Benci Menjadi Cinta

Benci Menjadi Cinta
7


__ADS_3

Kenapa Suga seperti tidak suka aku melakukan ini semua untuknya. Sejujurnya yang kurasakan saat ini, seperti ada sesuatu yang hilang dari hidupku.  Dan sepanjang perjalanan pulang akupun tidak bisa berhenti memikirkan Suga Tapi  ahhh…sudahlah...sudahlah * I have feel guilty but sad also*


Antara aku, Suga dan Ratna…. Semenjak pertemuan aku, Suga dan Ratna kami bertiga menjadi dekat dan bersahabat. Aku dan Suga pun semakin sering bertemu.


Dan akupun semakin mengenal siapa Suga dan juga Ratna. Suga ternyata adalah seorang yang sangat menarik, cuek dan ternyata lumayan juga mukanya kalo diliat-liat.


Siapa cewek di sekolahan ini yang tidak kenal sama Suga. Dan Ratna selain cantik sikapnya sangat lembut dan feminin. Mereka berdua sepertinya adalah pasangan yang serasi, seperti Clark dan Barbie. 


Kami sering mengadakan pertemuan di sebuah taman kota untuk sekedar jogging atau membaca buku di bangku bangku yang berhamburan. Seperti sore itu, aku dan Suga duduk berdua dalam suasana sore yang sangat orange, setelah sebelumnya kami berkeliling taman untuk sekedar berolahraga. Ratna berhalangan ikut karena ada keperluan lain.

__ADS_1


Lalu akupun memutuskan untuk pulang karena malam  mulai merayap bersiap berganti shif dengan senja. Dalam perjalanan pulang Suga tidak banyak bicara. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu.Lalu sebuah katapun terucap dari bibirnya…


“Alya, taukah kamu…bila perasaanku terhadap Ratna biasa biasa saja. Justru aku mempunyai perasaan yang lain ke kamu Al, aku serius…aku ingin mengakhiri hubunganku dengan Ratna dan ingin bersamamu Al…,” kata Suga kemudian.


Jantungku berdetak kencang, semua ini tidak mungkin pasti Ratna akan sangat kecewa untuk yang kedua kalinya apalagi bila aku kemudian benar-benar merebut Suga.


Aku tak kuasa berlari dalam dekapan rasa yang menyerbuku bertubi-tubi terhadap Suga. Beribu-ribu pesona Suga yang telah menyebar dalam diriku menambah pekatnya rasa dan telah menjadi candu dalam hatiku :D .


Karena pasti akan ada sebuah hati yang tersakiti. Aku ngak mau menari-nari di atas penderitaan Ratna. Aku bisa merasakan sakitnya bila dikhianati, bila Ratna tahu ternyata Suga juga mencintaiku.Seperti yang dikatakan lagi pada malam ini...

__ADS_1


“Alya…pandanglah mataku Al, tidakkah kamu melihat ada sesuatu di sana?” Suga menatapku sambil menggenggam lembut kedua tanganku.


Dan aku tidak sanggup membalas tatapan matanya. Mata itu menatapku tajam dan semakin menghujam menembus relung hatiku yang paling dalam. Rasa itu semakin mengikat mengaliri setiap jengkal debaran yang menari-nari membelai setiap sudut dalam hatiku. owh….panah asmaranya menghujam tepat di dada :) hihihi


“Aku ngak tau Suga,…aku…,”dan bibirkupun seperti dikunci oleh ribuan gembok.


“Alya, aku cuma ingin meyakinkan diriku bahwa kamu juga mencintaiku Al…, aku yakin kita menpunyai perasaan yang sama, Alya. Please, bukalah hatimu Al...” kata Suga bertubi tubi seperti revolver.


“Maafkan aku Suga, aku belum bisa menjawabnya…beri aku waktu,” kataku sambil mundur selangkah kemudian pergi meninggalkan Suga seorang diri di teras rumahku.

__ADS_1


Bukannya jual mahal tapi aku bingung dan harus berpikir sejernih mungkin.


Pagi itu di sekolah…. Hari itu aku kembali ke sekolah. Sosok Suga sepertinya sudah menempel di nebula otakku. Aku tidak bisa menghilangkan bayangan senyumnya, sikapnya yang jail bila sedang menggodaku dan genggaman tangannya yang lembut bila kita sedang bicara.


__ADS_2