Benci Menjadi Cinta

Benci Menjadi Cinta
Bab 59


__ADS_3

...🍃 READING BOOK 🍃...


Kini mobil Celsi sudah sampai di rumah sederhana Berlin, terlihat Berlin tetap diam seribu bahasa hanya terpaksa ia lontarkan dan sedikit mengangguk lalu pergi meninggalkan Celsi yang masih termenung di dalam mobil.


"Sepertinya aku harus minta tolong sama Refan!" Gumamnya dan segera menutup pintu mobilnya yang sudah melesat meninggalkan rumah Berlin.


...****************...


Di sebuah kafe yang cukup ramai pengunjung, dalam satu meja bundar di kafe disi oleh lima orang pemuda yang saling melempar candaan.


"Kai menurut mu bagaimana Celsi dan Berlin memenangkan tantangan itu!" Ujar Hendra yang memulai pembahasannya.


"Aku tak tau, kita lihat aja hasil akhir mereka bukankah semua mereka yang buat!" Ujar Kaisar yang sudah pasrah karena begitu pusing agar tantangan antara mereka selesai dan tidak akan dimulai.


"Tadi bukankah kau lihat adekmu itu ikut juga dalam menantang Berlin dan Celsi, sepertinya sudah masuk dalam geng Jessica deh!" Ujar Ridwan yang mengingat keberadaan Angel.


"Aku tau, aku pengen adek ku menang tapi aku kasihan melihat Berlin dan Celsi menjadi budak Jessica yang sok berkuasa, jika Celsi dan Berlin menang aku tak ingin adek ku menahan malu apalagi keluarga ku benci yang namanya mencoreng nama baik!" Jelas Kaisar yang mengeluarkan semua uneg-uneg nya yang dari tadi penuh dalam kepalanya.


Lelaki yang biasa nya diam dan cuek kini malah seperti orang frustasi, bukankah setiap kakak akan membela adeknya apa pun itu meski itu bertentangan dengan kekasihnya. Tapi ini, Kaisar tidak memiliki hubungan dengan Berlin tetapi begitu mengawatirkan gadis itu melebihi adeknya.


Hubungan yang tak dekat yang membuat Kaisar lebih berdominan kepada Berlin yang tak memiliki hubungan dengannya, tapi ia tidak tega melihat wajahnya yang begitu stres karena sering di-bully membuat seorang Kaisar begitu kasihan, tapi dalam hati nya terdalam begitu menyayangi gadis yang ia kenal beberapa bulan ini.


"Kita lihat saja akhir semuanya, jangan terlalu dipikirkan ingat yang kalah harus menanggung konsekuensinya masing-masing!" Ujar Rayhan menenangkan.


Ya Rayhan akan berkata panjang jika teman-teman nya begitu membutuhkan saran darinya, ia tau bagaimana perasaan Kaisar saat ini dan ia sebagai teman harus membuat teman nya tenang.


"Aku berharap itu tak terjadi!" Gumamnya yang begitu lirih.

__ADS_1


"Sudah jan dibahas dulu, bagaimana dengan ujian akhir kita yang sebulan lagi mau diapakan!" Ujar Hendra yang mengalihkan pembicaraan.


"Bagaimana kalo kita belajar bareng aja biar sama-sama dapat nilai tinggi!" Ujar Ridwan yang memberikan saran.


"Bener banget tu ide, gimana mau kagak?" Timpal Farrel yang setuju.


"Oke!" Jawab Rayhan dan Kaisar bersamaan.


Kini mereka berlima pun menikmati makan-makan sambil bercanda bareng meski Kaisar sendiri masih memiliki pikiran yang melayang-layang.


...****************...


Celsi baru saja pulang, ia disambut dengan senyuman sang mama yang tak luntur, namun berbeda dengan sang ayah yang menatap sengit kearahnya.


"Masih berani pulang, pergi saja sekalian enggak usah pulang!" Sinis Weldan yang menahan gejolak amarahnya.


"Kenapa?" Tanya Celsi yang menatap intens pada sang ayah.


"Apa kau masih menganggap diriku ayahmu, kenapa kau bersikap kurang ajar hah!" Bentak Weldan yang sudah tak bisa menahan amarahnya.


"Sikap ku terbentuk dari sikap kalian pada ku, jangan terus mempertanyakan tentang sopan santun ku!" Ujar Celsi yang sedikit meninggi.


"Kurang ajar kau, keluar kau sekarang bawa barang-barang mu itu aku tak mau mempunyai anak seperti mu!" Teriak Weldan yang sudah begitu marah.


Celsi langsung berbalik berlari menaiki tangga, sedangkan Weldan sudah memegang kepalanya yang sakit dan nafas yang terengah-engah.


"Pah tenang pah, Celsi memang sedikit keras kepala!" Ujar Galdis yang berusaha menenangkan sang suami.

__ADS_1


"Aku membenci nya, aku tak ingin melihat wajahnya hingga mati pun sekalian!" Ujarnya berteriak sambil memegang kepalanya yang semakin sakit.


Sedangkan didalam kamar, Celsi menangis sesenggukan ia mengambil koper dan langsung mengemasi barang-barangnya, memasukkan semua baju yang ada dan meninggalkan baju yang belum pernah ia pakai.


Dengan segera ia menarik koper itu keluar kamar, ia menuruni tangga dengan air mata yang masih mengalir. Ia berjalan mendekati sang papa yang tampak sedang menahan marah.


"Makasih papa, tapi maaf jika semua sikap aku selalu membuat mu marah tapi yang kau tau sebenarnya aku menyayangi kalian!" Ujar Celsi mengeluarkan kartu card yang ada di dompetnya kecuali card yang ia miliki pribadi.


"Maaf jika aku keras kepala, tapi kau berada diposisi ku mungkin kau akan sama seperti diriku yang harus bersikap menutupi semuanya demi terlihat baik-baik saja!" Ujar Celsi yang langsung menarik kembali kopernya menjauh dari sofa.


"Jangan pernah pulang, aku tak ingin melihat mu!" Teriak Weldan yang kembali menahan kepalanya yang sakit.


"Aku akan berusaha untuk tidak akan memperlihatkan wajahku dan yah mama maafkan sikap anak mu ini!" Ujar Celsi yang akhirnya sudah hilang dari balik pintu.


Galdis menangis tersedu-sedu, ia tidak rela kehilangan anak gadisnya yang bungsu apalagi kan ia begitu menyayangi Celsi meski begitu keras kepala.


Celsi terus menarik kopernya, saat diluar ia melihat tatapan Cinta sinis dan tersenyum tipis padanya seakan senang bahwa Celsi pergi membawa koper.


"Akhirnya kau pergi juga, hmm...ini untuk mu agar tidak terlalu kesusahan!" Ujar Cinta yang meronggoh dompetnya dan mengeluarkan uang dua juta dari dompet.


"Ck...!" Decih Celsi dan segera pergi begitu saja tanpa berniat untuk membalas perbuatan dari sang kakak.


Cinta tersenyum senang ia begitu bahagia melihat kepergian adeknya itu, ia awalnya bingung terdapat keributan dari dalam, namun saat ia akan membuka pintu, pintu rumah terbuka dan mengharuskan nya mundur tiga langkah.


Tersenyum tipis melihat koper begitu berat yang ditarik oleh Celsi yang seperti tengkorak, ia akhirnya sedikit membuat adeknya jengkel agar ia dapat sedikit puas lagi.


Cinta pun masuk kedalam rumah dan akan memulai drama yang akan ia mulai, ia akan menjadi kesayangan orang tuanya seperti dulu lagi.

__ADS_1


__ADS_2