
...10. Umpan...
“Kusut banget muka elu Gha?”Tanya Arsen yang melihat sahabatnya baru memasuki rumah kontrakan yang mereka tempati bersama. Argha meletakkan tas punggungnya ke lantai begitu saja.
“Pusing kepala gue.” Jawab Argha yang langsung mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu.
“Iyee.. muka elu udah kayak kertas lecek. Padahal tiga hari elu gak pulang kan juga nginep di hotel mewah. Pasti kasurnya gak seperti kasur kita disini lah.” Sambung Dio.
Argha, Arsen dan Dio memang tinggal bersama di rumah kontrakan yang cukup sederhana. Selain hampir setiap malam mereka mengisi acara di Planet Cafe, mereka semua juga bekerja di perusahaan yang sama namun ditempatkan di divisi yang berbeda-beda. Argha dan Arsen merupakan sahabat sedari kecil.
Sedangkan Dio adalah orang yang mereka kenal belum genap setahun. Dio sendiri merupakan anak yatim piatu yang besar di Panti asuhan jadi tidak memiliki sanak saudara. Argha dan Arsen pun mengaku bahwa mereka juga anak yatim piatu.
“Emang elu pikir gue nginep di hotel itu untuk liburan? Tiga hari otak gue di peres buat evaluasi keuangan RMJ Group yang gak beres. Elu gak lihat muka gue udah kek angka-angka? Belum lagi kalau malam gue gak tenang tidurnya." Jawab Argha sambil memejamkan matanya karena saat ini kepalanya terasa berdenyut.
“Kenapa elu gak bisa tidur dengan tenang?” Tanya Dio penasaran, sedangkan Arsen hanya menatap sahabatnya sambil mengernyit.
“Ya.. ya gue gak bisa tidur karena mikirin pekerjaan. Kerjaan gue banyak banget, gila itu perusahaan.. banyak yang korupsi kayaknya deh.” Jawab Argha asal.
“Gak mungkin gue jawab kalau gue mimpi basah dan kepikiran tubuh Elmeera terus. Sumpah otak gue kayaknya gak beres deh karena berimajinasi tubuh wanita galak itu terus.” Batin Argha.
“Wajar sih jika banyak orang yang memiliki jabatan di RMJ Group lalu korupsi. Kan perusahaan itu tidak punya penerus, jadi banyak yang tidak melewatkan kesempatan untuk ikut mengambil bagian disana untuk memperkaya diri mereka… Sayang banget ya, padahal RMJ Group itu sekelas perusahaan Bramantya Corp.” Jawab Dio.
“Kok elu tahu soal RMJ Group yang tidak memiliki penerus?” Tanya Arsen penuh selidik pada Dio.
“Kata manager pemasaran gue.. kan dia ponakan dari Direktur Produksi, Pak siapa sih gue lupa.” Jawab Dio.
Arsen dan Argha pun saling pandang dengan sebuah senyum tipis yang sulit dijelaskan. Arsen pun terus mengajak ngobrol Dio mengenai perusahaan tempat mereka bekerja itu, sedangkan Argha memilih menjadi pendengar setia tanpa ada niat untuk masuk dalam pembicaraan tersebut.
“Gue mau ke kamar dulu ya, mau bersih-bersih terus tidur. Kalian kalau nanti beli makan malam, gue nitip ya.. capek banget gue sumpah.” Ucap Argha yang beranjak dari duduknya.
__ADS_1
“Ya sudah elu tidur sana… siapa tahu abis pusing elu ilang, elu berubah pikiran untuk menerima tawaran menjadi bintang tamu di TV, biar kita segera terkenal dan kaya raya.” Kata Dio.
“Mimpi elu! Gak minat gue!” Jawab Argha.
Wajah tampan dan suara merdu Argha saat bernyanyi di Planet Café, ternyata mampu menarik perhatian banyak orang terutama para kaum hawa. Semenjak Argha mengisi panggung disana, pengunjung Café milik Gista itu pun semakin banyak. Bahkan jika weekend, pengunjung harus reservasi lebih dulu via online.
Banyak sekali yang terhipnotis oleh suara dan wajah tampan Argha. Mereka tidak segan mengambil gambar juga video saat Argha bernyanyi kemudian mengunggahnya di akun sosial media masing-masing. Dan akhirnya sosok Argha menjadi viral beberapa minggu ini hingga membuat beberapa stasiun televisi mengundang Argha beserta teman-temannya yang tidak lain Arsen, Dio dan Vira untuk menjadi bintang tamu di acara mereka.
Namun Argha menolak untuk hal itu. Karena tujuan hidup Argha bukan untuk terkenal apalagi jadi artis. Argha hanya ingin mengungkap sebuah kebenaran dan menunjukkan pada dirinya siapa dia sesungguhnya ketika waktunya sudah tiba nanti.
“Kak Arghaaaa!” Baru juga Argha meraih ganggang pintu kamarnya, tiba-tiba terdengar suara cempreng yang membuat telinganya begitu nyaring.
Argha memejamkan matanya sejenak. Saat ini Argha memang sangat merindukan pemilik suara itu, tapi rasanya ini adalah waktu yang tidak tepat ketika dia harus menanggapi ocehan si pemilik suara cempreng itu yang tidak lain adalah Gista.
“Kak Argha kenapa gak jawab satu pun pesan yang aku kirim?” Tanya Gista yang langsung menghampiri Argha tanpa mempedulikan dua manusia yang tengah duduk di sofa.
“Aku baru pulang Gistaa… capek banget mau istirahat.” Jawab Argha sambil membuka pintu kamarnya.
“Gista.. kamu keluar dan ngobrol sama Arsen dan Dio dulu deh.” Pinta Argha menghela nafasnya dengan kasar.
“Nggak! Aku butuh penjelasan, kenapa kak Argha gak mau menerima panggilan telfon aku, dan gak mau membalas pesan aku?”
“Bukannya kamu sendiri yang bilang gak mau berhubungan lagi sama aku dan gak mau kenal lagi sama aku kalau aku gak mau ‘tanggung jawab’ mu itu.” Jawab Argha yang masih berdiri di daun pintu sambil melirik ke arah Arsen dan Dio yang sedang menatapnya dengan penuh tanya.
Gak mungkin Argha bilang bahwa Gista meminta dirinya untuk menikahi Elmeera, Argha tidak mau merendahkan harga diri seorang wanita di depan orang lain terlebih lelaki. Sudah cukup kemarin dia khilaf cerita sama Dio dan Arsen karena saking shocknya menyentuh bukit teletubies.
“Kak Argha ngeselin! Pokonya aku gak akan mau pulang dari sini sebelum kak Argha mau menuruti kemauan aku.” Kata Gista dengan manja.
“Terserah kamu!” Jawab Argha yang memilih masuk ke kamarnya kemudian menutup pintunya begitu saja.
__ADS_1
Sepertinya merebahkan dirinya di samping Gista saat ini bukan pilihan yang buruk, mata Argha sudah terasa cukup berat dari tadi.
“Ada hubungan apa mereka?” Tanya Dio pada Arsen.
“Tau deh! Laki jangan kebanyakan kepo elu.” Ucap Arsen.
“Mereka pacaran ya? Kok makin hari gue lihat Argha makin dekat sama si Gista sih? Mereka di kamar berdua loh.. kalau ehem ehem gimana?” Dio masih memandang pintu kamar Argha dengan penuh tanya.
"Mereka udah sama-sama gede. Daripada elu kepo sama di Argha dan Gista, mending suruh Vita kesini terus ajakin ngamar berdua!"
“Ogah!"
"Gila si Argha, seleranya sama bocil.. bukannya mending sama kakaknya si Gista ya yang punya body montok?” Ucap Dio lagi.
“Otak elu ngeres mulu!!” ucap Arsen yang langsung memukul kepala Dio begitu saja hingga Dio mengumpat kesal.
...**...
“Hahaa… seorang Elmeera yang dari SMP selalu dikejar-kejar cowok, ini ditolak cowok?” Ziraya menertawakan sahabatnya yang nampak murung di ruang CEO KirAn.com.
“Diem elu.” Jawab Elmeera dengan kesal. Rasanya Elmeera merasa sangat menyesal sudah cerita dengan Ziraya karena berujung ditertawakan.
“Emang Gista bilang gimana sih El?” Tanya Ziraya.
“Katanya si penyanyi sok tampan itu gak minat sama gue! Dia bisa dapatkan wanita yang lebih cantik dan kaya sama gue. Karena katanya pernah ada wanita yang ngajak tidur dia dengan imbalan 100 juta.” Jawab Elmeera yang semakin kesal mengingat cerita Gista kemarin.
“Dan elu diam aja dihina begitu? Seorang Elmeera loh? Dihina seorang penyanyi Café? CEO KirAn.com di hina staf biasa di RMJ Group? Kalau gue jadi elu nih El, gue buktiin bisa dapatin dia dan membuat dia bertekuk lutut sama gue." Bukan meredakan emosi sahabatnya, Ziraya justru menyiramkan bensin ke kobaran api yang ada di hati Elmeera.”
“Gue harus bertindak!” Gumam Elmeera sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
“Bagus! Target masuk perangkap.. pinter juga Gista, padahal si Argha gak balas pesan Gista sama sekali. Elmeera.. Elmeera… elu terlalu menjunjung tinggi harga diri sehingga gak sadar kalau gue sama Gista barusan hanya kasih umpan ke elu. Tapi semua demi kebaikan elu El, hanya Argha yang pantas sama elu.” Batin Ziraya.
...BERSAMBUNG...