sangat kesepian!" Gumamnya menatap langit.


Matanya sedikit melirik kesamping, ia melihat Kaisar duduk didekat air pancur dengan sebatang rokok. Celsi menghampiri, ia juga ingin rokok itu karena pikirannya cukup kacau saat ini.


"Ada lagi!" Tanya Celsi yang membuat Kaisar langsung mengalihkan pandangannya.


"Ada!" Jawab singkat Kaisar yang memperlihatkan rokok dan satu korek api.


"Ambillah!" Jawabnya tanpa menatap Celsi.


Celsi dengan segera mengambil sebatang rokok dan menyalakan api di ujung rokok, isapan dalam ia lakukan dan akhirnya ia keluarkan dengan perlahan.


"Apa kau sekarang nakal?" Pertanyaan Kaisar membuat Celsi mengerutkan keningnya.


"Dulu bukankah kau begitu pendiam dan kalem, kenapa sekarang begitu nakal dengan merokok!" Lanjutnya dan mengalihkan pandangannya pada Celsi.


"Enggak!" Singkat Celsi sambil memejamkan matanya menikmati asap rokok yang keluar dari hidung nya.


"Berhentilah merokok, kau adek kecilku yang baik!" Ujar Kaisar yang langsung merebut sebatang rokok dari tangan Celsi.


Celsi hanya dapat mendengus kesal, padahal ia baru dua kali isap dan sekarang rokok nya berada di tangan Kaisar.


"Kemariin, aku males berdebat!" Ujar Celsi yang berusaha meraih rokoknya dari tangan Kaisar.

__ADS_1


"Enggak, apa kau tak takut mandul akibat merokok, kau itu wanita!" Ujar Kaisar yang malah menambah menjauhkannya.


"Kau juga seorang pria, kenapa kau merokok apakah kau tak takut mandul!" Dengus Celsi yang kini kembali mengambil rokok dari dalam kotaknya.


"Haish...habiskan lah ini!" Ucap pasrah Kaisar yang memberikan rokok bekas Celsi kembali saat gadis itu akan menghidupkan rokok kembali.


Celsi menerimanya, ia mengembalikan rokok yang ia pegang itu kedalam kotaknya dan mulailah menghisap rokok itu.


Mereka larut dengan rokok, hingga tanpa mereka sadari dari kejauhan Cinta menatap kesal pada Celsi karena berani berdekatan dengan Kaisar.


Cinta awalnya cukup terkejut saat melihat Celsi begitu dengan santainya merokok, hal itu membuat dirinya sedikit senang karena dapat mengadukan sang adek atas perbuatannya.


"Seperti nya kau begitu nakal ya adek kecil ku!" Gumamnya dan akhirnya pergi meninggalkan tempat nya itu.


Celsi bangkit dari duduknya, ia sudah puas dengan rokoknya dan akan kembali lagi ke dalam rumah. Ia sepertinya cukup lama berada diluar dan takut jika sang mama mempertanyakan tentang keberadaan nya.


"Mau kemana?" Tanya Kaisar saat melihat Celsi sudah bangkit dari duduknya.


"dalem!" Jawabnya datar dan langsung pergi begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari Kaisar.


Kaisar ikut bangkit, ia mengikuti Celsi dari belakang. Berjalan dengan santai. Terlihat semua sorot mata menatap mereka berdua dengan sorot tajam.


"Dari mana kalian?" Tanya Desi dengan ketus.


"Luar!" Jawab singkat Kaisar yang duduk dan diikuti oleh Celsi.


"Kalian merokok!" Pertanyaan Desi dengan mata yang memicing tajam.


"Enggak!" Bantah Kaisar, namun hal itu membuat Desi kesal dengan kebohongan anaknya itu.


"Celsi apakah kau merokok, kau itu seorang perempuan!" Ujar Weldan yang ikut dengan sorot mata tajam.


"Ya!" Jawab singkat Celsi dengan wajah dingin dan datar.


"Lihatlah kau begitu tak diatur, bersikaplah seperti perempuan Celsi!" Bentak Weldan yang begitu geram dengan sikap anaknya itu.

__ADS_1


"Aku tau!" Singkat Celsi tanpa takut dengan tatapan tajam sang ayah.


__ADS_2