Benih Bayaran

Benih Bayaran
Part 52


__ADS_3

...52. Siapa yang Galak?...


"Kak Argha..." Panggil Gista saat melihat sang kakak sedang berbicara serius dengan sahabatnya di roof top cafe.


"Heii." Argha tersenyum pada sang adik.


"Hello adik cantik, makin hari makin bersinar aja sih? Setiap kamu datang, jantung aku berdebar kencang loh.... seperti menarik narik ngajak ke KUA." Sapa Arsen yang memang selalu suka menggoda Gista.


"Cih! gak usah mencoba menggoda aku kak... gak mempan. Kakak bukan lelaki impian aku!" Balas Gista sambil mencebikkan bibirnya.


Sedangkan Argha memutar bola matanya malas, adik dan sahabatnya selalu begitu... kadang sangat akrab layaknya sahabat, kadang juga berdebat bahkan bertengkar.


"Yah gagal dong menjadi calon adik ipar Argha. Padahal kamu salah satu gadis impian aku loh Gis.." Ucap Arsen sambil tertawa melihat ekspresi Gista.


"Howeek!" Balas Gista yang pura-pura ingin muntah mendengar ungkapan Arsen yang menurutnya mengada ada.


"Udah udah... elu jangan godain adik gue.. inget si Vio..." Argha menatap malas sahabatnya yang hobi menggoda Gista. Argha khawatir bagaimana kalau lama-lama Gista baper sama godaan-godaan Arsen yang receh itu. Sedangkan Arsen sendiri sudah bucin sama seorang gadis yang bernama Vio, gadis yang membuat Arsen tergila-gila selama setahun ini meskipun Vio belum menerima cinta Arsen.


"Hahaha... Vio mah tetap A1 di hati gue." Ujar Arsen. Gista enggan menanggapi ucapan sahabat kakaknya itu.


"Kak... aku mau berbicara berdua sama kakak." Pinta Gista.


"Eh, kamu mau mengusir aku Gis? Kok kamu tega sih?" tanya Arsen menunjuk dirinya sendiri dengan raut wajah yang dibuat sesedih mungkin.


"Aku gak mau mengusir kak Arsen ya, Aku mau mengajak kak Argha ngobrol di ruangan aku!" Gista langsung menarik lengan kakaknya.


"Mau ngobrolin apa sih dek?" Tanya Argha yang bangkit dari duduknya.


"Sesuatu... ayo cepetan kak, sebelum kak Dio dan kak Vira datang, dan sebelum pengunjung ramai berdatangan. Ingat, kakak harus menyanyi malam ini karena dari kemarin banyak yang nanyain dan nunggu kakak manggung. Kakak harus bayar hutang nyanyi sama aku."


"Kamu ya, selalu menjual kakak kamu buat meramaikan pengunjung cafe." Gumam Argha yang mengikuti langkah kaki adiknya.


...***...


"Kenapa wajah kamu jadi sedih seperti itu?" Tanya Argha nampak bingung melihat raut wajah adiknya mendadak berubah sendu setelah memasuki ruangan pribadi Gista yang ada di Cafe.


"Kakak lupa?" Tanya Gista.


"Lupa apa?"


"Kakak lupa ini tanggal berapa?"


"Nggak. ini tanggal 23 kan?" Gista mengangguk.


"Terus?" Tanya Gista lagi. Gista yang berdiri tepat dihadapan sang kakak kini menatap kakaknya dengan tajam.


"Terus kenapa?"

__ADS_1


"Bulan apa sekarang?" Tanya Gista lagi.


Deg!


Jantung Argha tiba-tiba terpacu dengan cukup kencang dan pandangan kosong.


"Tahun ke 16 orang tua kita meninggal karena kecelakaan itu. Dan 16 tahun lalu kita dipaksa buat berpisah dan kita kehilangan jati diri kita masing-masing kak." Ungkap Gista dengan air mata yang mengalir.


Tanpa ba-bi-bu, Argha pun langsung menarik Gista ke dalam pelukannya.


16 tahun adalah kehidupan yang tidak mudah untuk Argha dan Gista jalani. Argha yang hidup dibawah tekanan sang kakek demi misi membongkar kejahatan yang dilakukan pada keluarganya sedangkan Gista, bertahun-tahun hidup dengan kebingungan tanpa tahu siapa dirinya dan asal usul dirinya sebelum bertemu dengan sang kakak, Argha.


"Hiks... hiks .. hiks... aku gak tahu kak dengan apa yang aku rasain, aku pengen rasanya bertemu sama papa dan mama, aku pengen di peluk sama mereka." ungkap Gista. Meskipun Gista dibesarkan oleh Mama Sarah dengan penuh kasih sayang, tapi tetap saja... sebagai anak, Gista memiliki keinginan dipeluk orang tua kandungnya meskipun hanya sesaat.


"Kamu kan udah kakak kasih foto mama dan papa Ta, kamu bisa peluk itu... kakak pun juga sama, kalau kakak rindu mereka... kakak akan peluk foto mereka dan peluk kamu."


"Hiks... hiks... hiks..." Mata Argha berkaca-kaca mendengar tangisan adiknya. Argha juga merasakan hal yang sama, namun Argha merasa sedikit beruntung karena pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya hingga hampir beranjak remaja. Sedangkan Gista, gadis itu di tinggal orang tuanya menghadap Tuhan saat berusia beberapa bulan. Oleh sebab itu, Argha berusaha menuruti semua permintaan Gista untuk membuat adiknya bahagia termasuk menikahi Elmeera.


"Kak, please.. ajak aku ke makam mama dan papa kak..." Ungkap Gista.


"Belum bisa Ta, belum bisa sekarang."


"Kenapa?" Gista mendongak menatap wajah sang kakak dengan sendu.


"Belum saatnya, sabar sebentar.. setelah semua masalah perusahaan selesai, kita akan bebas mengunjungi makam orang tua kita." Ungkap Argha.


"Tapi kak .."


"Sstt... jangan ada tapi-tapian, nurut sama kakak... kakak janji akan selalu berusaha membuat kamu bahagia... kakak janji akan selalu ada buat kamu, selalu ada untuk kamu." Ucap Argha sambil mengecup kening Gista kemudian memeluk Gista kembali.


"Aku sayang banget sama kak Argha." Ucap Gista.


...***...


Setelah Ziraya pulang dari kantor, Elmeera berniat pulang ke rumah mama Sarah lebih dulu untuk menjenguk wanita yang sudah melahirkannya di dunia ini.


Buat apa buru-buru pulang ke apartemen mini itu sekarang karena Argha tadi pagi sudah bilang akan pulang malam. Pulang malam bagi Argha adalah jam 11 malam karena jam 10 malam suami Elmeera itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya di Planet Cafe sebagai penyanyi.


Namun saat Elmeera menghubungi mama Sarah untuk bertanya ingin dibelikan makanan apa, Mama Sarah justru sedang keluar bersama teman-teman sosialitanya. Elmeera heran, semenjak dia menikahi dengan Argha, kenapa mama Sarah terlihat sangat sehat banget ya meskipun kadang kala kalau kecapekan mama Sarah terlihat sedikit pucat.


"Aku nyusul Argha aja deh di Cafe, sekalian makan malam disana sama Gista." Gumam Elmeera sambil tersenyum membayangkan betapa memukaunya sang suami ketika di atas panggung menyajikan suara indahnya.


Elmeera pun segera mengambil tas kerjanya dan berlalu begitu saja meninggalkan kantor KirAn.com.


Butuh 30 menit perjalanan, akhirnya Elmeera sampai juga di cafe milik adiknya yang terlihat sangat menarik dari luar karena hiasan lampu-lampu industrial. Elmeera segera turun, dilihatnya pengunjung cafe sudah cukup banyak tetapi di atas panggung masih kosong.


Elmeera mengedarkan pandangannya mencari sang suami, namun tidak Elmeera temukan. Hingga Elmeera mengetahui keberadaan Arsen, Dio dan Vira. Elmeera segera menghampiri sahabat suaminya itu.

__ADS_1


"Sen..." Panggil Elmeera.


"Eh Bu bos... ada apa? kenapa?" Tanya Arsen, sedangkan Dio dan Vira tersenyum daham pada Elmeera dan hanya dijawab anggukan oleh Elmeera.


"Argha mana?"


"Oh, dia lagi ngobrol berdua sama Gista." Jawab Arsen.


"Ha? ngobrol berdua? dimana?" Tanya Elmeera yang penasaran tentang apa yang mereka obrolkan berdua? kenapa berdua.


"Di ruang pribadi Gista." Jawab Arsen tanpa berpikir panjang.


"Oh ya sudah, aku kesana... thank ya..."


"Oke Bu bos!" Jawab Arsen.


Elmeera pun langsung meninggalkan sahabat-sahabat Argha begitu saja dan segera menuju ke ruang pribadi milik Gista. Ruang pribadi yang Gista tempati untuk istirahat jika sedang di Cafe, tempat itu juga merupakan tempat favorit yang adik jika sedang sedih.


Elmeera teraneh melihat pintu ruangan Gista yang tidak tertutup sempurna.


"Aku kejutkan mereka saja." Gumam Elmeera yang mendekat ke arah pintu ruangan tersebut.


"Tapi kak .." Mendengar suara Gista yang setengah merengek, Elmeera menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu ruangan Gista tersebut.


Elmeera membuka lebih lebar pintu itu dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara dan menganggu dua orang yang ada di dalamnya.


Deg!


Argha dan Gista sedang berpelukan? Elmeera diam mematung menatap dua manusia itu yang belum sadar akan kehadiran Elmeera.


"Sstt... jangan ada tapi-tapian, nurut sama kakak... kakak janji akan selalu berusaha membuat kamu bahagia... kakak janji akan selalu ada buat kamu, selalu ada untuk kamu." Ucap Argha sambil mengecup kening Gista kemudian memeluk Gista kembali.


"Kamu berjanji sama Gista? kamu aja gak pernah berjanji sama aku semanis itu Gha?" Batin Elmeera.


"Aku sayang banget sama kak Argha." Ucap Gista.


Deg!


Deg!


Deg!


"Siapa yang galak?"


Eh?


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


HAPPY WEEKEND GAES...


HAVE A NICE DAY 💛


__ADS_2