
...18. Perdebatan Kakak dan Adik...
Ditengah kegundahannya selama menunggu sang kakak datang, Gista sudah memutuskan untuk langsung saja meminta Argha menikahi Elmeera. Gista yang sangat menyayangi Argha, rasanya tidak tega untuk mencari kelemahan Argha yang akan digunakan oleh Elmeera menekan Argha.
Bagi Gista, jika pernikahan antara Elmeera dan Argha memang harus terjadi biarlah terjadi sesuai kesepakatan mereka berdua agar kedepannya berjalan baik-baik saja. Gista tidak ingin ada perpisahan yang menyakitkan diantara dua orang yang dia sangat sayangi itu. Karena sesuatu yang dimulai dengan cara tidak baik, pasti kebanyakan akan berakhir tidak baik juga.
“Kak..” Panggil Gista.
“Hmm…”
“Aku mau kakak menikah sama kak Elmeera minggu depan.”
“APA?” Pekik Argha.
“Jangan main-main kamu Ta, emang kamu pikir menikah kek ngajak orang pergi ke mall?”
“Aku serius kak, menikahlah dengan kak Elmeera… aku ingin kakak menikah sama kak Elmeera, aku janji ini permintaan terbesar aku sama kak Argha.” Gista menatap dengan penuh keseriusan namun Argha hanya menggelengkan kepalanya.
“Kakak aku mohon.. please… menikahlah dengan kak Elmeera…” Ucap Gista dengan tatapan sendu pada Argha yang masih tidak percaya dengan permintaan Gista yang tiba-tiba menyuruhnya menikah dengan Elmeera minggu depan.
“Demi aku kak.. please…” Gista sampai menggoyang-goyangkan lengan Argha yang masih saja terbengong.
“Kakak akan menikah, tapi tidak dengan wanita sombong itu Ta. Suruh aja wanita angkuh itu menikah dengan lelaki lain.” Jawab Argha tanpa keraguan sedikit pun.
Argha akui, Elmeera memiliki paras yang cantik juga lekuk tubuh yang mampu membuat mata para lelaki terpanah bahkan mata para wanita merasa iri. Namun sikap angkuh dan arongan Elmeera membuat Argha sangat ilfeel. Prinsip Argha, ketika dia menjalin hubungan dengan seorang wanita.. wanita itu bukan hanya cantik secara fisik namun juga memiliki kepribadian baik karena pendidikan pertama seorang anak di dapat dari sosok ibu jadi dia harus mencari ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak.
“Pengennya kak Elmeera juga begitu kak, tapi mama ingin kak Argha yang menjadi menantunya. Mama gak mau yang lain.. harus kak Argha.
__ADS_1
Lagi pula, aku akan sangat merasa bahagia jika kakak kandung aku menikah dengan kakak angkat aku… Kak Elmeera sebenarnya wanita yang sangat baik dan cerdas kak…” Jelas Gista. Argha membuang pandangannya ke sembarang arah karena Argha akan mudah luluh jika menatap sorot mata sendu Gista yang seperti sekarang ini.
“Semua karena kecerobohan kamu Ta, coba saja kamu tidak bicara ngawur sama tante Sarah yang mengatakan kalau aku pacar wanita sombong binti angkuh itu.. pasti tante Sarah tidak menginginkan aku jadi menantunya.” Kata Argha dengan nada sedikit ketus. Gista tertegun mendengar ucapan sang kakak, karena ini kali pertama Argha berbicara ketus padanya.
“Aku mohon kak… menikahlah dengan kak Elmeera, aku gak mau kehilangan mama kak, mama tidak main-main dengan ancamannya kali ini…” Rengek Gista.
“Sekali tidak tetap tidak Gista!” Argha menggunakan suaranya dengan nada tinggi membuat Gista tersentak.
“Kalau kakak gak mau, aku juga gak mau ketemu kakak lagi!” Kata Gista yang terbawa emosi mendengar suara sang kakak yang setengah membentak. Argha tersenyum sinis.. selalu hubungan mereka yang Gista jadikan sebagai ancaman karena Gista tahu seberapa sayang Argha padanya.
“Gista, semua salah kamu kenapa kakak yang harus menikahi wanita itu.. lagian mana ada lelaki yang mau menikah sama wanita seperti itu! Pakaiannya saja seperti ja lang!”
“Jaga ucapan kak Argha! Kak Elmeera adalah wanita baik-baik… Jangan lihat seseorang dari bentuk luarnya, tapi kenali kepribadiannya.”
“Oh jadi kamu lebih belain kakak angkat kamu itu ketimbang kakak kamu sendiri?” Mendengar pertanyaan Argha. Gista menghela nafasnya dan mencoba mengontrol emosinya.
“CK! Kenapa kamu jadi pemaksa seperti ini Ta? Apa jangan-jangan wanita angkuh itu yang sudah mendoktrin isi otak kamu… Sudahlah Gista, kamu sekarang mikir sekolah yang benar, gak usah mikir masalah yang sebenarnya gak ada hubungannya sama kamu!”
“Bagaimana kakak bisa berkata bahwa itu gak ada hubungannya sama aku? Bukankah sudah aku bilang jika mama akan pergi meninggalkan aku kalau kak Elmeera gak menikah. Aku gak mau kehilangan mama kak! Kak Argha enak pernah merasakan kasih sayang mama dan papa kandung kita, sedangkan aku? Semuanya pergi meninggalkan aku…” Argha terdiam dan mematung, ingin sekali Argha memeluk Gista namun egonya cukup tinggi karena emosi mendengar pertanyaan konyol Gista.
“Iya. Memang benar kata kak Argha semua adalah salah aku yang tiba-tiba bilang ke mama kalau kak Argha kekasih kak Elmeera. Tapi aku salah jika aku ingin membuat mama tenang agar mama sembuh? Aku takut kehilangan mama kak….. Aku mohon menikahlah dengan kak Elmeera…” Lanjut Gista.
“Kakak gak bisa Ta, maafkan kakak…. Kakak akan balas budi pada tante Sarah yang sudah merawat dan menyayangi kamu dengan cara yang lain, bukan menikahi putri beliau… Hati kakak masih untuk Dila.” Ucap Argha lirih.
Argha menganggap Mama Sarah menginginkan itu bahkan sampai mengancam putrinya hanya untuk menyelamatkan KirAn.com. Dengan adanya pernikahan Elmeera, tentu secara otomatis nama Elmeera akan bersih dan kondisi perusahaan akan berlahan membaik karena mendapat kepercayaan dari para investor juga konsumen.
Padahal yang sebenarnya terjadi, Mama Sarah sama sekali tidak peduli dengan perusahaan… wanita paruh baya itu hanya ingin melihat putrinya hidup dengan normal seperti wanita-wanita seusia Elmeera pada umumnya yang sebagian besar sudah menikah dan punya anak. Jika Elmeera tidak memiliki trauma tentang pernikahan, Mama Sarah juga tidak akan sampai melakukan hal sejauh ini… tapi kondisi Elmeera berbeda.
__ADS_1
Sedangkan Gista sadar, untuk saat ini.. keputusan Argha tidak bisa diganggu gugat.
“Kak Argha benar. Semuanya karena salah aku yang malam itu mengenalkan kak Argha pada mama sebagai kekasih kak Elmeera. Semua salah aku kak, Aku minta maaf untuk itu…. Tapi..” Air mata Gista akhirnya terjun juga. Argha membuang nafasnya kasar melihat sang adik menangis.
“Tapi mulai sekarang, aku gak mau ketemu kak Argha lagi…. Kak Argha boleh keluar dari ruangan aku sekarang.” Argha terbengong karena mendadak sang adik mengusirnya. Namun Argha sangat menyakini bahwa itu hanya gertakan Gista semata.
“Cepat pergi kak…”
“Oke,, baiklah kalau begitu… kak pergi… jaga diri kamu baik-baik.” Ucap Argha yang pergi begitu saja dari ruangan Gista.
“Eh kok pergi beneran… kenapa kak Argha gak menyetujui permintaan aku seperti biasanya?” Gumam Gista yang kesal sendiri menatap pintu dimana raga Argha menghilang dari pandangannya.
...BERSAMBUNG...
Gista dan Argha dulu yaa…
Next Episode baru pertemuan embak Elmeera dan emas Argha….
LIKE
KOMENTAR
VOTE bila berkenan
HADIAH bila ikhlas
TERIMA KASIH
__ADS_1