Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 60


__ADS_3

...60. Siapa yang Mengizinkan?...


Argha layaknya seorang yang sedang berbuka setelah puasa berhari-hari lamanya dan kini waktunya Argha berbuka. Argha memberikan kenikmatan demi kenikmatan pada sang istri dengan bertubi-tubi hingga Elmeera terus merancau memuji keperkasaan suaminya.


Suasana dingin apartemen sederhana itu selama berhari-hari kini sudah berubah sekejap menjadi panas. Bahkan udara dingin dari AC pun tidak mampu menghalau keringat yang bercucuran dari dua insan manusia yang sedang mencari puncak kenikmatan.


"Makasih El." Ucap Argha dengan nafas yang ngos-ngosan kemudian mengecup kening Elmeera dengan lembut.


"Hmmm." Jawab Elmeera yang sudah kelelahan namun masih menyunggingkan senyum manisnya sebagai bukti bahwa dia sangat puas dengan permainan sang suami.


"Capek banget ya?" Tanya Argha menyingkirkan anak rambut yang berantakan hingga menutupi sebagian wajah cantik Elmeera.


Elmeera mengangguk.


"Kita bersihkan dulu ya.. habis itu baru istirahat."


"Nanti aja, aku gak kuat..." Jawab Elmeera lirih.


"Aku yang akan membersihkannya." Ucap Argha yang jelas mendapatkan tatapan tajam dari Elmeera karena Elmeera sangat ragu dengan suaminya yang masih nampak segar.


"Aku gak akan minta lagi malam ini... janji." Kata Argha yang paham akan tatapan istrinya. Argha memberikan jari kelingkingnya pada Elmeera.


"Janji." Elmeera menautkan jadi kelingkingnya pada jari kelingking Argha.


"Tapi gak tahu besok pagi ya..." Ujar Argha sambil tersenyum.


"Gha..." Rengek Elmeera dengan bibir mengerucut.


"Aku gak akan memaksa jika kamu gak mengizinkan sayang..." Ucap Argha yang mengecup bibir Elmeera sekilas.


Dipanggil sayang oleh Argha, entah mengapa Elmeera merasa berbunga-bunga.


"Udah ah.. bibirnya jangan manyun gitu.. aku nanti gak tahan loh... Kita bersihkan diri dulu sebelum tidur ya." Elmeera mengangguk pasrah pada sang suami.


...***...


Pagi ini nampak sangat berbeda untuk Argha sebab semalam Argha sudah mendapatkan suntikan vitamin dari sang istri ditambah bonus pagi-pagi.


Sebagai ucapan rasa terima kasih Argha pada Elmeera yang sudah mau menurunkan egonya juga mau melayani dirinya dengan baik, Argha berniat membuatkan sarapan nasi goreng untuk Elmeera yang masih terlelap karena kelelahan.


Tidak butuh waktu lama, dua porsi nasi goreng sudah siap diatas piring dan Argha bawa ke kamar lengkap dengan teh hangat untuk sang istri.


Memasuki kamar, Argha menaruh sarapannya dengan Elmeera di meja rias Elmeera karena ukurannya lebih besar dibanding meja Nakas.

__ADS_1


"Selamat pagi istri ku..." Sapa Argha mengecup bibir Elmeera..Namun sang empu seperti tidak terusik.


"El.. bangun.. sarapan dulu yukk.. udah jam 7 loh kamu gak ngantor?" Tanya Argha. Dan lagi, tidak ada jawaban dari Elmeera. Sepertinya Elmeera benar-benar kelelahan.


Argha menatap sejenak wajah Elmeera yang sedang tertidur dengan damai. Satu kata yang Argha akui ketika melihat wajah cantik Elmeera yang terlihat polos seperti ini, yaitu cantik.


"Semoga kamu bisa segera menghapus nama Nila dalam hatiku El... Dan semoga pula, kamu bisa menerima aku dengan tulus." Batin Argha.


"Sayang bangun... sarapan dulu.. semalam perut kamu udah keroncong loh." Kata Argha yang mengingat kejadian menggelikan semalam dimana perut Elmeera berbunyi karena lapar disaat Argha sedang berusaha menanjak nirwana.


Elmeera tentu malu, namun Argha bisa mengembalikan mood bercinta menjadi panas kembali setelah beberapa detik tertawa.


"Entar deh... aku ngantuk Gha... udah gak berasa laper ih!" Jawab Elmeera dengan mata yang terpejam.


Bukannya bangun, Elmeera justru membelakangi suaminya dan menaikkan selimutnya hingga menutupi wajahnya.


"Sayang...kalau kamu nggak mau bangun, jangan salahkan aku ya jika aku membangunkan kamu dengan cara tidak biasa ..." ancam Argha namun tidak mendapat jawaban lagi dari Elmeera.


Argha tersenyum penuh makna, perlahan tapi pasti, tangan Argha masuk ke dalam selimut yang menutupi tubuh polos istrinya.


"Argha!" Pekik Elmeera yang langsung terperanjat ketika merasakan tangan Argha menyentuh inti tubuhnya.


"Kamu apa-apaan sih!" Ucap Elmeera dengan nada ketus. Kantuk Elmeera langsung hilang seketika gara-gara ulah suaminya dan suaminya langsung tertawa sambil menatap istrinya.


"Nggak lucu!" Kesal Elmeera.


"Kan tadi aku udah bilang sayang... bangun sarapan dulu. Kalau kamu gak ke kantor, boleh tidur lagi.. tapi sarapan dulu."


"Laper aku udah ilang!" Elmeera akhirnya duduk bersandar pada headboard dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Jadi semalam itu kamu laper gak aku sentuh selama sepekan lebih to? bukan karena laper pengen makan?" Goda Argha.


"Apaan sih! Nggak ya!"


"Iya juga gak apa-apa. nih sarapan dulu."


"Astaga! aku mau mandi dulu aja karena aku baru ingat ada meeting bagian finance pagi ini." Lanjut Argha.


"Terus sarapan kamu?" Tanya Elmeera menatap dua piring nasi goreng.


"Nanti aku bawa ke kantor aja." Ucap Argha yang langsung beranjak ke kamar mandi.


"Kamu manis banget sih Gha, kamu rela bangun pagi-pagi buat masak nasi terus menggorengnya.. padahal aku yang istri kamu aja belum pernah masakin kamu." Gumam Elmeera pelan sambil tersenyum menatap punggung Argha yang menghilang di balik pintu.

__ADS_1


...***...


Hari demi hari yang Argha dan Elmeera lewati terasa lebih manis setelah Elmeera dan Argha mengubah kesepakatan mereka dimana baik Elmeera dan Argha akan mencoba menjadi pasangan yang baik dan sama-sama mau membuka hatinya masing-masing.


Elmeera yang tidak bisa memasak, nyatanya tidak menjadi hal penting buat Argha karena Argha menyadari bahwa Elmeera adalah wanita karier yang sangat sibuk.


Dan Argha beberapa Minggu ini disibukkan dengan pengumpulan bukti bukti tentang mafia yang berada di RMJ Group yang sudah mulai menemukan titik terang.


Argha tidak sabar untuk mengungkapkan semuanya dan dia bisa muncul di depan umum sebagai keluarga Mahatama. Selain itu, Argha bisa bebas memperkenalkan Elmeera pada dunia sebagai istrinya tanpa takut di usik oleh sang kakek.


"Argha... elu dipanggil ke ruangan meeting lantai 17 oleh Pak Aris." Ucap salah satu teman Argha yang baru saja menerima telfon.


"Oh. baiklah." Ucap Argha yang langsung menutup laporan ditangannya.


"Elu ngapain sampai dipanggil pak Aris Gha? dia kan orang kepercayaan Tuan Ramon, pendiri perusahaan ini." Tanya Sevika menatap Argha dengan curiga.


"Anak pak Aris itu teman aku, dia sedang Kabur dari rumah. Mungkin pak Aris ingin menanyakan putranya itu pada ku." Jawab Argha sekenanya.


"What? elu kenal sama anaknya pak Aris Gha? siapa? pasti tampan.. kenalin ke gue dong!" Rengek Stevi.


"Nggak mungkin kan gue jawab anaknya om Aries itu Arsen... " Batin Argha.


"Masih cakepan gue!" Jawab Argha yang kemudian meninggalkan biliknya.


"Ah pelit elu Gha!"


...***...


Dengan menaiki lift, Argha menuju lantai 17 dimana ruang meeting itu berada. Jika Om Aris sampai memintanya bertemu di kantor pasti ada hal penting dan mendesak. Argha jadi penasaran tentang apa yang akan orang kepercayaan keluarganya itu sampaikan.


Dan tepat di depan ruang meeting, Argha mengetuk pintu dahulu sebelum membukanya.


Ceklek.


Deg!


Argha langsung bertemu dengan sepasang mata tajam yang terasa sangat mematikan.


"Tutup pintunya Gha!" Perintah om Aris dan Argha menurutinya.


"Siapa yang mengizinkanmu menikah dengan wanita itu Argha Tahta Mahatama?" Teriak lelaki tua dengan tatapan tajam pada Argha.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


makasih dukungan kalian ya... selamat istirahat..m


__ADS_2