Benci Menjadi Cinta

Benci Menjadi Cinta
Bab 28


__ADS_3

...🍃 READING BOOK 🍃...


Pertengkaran itu terus berlanjut, sampai seorang guru yang melewati segerombolan itu pun melerai mereka.


Terlihat Celsi dan Jessica terus tarik-tarikan rambut, Celsi menggunakan seluruh tenaga nya untuk menarik rambut Jessica dan Jessica juga melakukan hal itu.


Namun karena Jessica anak yang manja, membuat ia memiliki tenaga yang lebih lemah dari pada Celsi yang memang gadis yang sedikit bar-bar.


"Hentikan, kalian itu udah remaja ngapain seperti anak kecil!" Lerai seorang guru.


Namun leraian sang guru tak dihiraukan oleh keduanya, mereka berdua sudah berada di dalam emosi yang berkobar-kobar siap untuk membuat lawannya jatuh.


Berlin sudah berusaha untuk melerai, namun ia tidak bisa melakukan hal itu karena para Cs Jessica menghalangi dirinya dan bahkan menolongnya.


"HENTIKAN!!!" Teriak guru itu kembali dan semuanya langsung berhenti.


Celsi yang mendengar suara sang guru, langsung menarik rambut Jessica hingga beberapa helai rambut Jessica rontok dan kepala Jessica tersungkur kebawah.


Kalian dapat memikirkan dan membayangkan, gimana dosen terjatuh Jessica.


"Kalian ikut saya keruang BK dan yang lainnya segera masuk!!!" Ucap guru itu dengan sangat geram.


Dengan segera semua orang yang berkerumun langsung bubar, mereka tak ingin terkena hukuman oleh guru killer itu.


Guru itu berjalan lebih dulu dan disusul Berlin, Celsi dan juga Jessica Cs. Mereka semua berjalan dengan menunduk kecuali Jessica dan Celsi.


Terlihat mereka berdua saling bertatapan tajam dan saling menghunuskan pedang mata yang tajam, dari tatapan mereka berdua menjelaskan bahwa masalah ini belum selesai.


Sesampainya diruang BK, dimana terletak diantara gedung pertama dan kedua, disampingnya terdapat kantin dan juga kelas 12A MIPA 2.


Pintu BK dibuka oleh guru killer yang membawa mereka semua, terlihat guru BK menatap bingung namun tetap terlihat wajahnya yang amat pemarah.


"Mereka buat masalah, semuanya aku berikan pada guru BK dan ingat dua orang yang didepannya harus lebih dikasih hukuman lebih!" Ucap Guru killer itu langsung pergi keluar dari ruangan meninggalkan mereka.


Mereka semua menunduk, bagaimana pun diruangan BK sangatlah menyeramkan terlebih gurunya yang modelnya pemarah.


"Apa yang kalian lakukan!" Guru BK memulai percakapan.


Tatapan intens nya melekat menatap mereka semua yang menunduk.


"Katakanlah, apa kalian mau hukuman yang lebih berat!" Ancam guru BK.

__ADS_1


"Mereka semua mencari masalah!" Ucap Jessica yang mencari pembelaan.


Seketika Celsi menatap tajam pada Jessica, "Apa maksudmu, kau yang mencari masalah pada Berlin jangan memutar balikkan fakta!" Sinis Celsi.


"Apa kau bilang, kau pikir Jessica berbohong jelas kita ada disana!" Ucap Fanya yang ikut membela Jessica.


"Apa kau punya saksi sedangkan Jessica mempunyai saksi lebih banyak dari kamu!" Sinis Diana yang ikut membela Jessica.


"Diam!" Teriak guru BK, ia merasa pusing harus mendengar ucapan siapa yang harus dipercaya.


"Ayahku kepala sekolah loh buk, apa anda masih mau memberikan hukuman padaku!" Ucap Jessica dengan nada ancamannya.


"Ah itu..." Tampak guru BK bimbang karena disini ia tak ingin kehilangan pekerjaan hanya karena masalah sepele.


"Terus, kau mau menggunakan kekuasaan untuk menekan gurumu, CK...dasar siluman!" Sinis Celsi.


Jessica yang mendengar hinaan Celsi merasa sangat marah, ia langsung menyerang Celsi dan mereka berdua pun melakukan pertengkaran kembali.


...----------------...


Disisi lain, dimana Cinta sedang duduk dengan terus menatap Kaisar meski pria itu tampak cuek padanya.


Tuk...


"Perhatikan kedepan!" Ucap guru itu yang kembali lagi menulis.


Cinta merasa geram, ia dengan kesal pun memutuskan untuk fokus dengan pelajarannya. Namun beberapa saat ponselnya berdering dan membuat ruangan yang sunyi itu langsung memperhatikan dirinya.


Drrrttt.... drrrttt


Cinta pun menekan ikon merah, ia males untuk melakukan panggilan saat ini.


Drrrttt.... drrrttt


Kembali lagi panggilan berbunyi dan hal itu membuat sang guru menjadi sangat kesal dan berbalik menatap tajam pada Cinta.


"Matikan atau angkat segera, jangan membuat jam kelas ku berantakan!" Ucap guru itu dengan datar.


Guru itu memang terkenal dengan tegasnya dan dingin, ia tidak ada berbicara manis atau pun bersikap, ia akan selalu mengatakan apa adanya dan tidak akan mudah terpengaruh dengan sogokan.


"Baiklah pak, izin keluar untuk mengangkat!" Ucap Cinta yang langsung keluar dengan ponsel yang sudah siap ditelinganya.

__ADS_1


Cinta pun berdiri didepan pintu kelas yang sedikit tertutup, "Hallo ada apa ngel, aku lagi belajar nih!" Ucap Cinta yang menerima panggilan dari Cinta.


"Celsi buat masalah, sekarang berada diruang BK!" Ucap Angel memberitahukan.


"Terus, biarkanlah apa urusannya dengan ku!" Acuh Cinta.


"Dia adekmu, dia berurusan sama geng nya Jessica Cs karena belain tu sahabatnya!" Jelas Angel.


"Siapa, apa gadis dingin itu mempunyai sahabat?" Tanya Cinta yang bingung dengan ucapan Angel.


"Berlin, dia gadis yang sering deketin kak Kaisar, jadi cepet lihat di ruang BK biar tau orangnya seperti apa!" Ucap Angel yang memanas-manasi Cinta.


"Berlin...CK seperti nya aku sedikit kepo!" Ucap Cinta yang tersenyum miring.


...----------------...


"Hentikan!" Teriak guru BK itu, ia pusing dengan pertengkaran antara keduanya.


"Aku pastikan untuk menuntut kamu Celsi termasuk temen lugu mu itu!" Geram Jessica.


"Tuntut saja, sepertinya kamu harus tau siapa aku sebenarnya agar tau bagaimana bersikap!" Sinis Celsi yang menekankan kata 'Siapa aku sebenarnya'.


"Sekarang kalian diam, kamu berdua saya Scots Seminggu dan membersihkan toilet selama sebulan!" Ucap guru itu yang sudah sangat pusing dengan perdebatan antara keduanya.


"Kamu mau dipecat hah..." Bentak Jessica yang merasa geram karena sang guru BK tidak berada dipijaknya.


"Berhentilah mengancam orang Jessica, kau pikir karena ayahmu seorang kepala sekolah, jadi semua orang takut gitu!" Geram Celsi yang menentang Jessica.


"Terserah aku, dari pada teman mu yang culun itu yang tidak ada keberanian membela sahabatnya sendiri!"Sinis Jessica.


Celsi menatap kearah Berlin,.gadis itu hanya diam bahkan terus menunduk takut.


Apa kamu segitu lemah ber! Aku masih berharap kamu membela aku...


Batin Celsi berkata-kata menatap Berlin, Berlin yang merasakan tatapan dari Celsi pun perlahan mengangkat wajahnya menatap Celsi.


"Aku berada dipihakmu, tapi ku harap berhentilah bersikap seperti ini untuk membelaku!" Ucap Berlin lirih dengan tubuh yang gemetar.


Celsi hanya tersenyum, ntah apa yang berada dipikiran gadis itu. Tapi ia hanya tersenyum tipis lalu menatap kearah Jessica.


"Kalian lah yang membuat mentalnya lemah, apa mem-bully orang begitu menyenangkan bagi kalian!" Ucap Celsi yang merangkul Berlin.

__ADS_1


"Mem-bully? Apa buktinya! Kau jangan asal berbicara!" Bela Diana yang menutupi keburukan mereka.


__ADS_2